Gania & Tuan Thom

Gania & Tuan Thom
Pernikahan Lingling


__ADS_3

"Stroberi atau cokelat?", Reymond bertanya pada Gania.



"Cokelat"



Gania memang suka minuman rasa cokelat, tapi sebenarnya dia juga tidak merasa keberatan jika dikasih yang stroberi. Di hari Minggu yang cerah, Gania menghabiskan waktu bersama teman\-temannya di rumah Ahcay. Bukan untuk berlibur bersama atau bermain menikmati weekend. Ahcay jatuh sakit dan mereka harus menjenguknya. Ibu Ahcay yang baik menyediakan minuman banyak rasa untuk mereka.



"Ahcay sakit apa Tante?", Bella bertanya pada ibunya Ahcay.



"Kata dokter cuman demam aja kok. Makasih ya udah mau datang. Kalian berarti banget buat Ahcay."



Ibu Ahcay meninggalkan mereka bertiga di kamar Ahcay. Ahcay sedang terbaring di atas tempat tidurnya. Wajahnya pucat dan tubuhnya kentara sekali lemasnya.



"Ahcay sakit karena ini".



Reymond mengangkat sebuah kertas undangan pernikahan bewarna merah menyala. Di depan kertas undangan itu jelas tertulis nama Lingling dan nama seorang pria. Gania dan Bella saling bertatapan. Kini mereka paham sakit apa Ahcay sebenarnya. Sakit demam karena patah hati.



Mereka sebenarnya tidak begitu mengerti apa yang ada dipikiran orang tua Lingling. Lingling jelas masih muda, seumuran dengan Gania dan teman\-temannya. Tapi orangtua Lingling sudah mau menikahkan putri cantiknya itu dengan seseorang. Lingling juga pasti tidak akan suka dengan pernikahannya karena sebenarnya Lingling juga mencintai Ahcay.



"Ahcay, kamu harus kuat. Jika besok akhirnya Lingling menikah dengan lelaki pilihan orangtuanya, maka sederhana sekali, berarti dia memang bukan jodohmu."



Gania mengangguk mendengarkan penjelasan Bella. Sementara Ahcay hanya diam tidak menanggapi. Di kertas undangan itu jelas tertulis bahwa pesta pernikahannya akan diadakan besok. Ahcay tentu tidak akan datang. Siapa pula yang mau datang di acara pernikahan orang yang dicintainya. Jika Ahcay datang, Ahcay justru hanya akan tambah menyakiti perasaannya sendiri.



"Besok, biar kita saja yang datang ke acara pernikahan itu. Ahcay tidak perlu ikut. Nama kita bertiga juga ada di dalam undangan ini. Bela dan Gania besok jam 8 malam aku tunggu kalian di pestanya Lingling."



Gania dan Bella mengangguk mendengarkan instruksi dari Reymond. Mereka paham jika merekalah yang harus datang ke pernikahan Lingling. Bagaimanapun mereka juga mengenal Lingling. Datang ke acara undangan pernikahannya adalah sebuah keharusan. Tapi bagaimana nasib Ahcay? Tubuhnya memang sakit sekarang, tapi hatinya pasti jauh lebih sakit.

__ADS_1



Ketika seseorang patah hati, maka rasa sakitnya bisa menjalar ke seluruh tubuh. Tentu hal itu sangat menyakitkan. Saat ini yang dibutuhkan oleh Ahcay adalah dukungan dari teman\-temannya. Reymond memijat\-mijat kaki Ahcay. Bella mengompres kepala Ahcay dengan air. Gania membacakan Ahcay komik lucu agar dia bisa tertawa. Tapi semua perlakuan mereka tidak membuat perubahan banyak pada Ahcay. Ahcay tetap diam tidak bicara sama sekali. Gania, Bella dan Reymond miris melihat kondisi Ahcay.



Esok malamnya, Gania sudah rapi dengan gaun berwarna ungu yang cantik. Izako juga sudah bersiap dengan mobil sedan hitam di depan rumah Tuan Thom. Setelah pamit, pada Kakek Hong, