Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 39


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Setelah semalaman melakukan kegiatan panas, kini ke duanya baru bisa bangun di saat jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.


Tetapi, bukannya hubungan semalam itu membuat mereka jadi lebih harmonis, kini mereka malah bertengkar, dan membuat Erlad dan Seika pusing mendengarnya.


"Kan semalam kamu yang Minta, berarti kamu yang kalah!" Tegas Gazel, tidak mau di tuduh sebagai pihak yang kalah dalam tantanganya bersama dengan Chloe.


"Tidak, kamu yang jelas - jelas meniduriiiku duluan, kamu yang hancurkan masa depanku, jadi kamu yang kalah." Balas Chloe, tak ingin kalah dalam perdebatan.


Sudah satu jam berlalu dan mereka masih terus beradu pendapat tentang siapa yang menang tentang siapa yang kalah.


"Tuan, apakah tidak sebaiknya Anda mengalah saja?" Tanya Erald yang akhirnya membuka pembicaraan untuk menangani permasalahn ke dua majikannya ini.


Chloe tersenyum, "Tuh, dengarin Erald, dia saja tahu jika laki - laki itu harus mengalah." Sahut Chloe, merasa menang karena Erald membelanya.


"Tidak itu tandanya, aku sebagai laki - laki tidak mempunyai keputusanku sendiri!" Gazel menolak untuk mengalah. Membuat Chloe kembali memutarkan bola matanya malas.


"Sudahlah, kalau kamu tidak menuruti aku, maka kamu tidak akan aku kasih jatah malam ini, biar saja kamu bermain solo." Ancam Chloe, yang sering mendengar kalimat itu ketika Ibu tirinya mengancam papahnya jika macam - macam.


Dan siapa sangka, jika kalimat itu sepertinya berfungsi. Karena wajah Gazel, langsung tertekuk tidak nyaman.


"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Gazel, langsung membuat Chloe tersenyum dengan bahagia.


"Aku ingin belanja banyak barang, aku ingin punya mobil, aku ingin punya banyak perhisan berlian, aku ingin jajan dan makan di restoran - restoran termahal."


"Dan yang terpenting! Aku ingin Ponsel dan Laptopku kembali!" Jawabnya, mengungkapkan semua keinginannya.


Membuat Gazel terdiam untuk sejenak. "Di challenge kali ini, tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang, kita sama - sama menginginkan kebutuhan biologis masing - masing."


"Jadi, aku akan menuruti semua keinginanmu, apapun itu, termasuk jika kamu ingin berkunjung ke rumah orang tuamu dan berhubungan kembali dengan teman - temanmu."

__ADS_1


"Tetapi!"


"Kamu juga harus menuruti semua keinginanku!" Tegas, Gazel, yang membuat Chloe menatapnya penuh curiga.


Suaminya ini, mau memberikannya banyak permintaan, pasti ada maksud terselubung.


Pasalnya, bertemu dengan orang tua, berhubungan kembali dengan teman - temannya. Itu sudah melanggar kontrak yang dia berikan saat itu. Dan jika dia melanggarnya, pasti ada sesuatu yang ingin dia buat.


"Memangnya apa?" Tanya Chloe penasaraan.


"Kamu harus berani membunuh dan menyiksa beberapa tahananku." Jawabnya, membuat Chloe tertegun mendengarnya.


"Apa?! Kamu gila ya?!" Tanya Chloe dengan amarahnya.


"Tidak aku tidak gila, aku hanya berpikir secara realistis aja saat ini." Jawab Gazel, lalu dia terlihat beranjak dari duduknya dan menatap ke arah jendela.


"Realistis apa? Kamu mengajarkan aku membunuh, hal itu tidak seharusnya kalu lajarkan padaku!" Sahut Chloe, menyenderkan tubuhnya di sofa. Dia tidak mengerti kenapa Gazel menginginkannya melakukan itu.


"Dan kamu sebagai istriku, tidak mungkin aku bisa melindungimu 100%, dan selebihnya kamu harus punya pertahanan diri sendiri, dan rasa tega untuk membunuh orang lain." Gazel memberikan alasannya, membuat Chloe menarik nafasnya dalam - dalam lalu menghembuskannya dengan pelan.


Dia juga memandang ke depan dengan pandanganya yang kosong. "Aku lupa, kalau sekarang aku adalah seorang istri dari ketua Mafia yang sangat berpengaruh,"


"Menikah dengan seorang Psychopat, berarti menandakan aku juga harus membangkitkan jiwa Psychopatku." Ujar Chloe, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Gazel.


"Nyonya, Alat yang menempel di jantungmu, besok akan di lepas. Karena dalam situasi ini, Tuan Gazel bahkan tidak bisa memastikan keselamatan Anda."


"Tuan Gazel, tidak meminta Anda untuk ikut dalam kudeta ini. Hanya saja, Tuan Gazel ingin Anda kabur sejauh - jauh yang Anda bisa. Dan jika dia tidak kembali untuk menjemput Anda, berarti Anda sudah harus menganggapnya Mati." Tungkas Erald, menjelaskan keadaan yang sangat genting ini.


Mungkin memang tidak dalam waktu dekat, tetapi cepat atau lambat, permusuhan dua kelompok ini pasti akan terjadi, dan membuat banyaknya pertumpahan darah.


Chloe bangkit dan mendekat ke arah suaminya. "Apakah kamu menginginkan keadaan ini? Apakah kamu akan melepaskanku?" Tanya Chloe, dengan pandangannya yang serius.


Gazel menoleh ke arah Chloe, "Kalau kamu mati, aku akan menikmati kukubird pria lain, maka teruslah hidup ya." Chloe berbisik menggoda Gazel.

__ADS_1


Lalu dia tersenyum sebelum menjauh. "Aku ingin belanja," serunya, membuat Gazel hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan senyuman tipis.


Tetapi Gazel melupakan satu hal, jika dia belum merasakan darah Chloe hari ini. Membuatnya seketika mengeluarkan pisau kecil dari kantongnya, dan bergegas menarik tubuh Chloe untuk duduk di pangkuannya.


"Ahhhh Gazel." Teriaknya kaget.


Sreeeekkkk, Gazel menyayat kembali paha Chloe, dan kembali mengukir huruf A di sana, jadi terukir Tato alami dengan huruf setengah GA.


Chloe menatap Gazel dengan pandangannya yang sinis. "Tidak bisakah kamu melakukkannya nanti? Kenapa harus sekarang?" Tanyanya dengan kesal.


Tetapi Gazel tidak memperdulikannya, ke dua matanya bebinar ketika melihat pisaunya yang penuh dengan darah Chloe.


Dia langsung menjilatnya dan bahkan ketika dia rasa kurang, dia kembali menyesapp darah itu langsung dari paha Chloe. "Ahhhhhh Gazel! Perih!!! Berhenti melakukkannya!" Rintih Chloe, dan langsung menjauhkan kepala Gazel dari pahanya.


Dia juga langsung menoleh pada Erald, untuk mengisyaratkan membawakannya sebuah kotak P3K.


Chloe merasa kesal pada Gazel, padahal jelas - jelas dia bilang, jika dia akan menambah ukiran tato alami itu kalau dirinya membuat kesalahan. Tapi ini dia tidak membuat kesalahan, dan kenapa masih lanjut dia mengukirnya.


Tetapi percuma berbicara dengan Gazel, karena pria itu tidak akan mendengarkannya, dan karena tidak ada dokter di sini, akhirnya Chloe mencoba mengobati dan membungkus lukanya itu sendiri.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2