Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 40


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Saat ini Gazel terlihat duduk dengan lesuh di sebuah sofa bersama dengan Erald, Seika dan 5 bodyguard yang lainnya.


"Sepertinya, keputusan aku untuk menurutinya itu salah." Lirih Gazel dengan pelan.


Sudah 9 jam mereka berjalan memutari beberapa Mall yang ada di Negara itu.


Rasanya kaki dan tangan mereka sudah nyaris patah karena terlalu kelelahan.


"Apakah masih belum selesai?" Tanya Gazel, ketika istrinya keluar dari ruang ganti.


Chloe tersenyum, "sudah hampir selesai kok, amanlah." Jawab Chloe, seperti tidak merasa bersalah sama sekali ketika dia mengajak Gazel jalan - jalan seharian seperti ini.


Gazel menghela nafasnya, dia juga tidak bisa protes apa - apa, karena dia sudah berjanji akan mengikuti semua permintaan Chloe hari ini.


Erald terlihat berdiri dari duduknya untuk menerima panggilan. "Bagaimana kalau di lanjut besok saja? Kita pulang sekarang!" Ajak Gazel lagi.


"Besok, kamu bilang aku harus operasi pengeluaran alat ini lagi, kamu bohong ih! Kamu atur jadwalku kok berantakan gitu, lalu sekarang janjiin lagi besok." Sahut Chloe, yang membuat Gazel terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tuan." Panggil Erald, ketika dia sudah selesai melakukkan panggilan.


Gazel menoleh, dan melihat kode tatapan Erald. "Kita pulang sekarang!" Tegas Gazel, lalu menarik tangan Chloe agar bisa segera pulang.


"Gazel, kenapa sih?! Aku masih mau belanja, Gazel ih!" Chloe terus saja berontak agar bisa di lepaskan dan kembali ke toko tadi.


Tetapi Gazel sama sekali tidak memperdulikannya, malah terus menariknya sampai ke mobil.


"Gazel, aku -"


"Masuk ke dalam Chloe!" Perintah Gazel, yang mau tidak mau di turuti oleh Chloe.

__ADS_1


Melihat wajah suaminyanyang sangat serius, Chloe merasa jika akan ada sesuatu yang besar terjadi.


Apa lagi, sekarang banyak bodyguard dan pengamanan polisi yang ada di sekitarannya.


Melihat Gazel yang bicara serius dengan Erald, dan para petinggi polisi. Chloe mengusap tanganya, agar tidak merasa terlalu canggung dalam situasi yang sangat mencengkram ini.


Terlihat Erald masuk ke dalam mobil, tanpa Gazel. "Jalan!" Perintahnya pada supir yang ada di mobil itu.


"Kenapa kita pulang?! Gazel masih di sini? Kenapa -"


"Nyonya, ada urusan besar yang harus di tangani oleh Tuan Gazel, jadi sebaiknya Anda pulang saat ini."


"Saya akan mengantar Anda sampai kembali ke Rumah Utama, lalu Anda akan secepatnya melepas Alat itu dari jantung Anda."


Chloe menggelengkan kepalanya pelan. "Kenapa? Kenapa harus cepat - cepat?! Erlad, kamu bukan sedang menyembunyikan seuasan yang genting kan?" Tanya Chloe lagi.


"Saya sendiri ragu Nyonya, apakah situasi ini genting atau tidak, yang pasti persiapkan diri Anda untuk segala hal


***


Sepanjangan perjalanan, hingga kembali terbangpun Chloe hanya diam saja. Karena ketika dia bertanya pada Erald, pria itu sama sekali tidak menjawab ataupun memberikannya jawaban.


"Nyonya, untuk sekarang, please jangan keluar dari Rumah dengan atau tanpa pengawalan! Karena hanya di rumah ini saja Anda akan merasa aman."


"Sebentar lagi, Dokter Demon akan datang dan membawa Anda ke ruang operasi, Turuti semua permintaan mereka sampai Tuan Gazel kembali! Apakah Nyonya mengerti?!" Erald banyak meninggalkan pesan untuk Chloe.


Sedangkan Chloe hanya diam saja dengan kepalanya yang tertunduk. "Nyonya, apakah Anda mendengarkan saya?!" Tanya Erald sekali lagi.


Chloe mau tidak mau, dengan perasaanya yang berat, dia menganggukan kepalanya. "Berjanji, untuk membawa Gazel kembali!" Tuntutnya pada Erald.


"Baik Nyonya, sekarang lebih baik Anda istirahat dan persiapkan diri Anda untuk operasi." Balas Erald, yang lalu langsung keluar dari rumah.


Dia mengatakan tadi, jika dia akan kembali lagi ke Rusia.

__ADS_1


Karena tubuhnya yang lelah, Chloe memilih untuk naik ke atas pergi ke kamar. Dia ingin mandi, membersihkan tubuhnya sebelum nanti dokter Demon datang dan membawanya ke ruang operasi.


Ketika sampai di kamar, Ke dua mata terbelak sempurna, karena melihat ponsel, laptop, ipad semua barang berharganya ada di atas meja.


"Kamu benar - benar menepati janjimu." Lirihnya dengan lembut.


Lalu Chloe buru - buru untuk menyalakan ponselnya. Tetapi, dia sama sekali tidak melihat ada pesan masuk yang mencarinya atau sekedar menanyakan kabar karena beberapa hari ini sudah tidak muncul.


"Ternyata aku memang tidak sepenting itu, hehehe." Ucapnya pada diri sendiri.


Dia mengingat perjanjian yang ada, sudah pasti orang tuanya juga akan menjalankan perjanjian itu, karena duit memang jauh lebih penting di bandingkan nyawa anaknya.


Merasa bosan dengan ponselnya, Chloe memilih untuk bergegas mandi. Di tidak ingin jika Demon akan mencium aroma tubuhnya yang mulai sudah tidak enak.


"Entahlah, bagaimana lagi aku akan merasakan sakit, bayangkan saja, luka yang masih basah, kembali di sayat lagi," umpatnya, kesal dengan keadaan.


Tetapi, dia harus tetap melakukannya, apa lagi Gazel mengatakan jika dia harus bisa melatih dirinya sendiri agar bisa kuat dan berdiri tanpa Gazel.


Karena tidak tahu ke depannya nanti, akan bagaimana, apakah dia yang akan mati duluan atau Gazel duluan yang akan pergi.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2