
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Ahhhh nikmatnya, biasanya aku makan enak tuh sebulan sekali kalau sudah gajian, tetapi sepertinya sekarang aku bisa mendapatkannya kapanpun aku mau.” Gumamnya, lalu duduk dengan santai di sofa ruang keluarga yang ada di sana.
Karena ada remot, dia mencoba menyalakan chanel tvnya, dan ternyata bisa. “Akukan sudah menjadi istrinya, berarti aku bebas dong mau lakukkan apa saja di rumah ini.” Lirihnya pelan, merasa jika dia sudah berhak melakukkan apa saja yang dia sukai, termasuk menonton Tv tanpa izin.
Erald terlihat turun dari atas dan langsung menghampirinya. “Nyonya, nanti malam Akan ada kegiatan rutin setiap bulannya, mohon Nyonya bersiap untuk menemani Tuan untuk pergi ke Pesta nanti malam, dress dan perhiasan akan di antarkan ke kamar Anda,” ucap Erald, memberitahukan Chloe tentang tugasnya yang harus menemani suaminya untuk bertemu dengan kolega - kolega bisnisnya yang merupakan kegiatan rutin di setiap bulannya.
Tetapi Chloe tidak menanggapinya, dan malah terlihat asyik menontin Movie yang tersedia.
“Nyonya, apakah Anda mendengarkan saya?” Tanya Erald kembali.
Chloe menghela nafasnya. “Aku tidak tuli Erald, aku mendengarmu.” Jawabnya dengan kesal, karena asisten suaminya ini benar - benar sangat menganggunya.
“Nyonya saya Tahu Anda tidak tulis, tetapi apakah Anda bisa menjawab saya jika Anda mendengarnya?” Erald benar - benar sangat mengganggunya, membuat Chloe akhirnya menoleh ke arah pria yang sedang berdiri di belakangnya itu.
Dan tiba - tiba saja dia teringat akan satu hal, “iya - iya aku mendengarmu, oh iya, bukankah kemarin kamu mengatakan jika aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau, asalkan itu bukanlah sebuah alat digital, bukankah begitu?” Tanya Chloe, yang menatap Erald serius.
Erald mulai merasa jika akan ada sesuatu yang kurang mengenakan saat ini. Di lihat dari raut wajah istri Tuannya itu, seperti sedang ada sesuatu yang dia rencanakan.
“Benar Nyonya, kami akan memberikan apapun yang Anda mau, kecuali apapun yang bersifat alat komunikasi.” Jawabnya, membenarkan apa yang di katakan Chloe barusan.
“Kalau begitu, bisakah aku mendapatkan Starbucks, Mc donald dan juga bobba tea?” Tanyanya lagi pada Erald, yang di jawab dengan anggukan kepalanya ragu.
Lalu Erald memanggil bodyguard pria yang ada di sana. “Anda bisa memesan apapun yang ada inginkan padanya nyonya.” Ucap Erald menunjuk ke arah bodyguard yang bernama Komo.
__ADS_1
Chloe tersenyum dengan sangat antusias, dia memberikan note yang cukup panjang agar pria itu tidak salah dalam membelikannya.
“Pokoknya aku mau Starbucks semua Variant dan Bobba Tea Semua Variant! Apakah kamu mengerti?!” Perintahnya dengan tegas.
“Baik Nyonya, kalau begitu saya permisi.” Pamit Komo, yang di respon dengan senyum oleh Chloe. Dia tidak sabar untuk menikmati Filmnya bersama dengan banyaknya cemilan yang akan mengisi perutnya.
Dan sambil menunggu cemilan itu datang, Chloe terlihat beranjak dari tempatnya, dia ingin ke dapur untuk meminta pelayan membuatnya minuman segar dan cemilan ringan.
Tetapi baru saja dia berjalan 3 langkah, Dia kembali lagi dan buru - buru mengambil remoh tvnya. Membuat Erald terkejut melihat tingkah istri Tuannya ini.
