Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 9


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Ketika tangannya sudah mendapatkan pengobatan, Chloe terlihat terus menatap aneh ke arah Gazel yang saat ini sudah santai dengan memainkan Rubiknya.


“Apakah kita masih bisa melanjutkannya Nyonya?” Tanya Erald, menanyakan kesiapan Chloe untuk mendengar peraturan untuknya.


Walaupun agak berat, Chloe langsung menghela nafasnya dengan sedikit menganggukan kepalanya pelan. Mungkin memang agak sedikit menakutkan, tetapi mungkin dia memang harus segera mencoba mendengarkannya sampai selesai.


Erald yang mengertipun, kembali melihat kertas yang berisikan catatan semua keinginan bosnya.


“Yang ke tiga, Anda tidak boleh mengeluh atau menolak ketika Tuan Gazel mengajak Anda untuk melihat pekerjaanya, apapun jenis pekerjaan itu.”


“Yang ke 4, Anda harus berani mengesekusi apapun yang di minta oleh Tuan Gazel, walaupun Anda takut, tetapi Anda tidak boleh mengatakannya di depan suami Anda kalau Anda takut.” Chloe mencatat semua kalimat yang di ucapkan oleh Erald, walaupun dia sebenarnya tidak mengerti mengeksekusi apa, tetapi dia hanya diam saja dari pada nanti akan ada praktek contoh yang kurang mengenakan lagi.


“Dan yang terakhir, takdir kematian Anda berada di tangan Tuan Gazel.” Ucap Erald, bersamaan dengan seorang wanita bernama Rose masuk ke dalam menyapa mereka semua.


Chloe mentap Erald dan Gazel bergantian, tidak mengerti sama sekali apa yang di maksud dengan pasal yang ke 4 dan 5 ini.


Erald memperlihatkan sebuah alat kepada Chloe, “alat apa ini?” Tanya Chloe bingung.


“Alat itu, akan kita masukan ke dalam lingkaran Jantung Anda, di mana alat itu sudah terhubungan dengan detak jantung dari Tuan Gazel, jadi ketika Tuan Gazel meninggal, atau detak jantungnya sudah tidak terdeteksi, makan alat ini akan meledak di dalam Tubuh Anda,” jawab Erald, yang membuat Chloe terkejut langsung menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


“Lalu, yang ke 4? Apa arti dari point itu?” Chloe kembali mempertanyakan lagi pasal ke empat, dia tahu jika ke 4 pasal point ini sama sekali tidak ada yang menguntungkan untuknya.


“Nyonya Dwargo, saya perlu memberitahukan Anda, jika suami Anda Tuan Gazel, Berprofesi sebagai bos mafia peragangan organ tubuh manusia, Wanita, Bayi, Nar ko ba, senjata uranium dan lain - lain. Dan hobbynya adalah mendengar suara rintihan kesakitan yang di anggap seperti melodi baginya. Dia juga merupakan seorang Psychopat tersadis yang pernah ada, jadi tugas Anda adalah menemani di saat dia mengerjakan hobbynya itu.” Erlad menjawab bahkan dengan memberitahukan apa peofesi daei Gazel.

__ADS_1


Seketika tubuh Chloe langsung bergetar hebat, dia ketakutan dan bahkan tidak tahu bagaimana caranya dia mendeksripsikan perasaanya saat ini.


Bahkan tatapannya kini berubah menjadi ketakutan Jika berhadapan dengan Gazel. “Tuan Erald.” Panggilnya pada pria yang sejak tadi sudah berbicara panjang kali lebar menjelaskan apa tugas dan perintah untuknya.


“Tuan, apakah saya bisa membatalkan semua ini? Misalnya saya mengembalikan uang kalian? Apakah saya bisa lepas?” Tanyanya dengan begitu polos.


Jujur dia tidak bisa melanjutkan pernikahaan yang menurutnya sangat toxic ini. Awalnya dia berpikir jika dia akan menikah dengan seorang CEO, atau setidaknya dengan pria yang mapan.


Tidak pernah terbayangkan sebelumnya dalam pikirannya kalau dia akan menikah dengan seorang Mafia yang mempunyai sifat Psychopat.


Erald tersenyum menanggapi pertanyaan polos yang di berikan Chloe kepadanya. “Di perjanjian sudah tertulis, jika perjanjian jual beli tidak bisa di batalkan, kecuali Tuan Gazel yang menginginkannya.” Jawab Erald, membuat harapan Chloe yang berpikir bisa lepas dari jeratan ini kini hancur lebur begitu saja.


“Tuan, apakah operasinya akan di lakukkan sekarang?” Tanya Erald, yang kini tertuju pada bosnya.


Gazel hanya melirik sejenak, dan menaikan salah satu alisnya sebagai tanda jawaban iya darinya.


“Nyonya, Anda bisa ikut dengan kami.” Pinta Erald dengan lembut, Namun Chole sama sekali tidak bergerak, dia masih duduk dengan tatapan menatap ke arah Gazel.


Melihat Gazel yang sama sekali tidak ada respon, Chloe menutup matanya sejenak dan merasakan jika air matanya jatuh tanpa seizinnya. Lalu dia bangkit mengikuti kemana Erald membawanya.


Chloe berjalan dengan tatapannya yang kosong, dia merasa jika saat ini kehidupan telah mempermainkannya. Harapan yang tadi dia agung - agungkan untuk bisa bebas dari rumah Orang tuanya, malah menerjunkannya ke dalam sebuah neraka yang tak berujung.


Di saat setengah perjalanan, Chloe menghentikan langkahnya untuk sejenak, Rose yang berada di belakangnya otomatis ikut terhenti. “Ada apa Nyonya?” Rose mempertanyakan kenapa Chloe menghentikan langkahnya tiba - tiba.


“Apakah aku bunuh diri saja? Pakai pisau? Tadikan aku sudah merasakan bagaimana sakitnya sebuah sayatan, harusnya tidak mengapa kalau aku mengnyayat nadiku sediri.” Chloe berpikir, dan berbicara pada batinnya sendiri.


“Nyonya Dwargo.” Tegur Erald, yang mendengar jika Rose memangil - manggil Chloe, tetapi istri bosnya itu hanya diam tanpa mereka tahu apa yang sedang wanita itu pikirkan.

__ADS_1


Mendengar Sapaan Erald dengan sedikit sentuhan di pundaknya, Chloe langsung terkejut dan mengembalikan kesadarannya. “Eh, iya, maaf,” sahutnya, lalu ikut kembali melangkahkan kakinya. Menyisahkan tanda tanya besar untuk Rose dan juga Erald.


15 menit mereka berjalan, sampai akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan yang sangat menakutkan menurut Chloe.


Ruangan itu di penuhi dengan banyak alat - alat mengerikan yang sepertinya baru saja mau di buat oleh mereka.


“Nyonya, perkenalkan, dia adalah dokter Demon yang akan mengoperasi Anda.” Erlad memperkenalkan Demon beserta jajarannya yang sudah siap siaga untuk menenamkan alat itu ke tubuh istri bos mereka.


Tadi waktu di perjalanan, mereka semua memang sudah di kabari oleh Erald, jika Nyonya besar mereka akan datang dan akan melakukkan operasi. Jadi mereka sudah siap siaga untuk melakukkannya.


Tetapi Chloe hanya tersenyum tipis menanggapinya.


“Biar aku saja yang melakukkannya.” Suara Gazel tiba - tiba terdengar, membuat semua yang ada di sana langsung menoleh ke arah bos besar mereka, terutama Chloe, yang wajahnya sudah memucat mendengar kalimat Gazel yang mau menangani operasi untuknya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2