Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 13


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah membersihkan tubuhnya, Gazel yang tadinya ingin bersama dengan istrinya. Langsung gagal karena ada laporan dari klinik yang baru saja di geledah polisi, karena laporan dari dua pria tadi.


Tetapi sebelum itu, Gazel menyempatkan dirinya untuk kembali ke kamar. “Kamu istirahat saja terlebih dahulu, karena aku akan pergi sebentar,” ucapnya pada Chloe, yang tidak merespon apa - apa selain menampilkan senyumnya yang sudah jelas sangat terpaksa itu.


Gazel merasa senang, karena Chloe sepertinya menunjukan sikap yang baik karena mau menuruti semua kalimatnya.


“Aku akan pulang lambat sepertinya malam ini, sekitar jam 11san semacamnya, dan di jam 12 akan ada pertunjukan yang sangat bagus, aku sarankan kamu untuk bangun di jam 10:30 atau jam 11 juga tidak apa - apa. Nanti aku akan membangunkau agar kita bisa sama - sama melihatnya.” Gazel memberitahu Chloe, apa rencana yang akan dia lakukkan malam ini.


Chloe menganggukan kepalanya pelan, dia juga menatap Gazel tanpa ada perasaanya bencinya, agar Suaminya itu tidak tahu jika dirinya sangat - sangat membenci pria itu.


Gazel mengecup kening Chloe dengan singkat, lalu dia mengusap kepala istrinya dengan perasaan hangat. Membuat Chloe merasa salah tingkah dan baper sendiri karena sikap suaminya yang lembut seperti ini.


Tetapi, jika suaminya itu sudah kumat, maka dirinya memilih untuk lebih banyak mengagungkan nama Tuhan, agar dosa - dosanya di ampuni sebelum dia meregang nyawa.


Gazel melangkahkan kakinya, lalu dia melihat Shopia yang berada di depan pintu. Wajahnya yang tadinya ada senyum, kini berubah menjadi dingin seperti biasa. “Jga nyonya! Jika sampai dia kabur, atau melakukkan hal yang di luar batas! Maka kamu yang akan mendapatkan akibatnya.” Gazel berucap, memberikan ancaman pada Shopia, wanita yang sudah dia tunjuk khusus untuk menjaga istrinya.


“Baik Tuan.” Sahut Shopia, menundukan sedikit tubuhnya memberikan hormat sebelum Gazel perrgi hilang dari pandangannya.


Ketika Gazel pergi, bukan hanya Shopia yanh akhirnya bisa bernafas, tetapi Chloe juga akhirnya bisa bernafas legah, dari nafasnya yang tiba - tiba terasa sesak jika Gazel ada di sekelilingnya.


Di saat Shopia ingin melangkahkan kakinya masuk ke dalam, terlihat seorang pelayan terlihat sedang naik tangga ke atas dengan membawa sebuah nampan berisikan makan malam untuk Nyonya mereka.


Shopia bergegas langsung mengambilnya, agar temannya itu tidak perlu sampai naik ke lantai 3 ini.

__ADS_1


Ya, kamar Gazel dan Chloe berada di lantai 3 Mansion itu. Tetapi untuk Gazel, Erald, Chloe dan isekai, mereka bisa naik turun dengan menggunakan lift yang tersedia, sedangkan untuk para pelayan dan pengawal, di wajibkan untuk menaiki tangga.


“Nyonya, makan malam Anda sudah siap, lebih baik Anda memakan makan malam dulu, baru Anda istirahat, karena tidur di saat perut lapar itu sangatlah tidak enak Nyonya.” Shopia berucap sambil membawakan nampan berisikan makanan itu.


Dia meletakannya dj atas meja terlebih dahulu, lalu dia mengangkat meja kecil sekaligus nampannya agar Chloe bisa makan di atas tempat tidur.


Chloe melihat makanan yang di sajikan, tiba - tiba saja dia teringat akan perbuatan suaminya yang tadi habis memotong - motong tubuh manusia, dan kebetulan malam ini dia juga di hidangkan soup Iga, dan sebuah steak, membuatnya berpikir yang bukan - bukan.


