
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Setelah sampai rumah dan ganti baju, Chloe terlihat ingin berbaring di tempat tidur.
Tetapi tak lama dokter Demon datang untuk mengobati luka sayatan di paha Chloe.
“Apakah Anda berbuat ulah lagi Nyonya?” Tanya Demon dengan senyumnya. Mencoba melirik ke arah Chloe yang sejak tadi hanya menampilkan wajah tidak perdulinya.
“Tidak, aku adalah gadis baik, jadi tidak mungkin aku membuat ulah.” Jawabnya dengan cepat. Dia menolak jika ada yang mengatakannya membuat ulah.
Demon terkekeh mendengar jawaban istri bosnya.
Tak lama kemudian, masuk Gazel yang tiba - tiba duduk di sebelahnya. “Apakah masih lama?” Tanyanya pada Demon.
“Hem, sebentar lagi Tuan.” Jawabnya, sambil terus menyatukan kulit yang tadi di sayat panjang menggunakan alat.
Beruntung sekarang sudah ada sebuah metode menyatukan kulit tanpa menjahit, jadi bisa sedikit lebih cepat.
“Memangnya kenapa kalau masih lama?” Tanya Chloe, merasa jika Gazel akan merencanakan sesuatu.
Gazel berdiri dari duduknya, lalu memasukan tangannya ke dalam kantung celananya. “Kita akan pergi ke markasku.” Jawabnya, membuat Chloe menghela nafasnya.
“Tidak, aku lelah! Aku tidak ingin pergi!” Balasnya menolak ajakan suaminya.
“Hemm, tapi aku tidak menanyakan apakah kamu mau ikut atau tidak.” Ujarnya, dan langsung pergi dari kamar.
Chloe menyeritkan keningnya. “Apakah bosmu itu tidak memiliki kepekaan sama sekali?” Tanyanya pada Demon.
Dia kesal karena seharian ini Gazel terus mengajaknya keluar. Padahal tubuhnya terasa sedikit tidak nyaman. Mungkin demam itu kembali menyerangnya.
Setelah selesai di obati oleh Demon, seperti biasa, bukan Chloe namanya kalau mau mematuhi keinginan Gazel.
Dia malah memilih untuk tidur, dan mengabaikan suaminya.
Gazel yang sedang di dalam ruangannya, akhirnya keluar dan melihat Demon yang sedang masuk ke dalam lift, yang artinya pengobatan Chloe sudah selesai.
Kemudian dia membuka pintu kamar, dia ingin melihat apakah istrinya itu sudah bersiap - siap atau bagaimana.
__ADS_1
Tetapi ternyata di saat dia masuk ke dalam kamar, istrinya itu malah berleha - leha berbaring.
“Chloe.” Panggilnya, berusaha dengan nada yang lembut.
Tetapi Chloe malah menulikan telinganya, berpura - pura tidak mendengar panggilan suaminya.
“Chloe, ayo kita sudah mau pergi! Jetnya sudah siap, hanya menunggu kamu saja!” Tegas Gazel, yang sangat yakin jika istrinya ini mendengar panggilannya, tetapi tidak mau merespon.
Gazel tidak cukup sabar menghadapi Chloe yang seperti ini, dia langsung menggendong tubuh Chloe layaknya karung goni untuk keluar.
“Aaaaaahhhhhg Gazel lepaskan aku!! Gazel!!!!!” Teriaknya memukul - mukul punggung pria itu, dsn terus menggerakan kakinya agar Gazel tidak kuat mengangkat tubuhnya.
Gazel sudah cukup habis kesabaran mengahadapi Chloe seharian ini, jika memang tidak bisa menggunakan suara, maka dia akan bertindak.
“Erald! Ambilkan tali! Biar aku ikat wanita ini agar tidak kabur!” Perintahnya pada Erald, yang terkejut melihat apa yang sedang bosnya dan nyonyanya lakukkan.
“Erald!” Pekiknya ketika Erald tidak mendengarkannya dan malah berdiri diam menatapnya.
