
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Mulai di kantor tadi, perasaan Chloe sudah tidak enak. Raut wajah Gazel berubah sedari mereka pergi tadi sampai sekarang.
Chloe mencoba untuk mengabaikannya, dan bertindak dengan acuh. “Erald.” Panggil Gazel, dengan suaranya yang berat.
“Pria tadi, kamu tahu apa yang harus kamu lakukkan bukan?!” Ujarnya, dan kali ini tentu saja membuat Chloe langsung menoleh menatapnya.
Pria tadi yang mana? Selama mereka pergi bersama, mereka hanya bertemu dengan satu pria dan -
“Apa yang akan kamu lakukkan?” Tanya Chloe, secara sepontan menanyakan tindakan yang akan di lakukkan oleh Gazel.
“Apa yang akan aku lakukkan itu bukanlah urusanmu!” Jawabnya dengan tegas.
Chloe semakin merasa tidak nyaman dengan hal ini, Apa? Apakah sekarang dia mulai menunjukan sikap aslinya? Apakah kemarin sikap lembut itu bukanlah sifatnya?
Dalam hati, Chloe terus menerus mencoba bertanya apa yang sedang terjadi saat ini, apa yang dia lakukkan sampai membuat Gazel seperti semarah itu kepadanya.
“Baik Tuan.” Sahut Erlad, yang tadi sempat menahan responnya karena mendengar suara Chloe yang lebih dulu mencela.
Kembali mereka terlibat dalam keheningan saat ini, mereka tidak ada yang membuka suara sampai kemudian mereka sampai di sebuah bangunan cukup megah namun tertutup.
Chloe tidak bisa melihatnya, karena mobil Gazel memiliki dinding pelapis yang membuat mereka tidak bisa membuka jendela atau bahkan melihat jalanan.
Erald turun dari mobil, ketika dia sudah memarikan kendaraan itu dengan sempurna. Dia bergegas untuk membukakan Gazel pintu mobil. “Silahkan Tuan.” Ucapnya, mempersilahkan Gaze untuk keluar dari mobil.
Jujur saja, Chloe kembali menahan rasa pedih di dadanya, Namun dia berusaha untuk tidak memperlihatkan kesakitannya itu di depan Gazel.
“Apakah semuanya sudah siap?” Tanya Gazel,
Ketika Isekai terlihat menghampirinya.
“Sudah Tuan.” Jawab Isekai, lalu Gazel mulai melangkah bersama dengan Isekai.
“Nyonya, sebelah sini.” Erlad bersuara, menahan langkah Chloe yang ingin mengikuti Gazel.
Awalnya Chloe merasa sedikit bingung, Namun akhirnya dia mengikuti saja kemana Erald mengarahkannya.
Dia masih kepikiran soal Andreas, apa yang akan terjadi pada pria itu setelah ini?
Salahnya karena mau mengobrol dengan pria itu tadi, sedangkan dia jelas tahu jika Gazel tidak mengizinkan dia berbicara dengan orang lain.
Erald membukakan pintu untuk Chloe, dan kini mereka sudah berada di sebuah balkon yang di bawahnya terdapat banyak wanita yang akan masuk seleksi pemilihan rahim yang sehat.
__ADS_1
“Ini? Kenapa ada banyak sekali wanita di bawah sana?” Chloe menanyakan hal itu pada Erald, memanfaatkan Gazel yang tidak ada di sekelilingnya, membuat Chloe lebih berani untuk bertanya.
“Wanita itu akan di nilai secara kesehatan, kecantikan dan terutama Rahim mereka, karena mereka semua akan menjadi wanita rahim sewaan.” Jawab Erald, menjelaskan secara garis besar saja.
“Wanita rahim sewaan?” Lirih Chloe pelan. Dia masih berusaha untuk mencerna apa yang ada di hadapannya ini.
Dia memang sudah mendengar jika suaminya memiliki banyak tindak kejahatan termasuk perdagangan wanita dan juga perdagangan organ tubuh, tetapi menyewakan rahim seorang wanita? Apakah itu tidak terlalu keterlaluan?
Seorang ibu melahirkan dengan susah payah dan bahkan sampai mempertaruhkan nyawanya, lalu sekarang? Wanita - wanita ini bahkan di paksa untuk mengandung bayi orang lain dan melahirkannya. Dan dengan kata sewaan, sudah jelas jika hal itu tidak hanya akan di lakukkan sekali saja.
Chloe semakin tertegun mengetahui hal ini, dia hanya berusaha untuk mencoba membobol perasaan pria itu agar bisa sedikit menghargai setiap populasi yang lain.
“Aahhhhhh.” Keluh Chloe, menahan rasa sakit di dadanya.
