Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 7


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Sedang di sisi lain, Gazel terlihat sedang memantau sebuah markas baru yang sudah mulai beroperasi.


“Jadi bagaimana Isekai?” Tanyanya, pada anak buah unggulannya itu.


Isekai tersenyum dengan penuh bangga. “Tenang saja Tuan, semuanya sudah aman terkendali, karena dari rumah bor dir saya sudah mendapatkan 3 wanita hamil dan saya alihkan ke sini. Sedangkan wanita - wanita yang datang dengan suka rela juga banyak.” Jawab Isekai, memberikan laporannya pada Gazel yang berdiri dan ingin melihat pekembangan markas baru yang terlihat sangat mewah.


Gazel membaca laporan itu sedetail mungkin. “Wanita itu bisa hamil berapa kali?” Gazel bertanya, karena dia masih menghitung jumlah keuntungan yang akan dia dapatkan dengan hasil membuat penyewaan Rahim ini.


Isekai terlihat diam sejenak untuk memikirkan jawaban yang pas akan pertanyaan Tuannya itu. “Hemm, mungkin sebanyak mungkin Tuan, asal mereka kuat dan Tidak mati.” Jawab Isekai dengan begitu santai.


“Tempat ini akan sangat menguntungkan Tuan, tetapi saya juga sudah membedakan, mana wanita bersih yang datang untuk menyewakan rahimnya pada pasangan yang ingin hamil tapi tidak bisa, dan ada juga wanita yang hamil dari hasil penjualan dari pelanggan. Jadi saya sudah memisahkan mereka, dalam bentuk kelas dan lain - lain.” Isekai menjelaskan kembali, perkembangan yang sudah dia lakukkan selama 2 hari tempat ini berdiri.


Gazel menganggukan kepalanya mengerti. “Intinya saya mau, makanan mereka terdiri dari empat sehat lima sempurna, berikan kwalitas bayi yang baik untuk para klien, apakah kamu mengerti?!” Ucapnya, memberikan pesan pada Isekai, bagaimana dia harus memberikan fasilitas terbaik bagi wanita - wanita yang akan mengandung bayi orang lain.


Isekai menundukan kepalanya pelan, “sesuai dengan yang Anda inginkan tuan.” Balas Isekai, lalu berpamitan pergi untuk mengurus apapun yang bisa dia urus. Termasuk menyeleksi dokter - dokter Obygn yang akan bertugas di sini.


***


Gazel kembali berkeliling untuk melihat kwalitas bangunan markas ini, sampai dia mendapatkan pesan dari Erald, kalau mereka sudah dalam perjalanan ke Mansi


“Tuan.” Panggil Isekai, ketika dia baru saja akan melangkahkan kakinya untuk pergi ke dalam ruangannya.


“Tuan, Games kematian yang Anda inginkan, malam ini sudah bisa terlaksana.” Lapornya, memberitahukan Gazel jika rencana mereka pada orang - orang yang bernasib sial malam ini akan di eksekusi.


Mendengar hal itu, Gazel langsungtersenyum dengan puas. “Baikalah, kamu persiapkan semuanya! Saya akan pulang untuk menyambut kedatangan calon istri saya, dan kemungkinan besar malam ini saya akan membawanya.” Balas Gazel memberikan Perintahnya lagi untuk Isekai.


“Baik Tuan.” Sahut Isekai, dan kembali pamit meninggalkan Gazel yang kini bahkan juga melangkah untuk pergi.

__ADS_1


Karena perjalanan dari markas itu ke Mansion sekitar 1,5 jam lamanya, jadi dia juga harus bergegas untuk pulang.


****


Ketika sudah sampai di Mansion, Erald membangunkan Chloe yang masih tertidur dengan nyaman. Sepertinya wanita itu memang sangat kelelahan atau karena semalam dia tidak tertidur sama sekali memikirkan hari ini.


“Nyonya Dwargo.” Panggilnya, namun Chloe masih enggan untuk bangun dan menikmati tidurnya.


Gazel, yang juga baru saja tiba, melihat Erlad yang berdiri sendiri tanpa sosok calon istrinya. “Erald.” Panggilnya, lalu keluar dari mobilnya meihat Chloe yang tertidur dengan nyenyak.


“Sudah berapa lama dia tertidur?” Tanya Gazel.


“Dari saat baru di jalan, dia sudah tertidur Tuan.” Jawab Erlad.


“Kalian angkag saja barang - barangnya! Aku akan mengangkatnya masuk.” Perintahnya, lalu dia yang masuk ke dalam mobil untuk mengangkat Chloe masuk ke dalam Mansionnya.


Gazel terlihat tidak jahat dan tidak ada berniat jahat pada Chloe, dia bahkan meletakan tubuh calon istrinya itu dengan lembut di atas sofa ruang keluarga.


Sedangkan Erald hanya berdiri saja di sebelah tuannya itu.


“Ini semua adalah barang milik Nyonya Tuan,” Erald menyerahkan ponsel, Laptop dan apple watch milik Chloe yang tadi di minta.


Gazel meletakan Rubiknya, lalu mengambil semua barang milik Chloe. “Buka!” Pinta Gazel, ingin memeriksa ponsel calon istrinya.


Erald yang sudah di beritahukan Pasword ponsel Chloe, langsung mengambil alih ponsel itu dan membuka kuncinya, serta memberitahukannya pada Gazel.


“Kapan surat nikahnya keluar?” Tanya Gazel, ketika dia menerima kembali ponsel milik Chloe, dan menanyakan tengang Sertifikat pernikahaan mereka.


“Sore ini akan keluar Tuan, dan Anda dengan Nyonya sudah resmi menjadi suami istri.” Jawab Erald, memberikan jawaban yang sesuai dengan keinginan hati bosnya.


Mendengar hal itu, tentu saja Gazel langsung tersenyum dengan tipis dan terus menatap ke arah Chloe. “Welcom to the Hell, baby.” Gumamnya, lalu kembali fokus untuk memeriksa isi dari ponsel Chloe.

__ADS_1


Jika ada yang mencurigakan, dia pasti akan langsung membunuh siapapun itu.


“Erald, alat yang aku minta, apakah bisa di pasangkan sekarang?” Tanya Gazel kembali, ketika dia mengingat sebuah alat yang di ciptakan khusus oleh anak buahnya seperi yang dia minta.


“Sudah Tuan, saya akan menghubungi Rose untuk membawakan alat itu ke sini.”


Jawabnya lalu bergegas untuk membuka ponselnya menghubungi anak buahnya yang khusus menciptakan alat - alat yang di berada di luar nalar untuk permintaan Gazel tuan mereka.


Dan di saat Gazel tengah sibuk memeriksa ponsel Chloe, tiba - tiba saja wanita itu melenguj dan terbangun dari tidurnya.


Dengan pelan Chloe mengerjapkan matanya, dan tatapan pertama kali yang dia dapatkan adalah sebuah pandangan luas serta atap rumah yamg sangat tinggi.


“Tuan, alat itu akan segera datang dalam 10 menit ke depan.” Erald memberikan hasil dari pembicaraannya dengan Rose.


Chloe mendengar suara yang tidak asing baginya, dan hal itu membuatnya langsung bergegas untuk bangun, hingga mengejutkan Erald dan juga Gazel yang ada di sana.


“Ahhh, maaf, maafkan saya karena saya ketiduran.” Chloe menundukan kepalanya penuh dengan penyesalan. Dia merasa sangat tidak enak karena kesan pertama ketika dia datang adalah dirinya yang tidur dengan nyenyak seperti itu dalam waktu yang lama.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2