Gania & Tuan Thom

Gania & Tuan Thom
Lelang Karya


__ADS_3

"Selamat Gania kami, aku sangat senang sekali bisa hadir di acara kelulusanmu ini. Betapa bangganya kami padamu Gania. Aku tidak menyangka Gania kecil yang dulu masih unyu-unyu itu sekarang sudah lulus dari sekolah seninya. Tapi jangan pernah berhenti belajar sayang. Teruslah belajar dan berkarya. Aku yakin hari ini ayahmu juga sangat bangga padamu".


Mata Kakek Hong berkaca-kaca ketika menyampaikan ucapan selamat itu. Gania dengan baju toganya merasa sangat bahagia dengan apa yang ia dapatkan hari ini. Tuan Thom, Izako, Peter, Bibi Bum dan Uncle Osas mereka semua datang ke acara kelulusan Gania.


Acara kelulusan sekolah seni Gania sedikit berbeda dari sekolah seni lainnya. Momen bahagia ini sekaligus menjadi ajang pameran karya seni. Karya seni yang ditampilkan adalah karya seni hasil jerih payah siswa siswi ketika menimba ilmu selama di sekolah. Bahkan beberapa karya yang ada juga akan dilelang di akhir acara.


"Kakek, Tuan Thom lihatlah!"


Kakak Hong dan Tuan Thom melihat ke arah yang ditunjuk Gania. Itu adalah sebuah lukisan dengan ukuran yang cukup besar. Di lukisan itu jelas sekali ada gambar Kakek Hong, Tuan Thom dan Gania yang saling berpelukan satu sama lain. Kakek Hong tidak sanggup lagi menahan tetesan air matanya ketika membaca judul karya lukisan itu Tiga Jiwa Dengan Satu Nyawa.


"Diantara semua lukisanku, ini adalah yang paling istimewa. Kita selamanya akan bersama dan saling berpelukan persis seperti di lukisan ini."


Penjelasan Gania membuat Kakek Hong langsung memeluk Gania dan juga Tuan Thom. Ketika itu Tuan Tuan Thom menyambut pelukan ayahnya. Mereka bertiga sempurna berpelukan dengan posisi Gania tepat berada di tengah.


"Olala Gania, kau seniman hebat sekali. Lihat itu wajah si Thom. Lebih tampan di lukisanmu daripada aslinya". Tanggapan Uncle Osas membuat yang lain jadi tertawa.


Di tengah momen bahagia itu ada sebuah lagu penggugah semangat yang terdengar dinyanyikan tim paduan suara.


I have a dream, a fantasy


To have me through reality


And my destination makes itu worth the while


Pushing the darkness still another mile

__ADS_1


Lagu yang sempat dipopulerkan oleh Westlife itu membuat semangat semua siswa siswi yang lulus semakin membara. Aura bahagia ada dimana-mana memenuhi setiap sisi lokasi wisuda kelulusan. Wisuda itu sengaja di gelar di tempat terbuka. Walaupun di tempat terbuka, semua prosesi kelulusan tampak berjalan hikmat.


Gania juga tidak lupa berfoto bersama teman-temannya, terutama Reyomod dan Bella. Setelah ini Reymond akan pergi ke Perancis untuk melanjutkan ambisinya menjadi seniman designer dunia. Bella juga tidak mau kalah dengan Reymond, Bella juga akan ke Perancis untuk bekerja di salah satu perusahaan mode ternama. Walaupun mereka bahagia, tapi mereka tetap memikirkan tentang Ahcay. Teman baik mereka Ahcay seharusnya ada di sini juga merayakan hari kelulusan.


"Selamat pagi semua para siswa-siswi sekolah seni tercinta yang sebenarnya sudah sah menjadi alumni. Di pagi yang sangat membanggakan ini, mari kita mulai acara lelang karya seni yang telah dibuat dengan susah payah oleh para seniman muda kita."


Semua orang bertepuk tangan mendengar kata pembukaan pembawa acara. Sekarang saatnya untuk melelang barang-barang seni dari semua angkatan Gania.


"Saya akan memberitahu aturan lelang karya seni kita, kali ini. Setiap orang berhak untuk menawar barang yang dilelang dengan sistem koin. Harga satu koin senilai dengan 100 dollar. Siapa yang berani membayar dengan koin terbanyak itulah yang berhak membawa pulang karya seni yang dilelang."


Para hadirin bertepuk tangan mendengar ucapan Sir James yang saat itu ditunjuk menjadi pemimpin lelang. Itu artinya semua karya seni yang dilelang seharga kelipatan 100 dollar. Cukup mahal, tapi tentu sepadan untuk nilai sebuah nilai seni. Toh, ada banyak karya seni di luar sana yang bahkan dibandrol dengan harga yang fantastis bahkan tidak masuk akal. Gania tampak penasaran siapa yang akan membeli karya seninya.