“Nyonya, apakah Anda baik - baik saja?” Erald langsung melihat kondisi Chloe.
Dari pakaian wanita itu mengeluarkan darah, sepertinya luka bekas operasinya masih sangat basah, sehingga masih mengeluarkan darah jika Chloe sangat kecapeaan.
“Aku tidak apa - apa Erald.” Jawabnya, berusaha menegakkan lagi tubuhnya.
Namun, ternyata dia tidak sekuat itu. Dia bahkan langsung terjatuh pingsan dan membuat Erald merasa sedikit panik di buatnya.
Erald mengangkat tubuh Chloe untuk meletakannya di dalam ruangan khusus, dan tak lupa juga dia melaporkan keadaan Chloe pada Gazel.
****
“Ahhhhhh? Di mana aku? Kenapa aku -“ kalimatnya terhenti, ketika dia melihat Gazel yang duduk di sofa tak jauh dari tempat tidur.
“Sayang, kita di mana? Dan kenapa tangan serta kaki aku di rantai?” Tanya Chloe, berusaha agar dirinya bisa bersuara dengan lembut.
Gazel menghela nafasnya, lalu dia beranjak dari posisinya saat ini. “Aku bukanlah seorang yang sabar menahan amarahku, dan apa yang kamu lakukkan tadi mengobrol dengan pria lain, apakah kamu mencoba untuk memberitahukan jika suami kamu ini adalah seorang Psychopat gitu? Apakah kamu akan memberitahukan ke semua orang kalau kamu menikah karena terpaksa.” Suara Gazel terdengar sangat menggelegar.
“Tidak, aku tidak ada mengobrol dengan pria tadi, aku hanya -“ lagi - lagi kalimatnya terhenti, ketika dia melihat Gazel memegang sebuah cambuk yang cukup besar.
Dengan posisinya yang saat ini sedang berdiri, dan tangannya di rantai naik ke atas, serta kakinya yang juga di rantai, membuatnya terlihat seperti tahanan.
Ctaaakkkkkk,,Ctaaakkkk, suara cambuk terdengar membuat Chloe sedikit merasa takut.
“Aku tidak menyuruhmu untuk membela diri!” Tegasnya, seperti memperingatkan Chloe bahwa dia tidak butuh wanita itu untuk bersuara dengannya.
Tanpa di sengaja, air mata Chloe menetes begitu saja. Saat ini dia sangat - sangat takut, dia tidak tahu harus berbuat apa. “Maafkan aku.” Hanya kalimat itu yang terdengar, sebelum Gazel mendaratkan cambuk itu di tubuhnya.
Ctaaakkkkkkk, Chloe terkejut di saat cambukan pertama mulai mengenai tubuhnya.
Rasa perih mulai menjalar di bekas cambukan tadi.
__ADS_1
“Hitung! Aku akan mencambukmu 5 kali karena kamu sudah berani mengobrol dan tersenyum di depan pria lain!” Perintahnya lagi.
Chloe menangis, namun masih berusaha mengkondisikan suaranya. “Satu.” Hitungnya, sembari terus merintih kesakitan.
Ctakkkkkkk
“Dua.”
Ctaakkkk
“Tiga.”
Ctakkkkk
“Empat.”
Ctakkkk
“Lima,”
Di saat cambukan terakhir, Chloe merasa sangat marah dengan Gazel. Dia tidak menyangka jika pria ini bahkan tidak mendengarkan alasannya atau kalimatnya dulu sebelum melakukkan hal sekeji ini kepadanya.
“Dengar! Aku akan melakukkan hal yang lebih parah dari ini, bahkan mungkin kamu tidak membayangkan sebelumnya akan seperti itu sampai kamu kembali membuatku kesal! Apakah kamu mengerti?!” Gazel berbicara dengan penuh isyarat pengancaman.
Plaaaakkkkkkkkk, satu tamparan begitu keras Gazel berikan, sampai bibir Chloe mengeluarkan banyak darah karena pecah.
“Kamu punya mulut! Bisa gunakan sesuai fungsinya!” Sentaknya merasa kesal, karena Chloe tidak langsung menjawabnya.
“Hiskkkkk, men - mengerti.” Jawabnya, dengan bibir yang sudah membengkak karena pecah. Dan bahkan sudah mengelurkan banyak darah.
Setelah mendengar jawaban Chloe, Gazel memilih untuk meninggalkan wanita itu sendiri. Namun tak lupa dia meminta Erald untuk membuka rantai yang mengikat Chloe dan meminta dokter untuk mengobati luka - lukanya.
“Demi Tuhan, aku membencimu seumur hidupku Gazel.” Batinnya, penuh dengan amarah yang tidak bisa dia ungkapkan.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*