
"Lio, namaku Lio Nona. Nona seharusnya masih mengingatku. Aku orang yang membeli karyamu seharga 1000 koin."
Gania menarik napasnya dalam-dalam, itu memang benar, Gania memang mengingat siapa dia. Orang ini adalah orang yang pernah bernyanyi di pesta pernikahan Lingling. Ia juga membeli karya Gania senilai 1000 koin. Tapi pertanyaan Gania tadi bukan untuk itu. Ia penasaran sedang apa si Lio Lio ini ada di rumah Tuan Thom. Apa dia mau membeli lukisan Gania lagi? Begitulah yang ada di pikiran Gania.
"Aku jelas tahu dirimu siapa, aku penasaran kenapa kamu ada di sini?"
Orang yang bernama Lio itu mengangkat kedua alisnya. Belum sempat Lio menjawab pertanyaan Gania, Tuan Thom menghampiri mereka berdua.
"Dia bodyguard barumu Gania. Nanti selain Izako, Lio akan menemanimu pergi kemanapun."
Tentu saja Gania merasa kaget mendengar pernyataan Tuan Thom. Bagaimana mungkin Lio menjadi bodyguardnya? Pria ini bahkan lebih pantas menjadi penyanyi saja daripada menjadi bodyguard. Tubuhnya juga jelas tidak kekar dan meyakinkan seperti Izako.
"Serius?" Gania bertanya dengan wajah heran.
"Iya Gania. Peter yang mencarikan bodyguard baru untukmu. Aku meminta bantuannya. Dari hasil tes yang Peter lakukan, Lio yang berhasil lolos. Jangan tertipu dengan tubuhnya yang bukan seperti petarung. Ia bahkan hampir bisa mengalahkan bodyguard kuat di rumah ini. Nah, satu hal lagi. Lio juga pecinta seni, mungkin kau sekaligus bisa mendapatkan teman diskusi. Oh ya, kau pasti penasaran kenapa Lio mau menjadi bodyguard. Katanya dia butuh uang, uangnya habis kandas demi membeli lukisanmu itu. Nah, betul kataku kan? Pembeli lukisanmu itu pasti menyesal. Jika Lio tidak membeli lukisanmu, mungkin saja sekarang dia tidak harus capek-capek bekerja menjadi bodyguard."
__ADS_1
Wajah Gania berubah menjadi masam. Dia merasa secara tidak langsung Tuan Thom telah menghina karyanya. Ia juga tidak percaya jika Lio sampai kehabisan uang hanya demi bisa membeli karyanya. Menurut Gania, dengan wajah setampan itu Lio lebih baik menjadi model saja daripada menjadi bodyguard. Sebenarnya Gania sudah tidak asing jika ada orang yang bisa kehabisan banyak uang hanya dalam waktu sebentar. Lagi pula ini adalah Hongkong, siapa saja bisa kaya mendadak dan siapa saja juga bisa jatuh miskin seketika dan harus bekerja.
"Tuan Thom, izinkan aku mengetes kemampuan calon partner kerjaku ini." Izako memohon.
Tuan Thom hanya mengangguk tanda setuju. Bagaimanapun Lio akan menjadi partner Izako dalam bekerja, maka Izako harus yakin dengan partnernya ini. Jika Izako saja tidak yakin pada Lio bagaimana mereka bisa bekerja sama dengan baik untuk menjaga Gania? Izako maju mendekat ke arah Lio, Lio tampak bersiap menunggu serangan dari Izako.
Izako memulai serangannya dengan tendangan ke arah bahu Lio. Tendangan itu mampu ditangkis oleh Lio. Pukulan demi pukulan segera diberikan oleh Izako, tampak Lio cukup kewalahan dan tidak bisa balik menyerang. Saat ini Lio hanya berusaha untuk menghindari serangan Izako. Dalam urusan gerakan pukulan, tangan Izako memang sangat cepat. Bahkan dibandingkan keahlian menembaknya, keahlian pukulan tangan Izako lebih unggul. Gania melihat pertarungan antara Izako dan Lio sambil memakan jajan keripik kentang dan duduk di atas sofa. Seru juga ternyata melihat dua bodyguardnya saling adu kekuatan. Kakek Hong yang barusan melintas, tiba-tiba balik badan dan duduk di samping Gania. Ia juga penasaran dengan duel dua bodyguard ini. Sesekali tangan Kakek Hong masuk ke dalam bungkus kripik kentang Gania, mulutnya ikut-ikutan sibuk mengunyah.