"Baiklah hadirin sekalian, untuk karya seni yang pertama adalah patung dengan nama "Sun and Earth" karya Reymond seniman muda kita. Karya ini adalah penggambaran hubungan antara matahari dan bumi dalam tingkat imajinasi yang tinggi. Reymond mengibaratkan matahari dan bumi adalah sesosok manusia yang saling sayang tapi tidak bisa berjarak dekat. Siapa yang ingin karya ini, silahkan angkat tangan."


Gania jelas tau banyak tentang karya yang pertama kali di lelang ini. Itu adalah karya sahabatnya Reymond yang memang sangat bagus serta bernilai seni. Bahkan Gania juga sempat membantu Reymond untuk menyelesaikan patung itu.


Karya Gania dilelang paling akhir. Judul karya Gania adalah "Diamond In Your Heart". Karya yang satu ini merupakan sebuah lukisan dengan banyak bintang dan warna gelap malam. Cahaya bintang itu bersimburat ke banyak tempat bahkan bisa menyinari dunia dan semesta. Sebenarnya semua itu adalah ibarat hati seseorang yang sangat baik. Dikarenakan sangat baik maka sinar kebaikan itu bisa menerangi isi dunia.


Tuan Thom menjadi orang pertama yang menawar lukisan Gania dengan harga 30 koin, tentu saja itu atas desakkan Kakek Hong. Saat ini rata-rata semua karya masih terjual di bawah harga 100 koin.


"Kenapa murah sekali?" Gania sedikit kesal karena merasa Tuan Thom menawar karyanya terlalu murah. Tentu saja Gania malu jika nanti karyanya laku terlalu murah.


"Astaga Gania, dalam dunia bisnis jika kau bisa mendapatkan dengan harga murah kenapa harus dengan harga mahal? Lagi pula lihat saja tidak ada yang mau menawar karyamu lagi. Karyamu jelas kalah bagus dibandingkan yang sebelum-sebelumnya. Masih bagus aku mau menawarnya 30 koin."


"Dasar pelit!" Gania tambah kesal dengan penjelasan Tuan Thom.

__ADS_1


"100 koin!"


Seseorang berteriak dari arah paling belakang. Gania memasang kupingnya baik-baik, sepertinya dia memang sama sekali tidak salah dengar. Orang itu baru saja menawar lukisan Gania dengan nilai 100 koin. Semua mata tertuju pada orang itu.


"150 koin!" Tuan Thom berseru.


Mulut Gania ternganga, ia tidak menyangka jika lukisannya bisa semahal itu.


"160 koin!" orang yang dibelakang tadi berseru. Orang itu menggunakan jas hitam dengan topi ala koboi di belakang. Jelasnya dia pria, tapi siapa? Kenapa dia sanggup menawar lukisan Gania sebegitu mahalnya.


"170 koin!" Tuan Thom memekik lagi. Kakek Hong yang berada di sampingnya tampak ikut terbawa suasana tawar menawar yang menegangkan.


"200 koin!" Pria berjas hitam bertopi koboi itu semakin meninggikan suaranya.


"250 koin!" Suara Tuan Thom semakin menantang.


Semua mata saat itu hanya tertuju pada Tuan Thom dan pria itu. Kaki Gania lemas, dia tidak menyangka karyanya yang hanya seniman recehan bisa tembus sampai 250 koin. Gania penasaran apakah pria ini masih akan tetap menawar.


"400 koin!"


Hampir semua orang yang ada di acara kelulusan itu terperangah, bagaimana mungkin karya seorang seniman muda yang bahkan masih baru lulus sudah bisa tembus 400 koin? 400 koin jika dikalikan 100 dolar itu jelas 40.000 dollar. Siapa yang mau beli karya recehan seniman anyar seharga itu? Memang banyak harga lukisan tidak masuk akal, tapi bukan lukisan seniman muda yang bahkan masih perlu banyak belajar.


"450 koin!" mendengar pekikan Tuan Thom Sir James menutup kedua mulutnya seakan kagum tidak percaya. Belum pernah ada muridnya yang karyanya bisa tembus 450 koin.


"1000 koin!" Suara pria itu membuat kegaduhan seketika. Semua orang sibuk bertanya-tanya situasi macam apa ini. Kenapa ada yang berani menawar sampai sebegitu mahalnya. Tuan Thom tetap diam, dia tidak memekik lagi. Apa Tuan Thom sudah kehabisan uang? Tentu tidak mungkin.

__ADS_1


Palu diketuk lukisan Gania dipastikan menjadi milik Tuan bertopi koboi. Gania rasanya menjalani ini semua seperti mimpi. Sir James hanya menyebut nama Tuan itu dengan sapaan Tuan bertopi koboi. Gania penasaran siapa dia, wajahnya tertutup topi koboi yang terlalu besar. Siapapun dia, Gania harus tahu.


__ADS_2