Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 23


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah kejadian kekerasan di Markas tadi, kini Chloe memilih hanya untuk diam saja. Dia bahkan enggan berbicara dengan pria yang sudah berani memukulnya tadi.


Jelas - jelas dia sedang sakit dan masih mengalami pendarahan di bekas luka operasinya. Malah pria ini bersikap tidak perduli dan malah mencambuk dan menamparnya hingga bibirnya pecah seperti itu.


“Apakah kamu marah denganku?!” Tanya Gazel, ketika melihat raut wajah Chloe yang sama sekali tidak mau memandangnya.


Tetapi, karena hatinya masih terlalu dongkol, Chloe hanya diam saja dan tidak menanggpi pertanyaan dari suaminya ini.


Gazel merasa kesal, “Erlad! Siapkan ruangan Frezzer! Dan hukum wanita ini! Agar dia tahu mulutnya itu di gunakan untuk apa!” Perintah Gazel, yang terlalu kesal karena Chloe tidak menjawabnya.


Mendengar hal itu, Chloe hanya bisa menghela nafasnya. Entah akan seperti apa lagi dia menahan sakit setelah ini.


Dia tidak membantah, dia juga tidak memprotes, dia hanya berusaha menyiapkan tubuhnya untuk menghadapi hukumannya yang baru.


****


Belum sembuhn luka yang tadi dia dapatkan, kini Chloe kembali di rantai di sebuah ruangan yang miliki suhu -20.


Bahkan Gazel dan yang lainnya saja sudah menggunakan baju tebal, tetapi tidak dengan Chloe yang hanya mengenaikan T-shirt dan celana yang tadi dia gunakan.


Gigi Chloe sudah menggertak kedinginan, dia ingin berteriak karena merasa semua tubuhnya mulai merasa mati rasa karena sangking dinginnya.


“Bagaimana? Apakah kamu masih tidak mau bicara denganku?” Tanya Gazel kembali, Namun Chloe masih tetap pada pendiriannya untuk tidak mau berbicara dengan Gazel.

__ADS_1


Byuuurrrrrr, Byurrrrr, sebuah semprotan air dingin kini mulai mengarah pada Chloe, “arrrrggggghhhh.” Teriak Chloe, sudah tidak kuat lagi menahan rasa dinginnya. Bahkan dia merasa jika sebentar lagi tubuhnya akan beku.


Gazel semakin merasa kesal, karena Chloe tidak kunjung mengatakan ampun padanya. “Erald! Urus wanita itu!” Perintahnya pada asistennya yang sejak tadi berdiri di belakangnya.


“Baik Tuan.” Sahut Erlad, lalu melihat Gazel yang sudah meninggalkan ruangan Frezer itu.


Erald menghela nafasnya, melihat sikap Chloe yang sangat kepala batu seperti menantang suaminya. “Nyonya, bisakah Anda tidak melawan pada Tuan Gazel?! Mau Anda benar atau tidak, terima saja! Jangan membantah atau bahkan Anda mengacuhkannya seperti ini, Anda memangnya mau di hukum terus seperti ini?!” Erald mulai jengah juga dengan sikap Chloe yang begitu berani pada bosnya.


Chloe menutup matanya, merasakan setiap kesakitan demi kesakitan di tubuhnya. Bahkan air yang menyemprot pada tubuhnya, seperti water jet yang sangat perih mengenainya.


Mengenai luka bekas operasinya yang membuatnya sangat meringis kesakitan.


Tubuh kedinginan, menahan rasa nyeri dan perih di tubuhnya. Membuat Chloe hanya bisa berdoa agar penderitaanya ini cepat selesai.


“Tuhannnnnnn, apakah aku bisa pulang sendiri? Tidak perlu di jemput Tuhan.” Batinnya yang masih menolak untuk berbicara pada siapapun.


Dan benar saja, ketika Erald memegang tubuh istri Tuannya ini, tubuhnya sudah sangat keras, seperti hendak membeku.


“Siapkan ruangan Hangat.” Pintanya pada anak buahnya yang lain.


Dia khawatir jika terjadi sesuatu pada Chloe, membuatnya langsung cepat - cepat membawa Chloe masuk ke dalam suhu ruangan yang hangat, dan meminta pelayan wanita yang ada di sana untuk membantunya menggantu pakaiannya.


Erald masuk ke dalam ruang bosnya, dia melihat Gazel yang sedang fokus pada layar laptopnya.


“Tuan, apakah Anda tidak keterlaluan padanya?” tanya Erald, memberanikan dirinya untuk memberikan peringatan kepada bosnya agar tidak melukai Chloe kembali.


Gazel tentu saja langsung menajamkan pandanganya dan melihat ke arah Erald. “Siapa kamu yang menentukan apa yang harus aku lakukkan, dan apa yang tidak boleh aku lakukkan?” Tanyanya kembali.

__ADS_1


Erald langsung terdiam, dia sadar dia hanyalah seorang asisten saja. Dia tidak berhak mencampuri urusan pribadi bosnya.


Tugasnya hanya menjalani perintah saja, bukan untuk mengkoreksinya.


“Maaf Tuan, saya hanya kasihan melihat Nyonya.” Balas Erald, menyadari letak kesalahannya.


Gazel menyenderkan tubuhnya, dia terlihat mulai santai dan memaklumi apa yang sedang di protes oleh Erald. “Tenanglah Erald! Dia hanyalah boneka yang aku gunakan untuk kesenanganku saja, kalau sampai boneka itu rusak aku bisa membeli boneka baru yang lebih bagus dari dia.” Sahutnya, dengan begitu santai.


Seakan - akan semua manusia di dunia ini sudah di ciptakan sebagai boneka untuk sebuah kesenangan.


“Kalau begitu, kenapa Anda tidak merusak boneka Anda yang saat ini menjadi pelayan Anda Tuan?” Tanya Erlad lagi. Dia ingin memastikan sesuatu, makanya dia ingin menanyakan soal Shopia pada bosnya.


Gazel tersenyum mendengar pertanyaan Erald yang satu itu. “Karena boneka itu belum layak di rusak, dan aku ingin membuat boneka itu rusak dengan perlahan, agar dia tahu jika takdirnya adalah menjadi seorang boneka.” Jawab Gazel, yang sebenarnya cukup Ambigu jika di cerna oleh orang yang mendengarnya.


“Tuan, maaf saya bertanya lancang, apakah Anda masih mencintainya?”


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2