Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 41


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Sudah tiga Bulan berlalu dari hari di mana dia di antar pulang oleh Erald.


Tiga bulan ini juga, Gazel dan Erald pergi tanpa memberikan kabar apapun padanya.


Hanya terkadang, Isekai datang untuk mengawasinya dan melatihnya selama tiga bulan ini, tetapi dia tetap tidak memberitahu di mana keberadaan Gazel.


Sreeeekkkkkk,,sreeekkkk, suara sayatan terdengar, hingga memuncratkan darah ke wajahnya.


Plokkkk,,plokkk,plokkk, para pelayan dan juga para bodyguard bertepuk tangan untuk Chloe.


"Wahhh, Nyonya, Anda berhasil mengeluarkan mata mereka tanpa membuat mereka banyak mengeluarkan darah." Isekai memuji perkembangan dari istri bosnya itu.


Ya, benar, selama tiga bulan ini, Chloe memaksa Isekai untuk melatihnya bela diri, cara menggunakan pisau, cara membunuh orang, cara menguliti manusia, dan masih banyak lagi.


Tetapi, di bulan pertama, Chloe terlihat sangat malas - malasan, dan mengatakan tidak berani untuk membunuh manusia.


Sampai Isekai harus memutar otak, dan membiarkan Chloe untuk membunuh Hewan - hewan terlebih dahulu, dan seiring berjalannya waktu, Chloe semakin berani dan mengatakan ingin mencoba membunuh manusia. Dan jadilah hari ini.


Ketika ada yang berani berkorupsi di perusahaan, Isekai mengambil kesempatan itu untuk memberikan Chloe latihan menyayat - nyat tubuh mereka.


"Awaaahhhh." Keluh Chloe, sembari memegangi perutnya.

__ADS_1


"Nyonya, apakah Anda tidak apa - apa?" Tanya Isekai, ketika melihat pisau itu sudah lepas dari gengaman istri tuannya.


Chloe menggelengkan kepalanya pelan. "Perut aku tiba - tiba keram." Jawabnya, memberitahu Isekai apa yang sedang dia rasakan.


"Cepat! Bawa kain basah untuk membersihkan darah - darah ini dari tubuh Nyonya! Lalu panggil dokter Demon untuk memeriksanya!" Perintahnya pada pelayan - pelayan yang sudah berdiri di sana.


"Kalian! Urus mayat itu!" Tambahnya lagi, kali ini memerintah bodyguard yang berjaga.


"Awaahhh, sakit." Keluh Chloe lagi.


"Sabar ya Nyonya, dokter Demon akan datang untuk memeriksa Anda Nyonya." Ujar Isekai, dengan berdiri dan memberikan ruang untuk para pelayan membantu Chloe membersihkan tangan dan tubunya.


****


Chloepun juga ikut terkejut mendengarnya, beruntung mereka hanya bertiga berada di kamar, jadi tidak ada pelayan lain yang mendengarnya.


Mendengar hal itu, Chloe langsung meneteskan air matanya. "Dok, saya tidak mau hamil dok, nanti Gazel marah kalau saya hamil." Ucapnya pada Demon, membuat Demon dan Isekai menatapnya dengan bingung.


"Nyonya, apakah Anda tidak meminum pil Konstrasepsi Anda?" Tanya Isekai pada Chloe.


"Aku lupa Isekai, aku lupa, pada malam itu semalaman aku melayani Gazel, dan kami bangun sampai siang, ketika Gazel mengingatkan aku untuk meminum pil, dia juga memintaku buru - buru untuk bersiap, aku sama sekali tidak ingat."


"Lagi pula, aku tidak menyangka jika permainan satu malam itu akan jadi bayi." Jawab Chloe dengan kesal, karena di salahkan oleh Isekai.


"Ya satu malam, kalau mainnya berkali - kali, dan Kalian sama - sama subur, ya pasti jadi." Sahut Demon, memberitahukan Chloe, jika mau berapa kalipun berhubungan kalau buang di dalam dan mainnya berkali - kali juga pasti akan tetap hamil.

__ADS_1


Isekai langsung mengusap wajahnya kasar. "Lalu bagaimana ini? Kalau sampai Tuan Gazel tahu, Anda akan kena marah besar Nyonya." Tandasnya, tidak memberikan solusi malah semakin menakut - nakuti Chloe.


"Kita tidak tahu ke depannya akan seperti apa, mungkin saja Tuan Gazel sekarang sudah berubah. Jadi lebih baik, kita tunggu tuan Gazel pulang saja untuk keputusan apakah janin ini akan di pertahankan, atau akan di gugurkan." Demon memberikan saran untuk Chloe. Yang juga di jawab anggukan kepala oleh Isekai.


Demon menatap ke arah Isekai, yang terlihat mengeluarkan ponselnya, "jangan telpon sekarang!" Tegas Demon, menahan ponsel Isekai agar tidak menelpon atau mengabari Gazel tentang kehamilan istrinya.


"Loh, tapikan kita harus bertanya tentang langkah ke depannya," balas Isekai heran.


"Biarkan Chloe yang memberitahu suaminya sendiri! Kita hanyalah anak buah dari Gazel! Kita tidak berhak mencampuri urusannya! Apakah kamu mengerti?!" Balas Demon lagi, membuat Isekai terdiam untuk memikirkan apa yang baru saja di katakan oleh Demon.


"Baiklah, aku mengerti."


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2