Di awal Lio memang tampak kewalahan, tapi gerakannya semakin lama semakin bisa mengimbangi Izako. Bahkan saat ini Lio berani memberi serangan balasan pada Izako. Sayangnya serangan balasan itu belum mampu membuat Izako menyerah. Gerakan keduanya semakin cepat dan semakin seru untuk diikuti. Beberapa kali Lio melompat sambil menendang ke arah Izako. Permainan semakin seru, Izako menyerang bagian kaki Lio. Seketika Lio terjerbab ke lantai rumah, jatuh menyerah.
"Kau tidak apa-apa Lio?" tanya Tuan Thom.
Lio tersenyum, ia bangkit dari lantai, memegang paha bagian kanannya. Sepertinya bagian itu yang sangat sakit dan membuat Lio terjerebab ke lantai. Izako tampak sedikit kecewa dengan perlawanan Lio, baginya perlawanan itu masih kurang. Ia membutuhkan partner yang benar-benar handal, yang bahkan membuat ia tidak takut harus meninggalkan Gania padanya.
"Maafkan aku Tuan. Aku lupa bilang kalau paha bagian kananku ini masih sakit."
__ADS_1
Mendengar perkataan Lio, Tuan Thom merasa penasaran. Ia tentu tidak mau jika bodyguard Gania sakit-sakitan.
"Kenapa paha kananmu?" tanya Tuan Thom.
"Seseorang melukainya, Tuan."
"Dengan apa?", lanjut Tuan Thom.
"Pistol", jawab Lio singkat.
"Aku harap lukamu itu cepat sembuh. Mulai besok kau sudah bisa mulai bekerja. Aku percaya pada Peter. Peter pasti telah mencari orang terbaik untuk Gania. Saat ini aku percaya pada Peter untuk hal apapun."
Pujian itu membuat wajah Peter semringah. Laki-laki paruh baya ini memang luar biasa. Ia bisa diandalkan dalam hal apapun oleh Tuan Thom. Setelah Ahmad Tuah, Peter adalah orang kepercayaan Tuan Thom yang bisa diandalkan.
Hari itu juga Gania sah memiliki dua orang bodyguard, yang satu Izako dan yang satu lagi Lio. Izako adalah pria berwajah Asia dan sebenarnya mirip orang Jepang. Namun menurut cerita Izako dirinya tidak tulen Jepang. Ayahnya adalah campuran Korea Jepang dan Ibunya asli orang Hongkong. Umur Izako ada di angka 30 tahun. Ia masih membujang hingga sekarang. Izako sama seperti Tuan Thom, tidak terbiasa dengan wanita. Keseringan Izako lebih suka bersikap dingin, ia hanya tertawa dan bicara sesekali pada Gania. Dalam urusan bela diri Izako memang bisa diandalkan tapi dalam urusan seni atau lainnya, beda cerita lagi.
__ADS_1
Pertemuan kali pertama Izako dan Gania yaitu tepat sekitar 8 tahun lalu, saat Gania pertama kali menginjakkan kaki di rumah Tuan Thom. Kala itu Izako hanya menjadi bodyguard biasa di rumah Tuan Thom. Ada banyak bodyguard yang ada di rumah itu. Beberapa bodyguard digunakan untuk mengawal bisnis-bisnis Tuan Thom. Sebagian lagi tentu untuk mengawal Tuan Thom sendiri. Pertama kali bertemu dengan Izako, Gania merasa seperti ada kecocokan sendiri antara dirinya dan Izako. Entah apa penyebabnya, setiap kali ia bersama Izako, dirinya merasa terlindungi. Ada kisah unik nan lucu mengapa Izako bisa terpilih menjadi bodyguard Gania selama ini. Kisah lucu ini tentu masih diingat baik oleh Gania maupun Izako. Keduanya seperti sudah ditakdirkan untuk bersama dan saling melengkapi. Satunya untuk dijaga dengan baik dan satunya lagi untuk menjaga dengan sepenuh hati.