“Aku mau nonton, jangan kamu ganti!” Ujarnya, yang semakin membuat Erald menatapnya aneh. Padahal dia mau melangkah untuk pergi, tidak ada sama sekali niatnya untuk mengambil remot dan mengganti filmnya.
***
Dengan perasan lelah, Erald kembali ke ruangan bosnya, “kenapa wajahmu di tekuk seperti itu? Apakah ada masalah?” Gazel Menanyakan raut wajah asistennya yang tidak seperti biasanya.
“Tadi kamu turun untuk memberitahu Chloe tentang jadwal hari inikan, lalu apa yang sedang di lakukkan oleh istriku?” Tanya Gazel yang sepertinya masih penasaraan dengan sikap istrinya.
“Nyonya sedang menonton Film di Netflix menggunakan Televisi di bawah Tuan.” Jawab Erald, membuat Gazel langsung menyenderkan tubuhnya di kursi kerjanya.
“Menurut apa yang harus di lakukkan sekarang?” Tanya Gazel bingung dengan keadaan.
Namun kali ini Erald yang lebih bingung di bandingkan oleh bosnya. “Niat Anda dari awal memang mencari seorang istri Tuan, dan mungkin memang ini saatnya Anda menetap di satu wanita yang bisa mendampingi Anda di masa depan,”
“Dan menurut saya, Nyonya Chloe tidak seburuk apa yang Tuan bayangkan, nyonya sudah menunjukkan jika dirinya kuat dan tidak lemah, dia juga menunjukan bahwa dirinya adalah wanita pintar yang tidak mudah di provokasi, bukankah sikap dan karakter ini sangat cocok dengan Anda, mengingat Anda adalah seorang pemimpin dunia gelap.” Erald memberikan penjelasaan yang cukup masuk akal.
Kenapa semua itu tidak terpikirkan sebelumnya? Selama ini dia hanya di kelilingi oleh banyaknya wanita yang lemah, yang selalu menangis dan menjerit kesakitan ketika dia siksa, dan bahkan dengan suka rela merangkak menjilat sepatunya jika dia menginginkannya.
__ADS_1
Sedangkan Chloe, jangan merangkak menjilati sepatunya, wanita ini bahkan mungkin akan menolak jika di suruh tunduk menghormatinya.
“Kamu benar Erald, kita hanya perlu melatihnya untuk bisa membunuh maka dia akan benar - benar menjadi seorang Nyonya Mafia.” Sahut Gazel, membayangkan jika hal itu benar sampai terjadi.
“Apakah kita harus mencobanya Tuan?” Tanya Erlad, menanyakan tentang kesedian Tuannya untuk membiarkan istrinya terjun langsung dalam pekerjaan kotor ini.
Gazel kembali terdiam sambil berpikir, “hemmm, sepertinya santai saja, dia akan menjadi istriku yang sesungguhnya, aku juga tidak akan membiarkan benar - benar menjadi pembunuh.” Jawab Gazel, sepertinya sudah memikirkan matang - matang tentang semua ini.
“Aku tidak akan membiarkanmu menjadi pembunuh, tetapi aku akan melatihmu untuk menjadi binnn al di atas Ranjang, mungkin aku tidak akan lagi memberikan siksaan luka kepadamu, tetapi karena kamu berani melawanku, maka aku tetap akan menghukummu di atas ranjang.” Gazel berkata di dalam hatinya.
Dia sudah tidak sabar mendengar Chloe berteriak ampun kali ini. Dia akan mendengar kalimat ampun itu dari mulut istrinya, meskipun dalam penyiksaan yang berbeda.
Mendapatkan Bosnya tersenyum dengan penuh arti seperti itu, sepertinya Erald mulai mengerti, jika Bosnya menginginkan Ruang Merah yang sudah di tutup selama 5 tahun belakangan ini, akan di buka kembali.
Karena di ruangan itulah, bosnya akan melakukkan Morena dengan tingkah kegilaannya membuat jeritan sakit kenikmatan akan terdengar.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*