“Shopia.” Panggilnya, pada pelayannya yang masih berdiri di sebelahnya itu. Bahkan terlihat ada pelayan lain yang berdiri di depan pintu, sepertinya pelayan tadilah yang mengantar makanan ini, dan sekarang dia harus menunggu sampai Chloe selesai makan untuk membawa kembali piring - piring bekas makannya ke bawah.


“Ya Nyonya.” Sahut Shopia, dengan menatap Chloe yang sedang memandangi makanannya dengan penuh perasaan jijik.


Shopia sepertinya mengerti apa yang sedang di pikirkan oleh istri bosnya ini. “Nyonya, Anda jangan khawatir! Karena itu adalah daging Wagyu, bukan daging manusia.” Ucap Shopia, membuat Chloe langsung menatapnya penuh dengan tanda tanya.


“Ketika Tuan Gazel melakukkan hal seperti tadi, semua dagingnya akan di berikan pada singa - singa atau Harimau peliharaannya, dapur untuk memasak makanan merekapun di belakang, sangat jauh dari rumah.” Shopia menjelaskan, apa yang terjadi pada potongan - potongan tubuh manusia itu setelah di perbuat seperti tadi.


“Jika dia adalah Psychopat gila, tidak menutup kemungkinan jika dia seorang kanibal kan, kita tidak ada yang tahu.” Balas Chloe, masih memberikan arguementnya pada Shopia.


“Benar Nyonya, tetapi kami bisa jamin, jika itu bukanlah daging manusia, Tuan Gazel tidak akan pernah membuat Anda merasa kecewa dengan makanan yang akan masuk ke dalam tubuh Anda, percayalah.” Sahut Shopia lagi, membuat Chloe akhirnya menarik nafasnya panjang, dan mencoba untuk mulai mengangkat pisau makan dan garpunya.


Dia pernah memakan daging Wagyu, jadi dengan satu gigitan harusnya dia bisa menilai, apakah ini adalah benar - benar wagyu, atau seperti yang dia pikirkan?


Chloe menghela nafasnya, dia juga tidak mau banyak berpikir, karena dari rumah tadi pagi dia hanya memakan 2 lembar roti, dan sekarang dia butuh memasukan makanan ke dalam tubuhnya karena dia juga harus minum obat.


Tiga puluh menit, karena tenaganya yang kurang, akhirnya Chloe bisa menghabiskan makanannya itu. Dia meminum air dan mendapatkan obat dari Shopia.


“Terima kasih Shopia.” Ucap Chloe, karena dengan adanya Shopia di sekelilingnya, dia merasa sangat terbantu.

__ADS_1


Shopia sempat tertegun mendengar kalimat Chloe yang mau mengucapkan terima kasih kepadanya, biasanya tidak ada yang mengucapkan dua kata itu. Membuatnya langsung tersenyum. “Sama - sama Nyonya.” Balasnya, dengan menganggukan kepalanya pelan.


Lalu Shopia mengangkat piring dan meja yang sudah selesai di gunakan, dan berjalan keluar untuk memberikan piring kotor itu pada pelayan yang menunggu di luar.


Melihat Shopia yang masih sibuk mengarahkan pelayan di luar, Chloe menunggu pelayannya itu karena merasa ingin di bantu.


Dia ingin berbaring, tetapi dia belum bisa menggerakan tubuhnya untuk miring ke belakang. Dia ingin memperbaikinya, tetapi tidak bisa, jadi membutuhkan Shopia untuk membantu.


Ketika masuk, Shopia mendapatkan istri bosnya itu seperti menunggunya. Melihat itu, Shopia seakan paham dan langsung mempercepat langkahnya dan memperbaiki bantal - bantal milik Chloe.


“Selamat beristirahat Nyonya.” Ucap Shopia, lalu mematikan lampu kamar. Dia juga melangkahkan kakinya keluar, karena tidak ingin mengganggu istirahat nyonya besarnya itu.


*To Be Continue. **


Gengs, Maaf ya Mimin Kemarin gak Update, soalnya tangan kanan Mimin berasa mati rasa. Merasa gak nyaman, jadi 2 hari kemarin Mimin nulisnya juga gak maksimal bahkan libur. Jadi harap di maklumin ya gengs 🙏🏻🙏🏻


Dan mohon maaf sebesar - besarnya 🙏🏻


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2