Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 34


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Ketika pesawat pribadi milik Gazel sudah terparkir sempurna di senuah lapangan terbang di sebuah Negara yang tidak dia ketahui.


Chloe memilih untuk melangkahkan kakinya duluan. Dia marah dengan Gazel karena sudah berani mempermainkannya seperti tadi.


“Tuan, apakah kita tidak perlu mengejar Nyonya Chloe?” Tanya Erald, ketika melihat Chloe sudah lebih dulu berjalan keluar.


“Tidak perlu, karena dia juga sudah memiliki pengawalnya sendiri.” Jawab Gazel, lalu juga ikut melangkah keluar dari pesawatnya.


Ketika Chloe keluar dari Bandara, dia seperti mendengar bahasa yang tak asing baginya. “Huwaaa, apakah kita sedang berada di Rusia?” Tanyanya pada pengawal yang berdiri di belakangnya. Dia masih belum tahu jika mereka adalah pengawal yang akan terus mengikutinya kemanapun.


Yang dia tahu jika mereka adalah ajudan suaminya yang tidak ada urusan apa - apa dengannya.


“Benar Nyonya, kita berada di Rusia.” Jawab ajudan itu, membuat Chloe merasa sangat - sangat bahagia sekali, karena Rusia juga merupakan salah satu Negara Impian yang ingin dia datangin.


Gazel yang melihat raut wajah kebahagian istrinya, langsung menarik pinggang Chloe agar mendekat kepadanya. “Jangan terlalu bebas! Kamu tidak lupa siapa suamimu kan?! Banyak musuh yang akan mengawasimu!” Bisik Gazel, yang sontak membuat wajah bahagia Chloe berubah menjadi murung.


“Apa yang akan kita lakukkan di sini?” Tanya Chloe, sebelum dia di paksa masuk ke dalam mobil oleh suaminya.


“Kita akan pergi ke Bagian Utara, jadi kamu lebih baik menikmati saja.” Jawab Gazel, lalu dia ikut masuk ke dalam mobil, agar mereka bisa segera pergi dari sana.


“Rusia bagian utara?” Gumam Chloe, yang mengingat - ingat peta. Rusia adalah Negara paling Terfavorite untuknya, jadi tidak mungkin dia tidak tahu bagian - bagian Rusia.

__ADS_1


“Apakah kita akan pergi ke Siberia?” Tanyanya yang malah mendapatkan tatapan tajam dari Gazel.


Tetapi seperti biasa tatapan menyeramkan itu bukannya membuat Chloe takut malah dia semakin yakin jika Gazel memang akan membawanya ke sana.


Gazel ketika melihat Chloe tersenyum, dia tahu apa yang sedang di pikirkan oleh istrinya. “Kita ke sana bukan buat liburan, tetapi karena ada pekerjaan, dan kamu juga tidak akan bisa ke mana - mana.” Ucap Gazel memberikan peringatan kepada istrinya.


“Lalu? Kalau bukan untuk liburan untuk apa aku di bawa ke sini? Kamu itu berarti hanya memberikan aku harapan?!” Maki Chloe dengan begitu kesal.


“Bagaimana bisa di bilang memberi harapan? Kalau aku saja tidak pernah bilang kita akan liburan.” Balas Gazel, merasa tidak terima jika di katakan dia memberi harapan palsu.


Melihat dan mendengar pertengkaraan dan perdebatan yang kembali terjadi antara Ke dua suami istri di kursi belakang. Erald kembali menghela nafasnya sambil terus menggelengkan kepalanya, mungkin yang akan mempunyai hipertensi adalah dia bukan mereka.


Tetapi, semenjak menikah dengan Chloe, Erald merasa jika bosnya sudah keluar dari Zonanya.


Gazel yang tidak pernah banyak bicara, sekarang dia bahkan mau membuang tenaganya hanya untuk berdebat tidak penting dengan istrinya.


20 menit kemudian, Erald tidak mendengar ada suara apapun dari belakang, dan ketika dia menoleh, dia melihat Chloe yang tidur menggunakan paha Gazel sebagai bantal, dengan Gazel yang terus mengelus rambutnya.


“Ada apa Erald?” Tanya Gazel, ketika dia mendapatkan asistennya itu menoleh ke arahnya.


“Saya hanya ingin memastikan jika Tuan dan Nyonya baik - baik saja.” Jawab Erald dengan jujur.


Gazel terlihat menatap ke arah luar. “Apakah kamu juga merasakannya?” Tanya Gazel lagi, seakan dia juga mengetahui apa yang sedang di pikirkan oleh asistennya itu.


“Saya belum pasti Tuan.” Jawab Erald, karena dia takut salah bicara.

__ADS_1


“Apakah dia datang memang untuk memberi warna ke dalam hidupku?” Gazel mempertanyakan lagi hal itu.


“Saya tidak bisa memastikannya Tuan, karena semua rasa itu Anda sendiri yang merasakannya, jika Anda mulai mencintai Nyonya, itupun juga bukanlah hal yang Aneh, karena Nyonya Chloe adalah istri Anda, dan tentu saja hal mencintai itu wajar.” Erald memberikan penjelasan pada Tuannya yang dia ketahui sangat minim tentang perasaan.


Gazel menoleh kembali, kali ini dia menatap wajah Chloe dengan lekat. “Apa itu Cinta? Apa itu rasa? Apakah kamu bisa menjelaskannya?” Tanyanya lagi, dan ekspresi Erald langsung berubah. Karena dia juga tidak tahu apa itu Cinta.


“Maaf Tuan, kali ini saya belum bisa menjawabnya, saya akan mencari pemahaman lebih dulu tentang Cinta, lalu akan saya jelaskan kepada Anda.” Jawab Erald, yang meminta Gazel menunggu dulu jawaban yang pasti darinya.


Lagian? Cinta? Siapa yang tahu arti Cinta? Tidak semua manusia di Dunia ini tahu apa arti Cinta. Terkadang mereka mengaku merasakan itu Cinta, tetapi mereka tidak benar - benar mengerti akan artinya.


“Baiklah, aku akan menunggu jawabanmu itu!” Balas Gazel lagi, lalu dia memilih untuk memejamkan matanya untuk sebentar.


Karena kegiatan panas di pesawat tadi, sudah sedikit menguras energinya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2