Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 45


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


"Bos, istrinya ternyata tinggal di jalan xxxxx." Lapor salah seorang pria, pada bosnya yang sedang duduk di kursi dengan memegang segelas Winenya.


"Ikuti dan pantau terus kegiatannya! Pastikan dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga untuknya!" Sahut bosnya itu.


"Oh ya! Jangan lupa! Jika ada kesempatan! Culik dan habisi satu keluarganya!"


"Baik Bos."


***


Hari ini, Chloe bangun sangat siang, entah kenapa semenjak hamil dia semakin tidak berminat untuk bangun.


Dia hanya bangun, ketika dia lapar, atau ketika dia ingin ke kamar mandi.


Sudah seminggu, Gazel tidak menghubunginya, dan Chloe semakin terbiasa akan hal itu. Dia juga masih belum yakin, apakah Gazel sudah menerima kehamilannya atau belum.


Tetapi, dia sudah menyiapkan dirinya jika memang besok atau nanti Gazel menceraikannya karena dirinya yang ngotot mempertahakan kehamilannya ini.


Toh, dari awal dia juga tidak sama sekali berniat untuk menikah.


Chloe bangun dengan wajah bantalnya turun ke lantai satu untuk mencari makanan. "Ya ampun! Chloe! Orang hamil itu tidak baik selalu tidur terus!" Tegur Miranda, ketika melihat anak tirinya turun dan baru bangun di saat jam sudah menunjukan waktu 1 siang.


"Apaan sih Bu, baru juga hamil muda, udah banyak banget larangannya." Protes Chloe, merasa jenuh mendengar ceramah dari ibu tirinya.


"Eh, kamu di kasih tahu orang tua tidak percaya!"

__ADS_1


"Orang hamil itu, harus rajin bangun pagi! Dan tidak boleh mandi lebih dari jam 5 sore, nanti bisa kembar air." Ucap Miranda lagi, membuat Chloe menyeritkan keningnya bingunh.


"Memangnya kenapa kalau bangun siang?" Tanya Chloe penasaraan.


"Ya nanti kamu malah susah melahirkannya." Jawab Miranda, yang membuat Chloe tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Apaan sih Bu, masih percaya dengan hal - hal seperti itu?! Kalau susah melahirkan ya Operasi, itu simple banget sekarang." Sahut Chloe, yang merasa pemikiran ibu tirinya ini sangatlah Kolot.


"Ihhh ibu itu kasih tahu yang benar! Kamu malah tidak percaya." Balas Miranda lagi.


"Udah - udah bu, aku lapar nih, ibu masak apa?" Tanya Chloe pada ibunya.


"Itu lihat saja di meja, kamu makan sana. Ibu mau telponin Ayah kamu." Jawabnya, dengan pandangan terus fokus ke layar ponselnya.


"Telpon Ayah? Memangnya dia kemana Bu?" Tanya Chloe dengan bingung, sembari terus mengambil nasi dan lauknya untuk fi taruh ke dalam piringnya.


"Tadi malam, katanya mau keluar ada kerjaan di luar kota selama 2 hari, tapi dari semalam di telpon - telpon tidak bisa terhubung!"


"Tidak ada sinyal kali bu," balas Chloe, sambil memeriksa ponsel ibu tirinya.


"Dia itu ke luar kota Chloe, bukan ke tengah hutan, bagaimana bisa coba hilang sinyal." Sahut Miranda dengan kesal.


Chloe menggaruk kepalanya yang tidak gatal, entah kenapa tiba - tiba perasaanya juga tidak enak.


"Ayah pergi sendiri?" Tanya Chloe.


"Tidak, pergi sama 2 anak buahnya dan adikmu, tapi semuanya juga tidak bisa di hubungin."


Miranda duduk di sebelah Chloe, "jujur ibu takut Chloe, ibu khawatir jika terjadi hal buruk sama ayah kamu."

__ADS_1


"Ihhhh!!! Apaan sih bu! Jangan pikir aneh - aneh deh, semuanya pasti baik - baik saja, percaya deh." Ucap Chloe, lalu dia beranjak dari duduknya untuk pergi keluar mencari para bodyguardnya.


***


"Bisakah kalian ke kota Pp! Ke alamat ini! Cari tahu, apakah Ayahku sudah sampai di sana!" Perintahnya pada Bodyguardnya.


"Baiklah, four dan five akan pergi ke sana, dan Three akan mencari di sekitaran kota ini." Perintah One yang merupakan pemimpin mereka.


"Nyonya tidak perli khawatir Nyonya! Kita pasti akan mencari Ayah Nyonya." Ucap One, menenangkan istri Bosnya agar tidak terlau khawatir.


Chloe dengan wajahnya yang datar, hanya menganggukan kepalanya pelan. Lalu masuk lagi ke dalam, entah kenapa perasaanya semakin tidak enak.


"Bagaimana Chloe?" Tanya Miranda yang menunggunya di dalam.


"Aku sudah menyuruh mereka mencari Ayah Bu, kita tunggu saja." Jawab Chloe yang beralih pergi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya.


Dia bahkan sudah tidak nafsu lagi untuk makan, karena kepikiran terus menerus tentang Ayahnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2