“Eh iya Tuan.” Sahutnya, dan malah menyuruh anak buahnya yang lain untuk mencari tali.
***
“Maafkan aku! Tapi kalau kamu terus melawan dan mengabaikan perintahku, maka aku akan melakukkan yang lebih parah dari ini!” Ucap Gazel dengan tegas.
Chloe yang marah langsung mengalihkan pandangannya keluar, dia membuang wajahnya tidak mau melihat Gazel.
Melihat sikap Chloe yang sangat kepala batu ini, Gazel tersenyum dengan tipis sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
Baru kali ini hidupnya bewarna, memiliki tantangan untuk menundukan istrinya. Biasanya wanita lain, tanpa dia inginkan pun, para wanita itu sudah akan merangkak bersujud kepadanya.
Tetapi, berbeda dengan istrinya ini, baru dua hari menjadi istri saja dia sudah di buat dia sakit kepala dan tekanan darah tinggi.
Dia penasaraan, apa yang bisa membuat istrinya ini bisa tunduk kepadanya. Atau mungkin dirinyalah yang tunduk pada istrinya? Siapa yang tahu bahwa dunia itu bisa berputar?
Jika dulu dia yang di puja - puja dan di agungkan oleh banyaknya wanita, maka sekarang mungkin dialah yang akan memuja istrinya.
Gazel tertawa memikirkan kemungkinan itu, dia kembali menatap istrinya yang masih tidak mau melihat ke arahnya.
Dia bangkit dan mendekat ke arah istrinya, “aku tahu kamu sedang tidak menggunakan kaca mata gunung kembar.” Bisiknya dengan sedikit menghembuskan nafasnya. Membuat Chloe sedikit terganggu.
__ADS_1
Lalu jarinya perlahan turun mengirari ujung gunung kembar milik istrinya. Membuat Chloe seketika langsung menegang.
Tetapi dia tidak mengeluarkan suara apapun. Lanjut tangan Gazel turun ke bawah masuk mengobok - abok apomnya.
“Gazel stop!” Tegasnya, tidak mau Gazel terus melanjutkan aksinya.
Gazel tersenyum melihat wajah istrinya yang terlihat sangat berat namun ingin. “Kenapa hem?” Tanyanya, lalu tak lama kemudian dia mendengar suara langkah kaki Erald yang datang, dan secepat mungkin dia langsung menarik tangannya.
“Bawa istriku masuk ke dalam kamar!” Perintahnya pada Erald.
Gazel tidak tahan begini terus, dia ingin membuat surga kenikmatan denan istrinya.
Erald, menundukan kepalanya pelan. “Baik Tuan.” Ucapnya, lalu membuka ikatan Chloe dan kembali menggendong Chloe masuk ke dalam kamar yang ada di dalam Pesawat.
Di dalam kamar, Gazel terlihat sedang duduk dengan tenang di kursinya. “Hemm, Erald, panggil juga salah satu pramugari yang paling cantik ke sini!” Perintahnya, ketika dia sudah melihat istrinya di dalam kamar.
“Apa yang kamu ingin lakukkan?!” Tanya Chloe dengan kesal.
Namun Gazel tidak menjawabnya, dan bahkan dia tersenyum melihat istrinya yang seperti sedang mengjaga jarak dengannya.
“Tidak ada, aku hanya ingin menuntaskan has ratku malam ini.” Jawabnya dengan begitu santai.
Lalu dia menarik tangan Chloe untuk duduk di pangkuannya. “Aku tahu, kamu tidak sepandai itu dalam berhubungan pertama kali, maka aku akan memanggil wanita lain untuk mengajarkanmu.” Bisiknya dengan pelan.
Chloe berusaha untuk bebas dari pangkuan Gazel. “Kamu lupa, kalau kamu melakukannya maka kamu akan kalah!” Tegas Chloe, yang kembali membuat Gazel tersenyum.
“Maka dari itu, aku akan menunggu sampai kamu yang memohon padaku untuk melakukkannya.” Balas Gazel, merasa yakin dengan apa yang akan dia lakukkan saat ini.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*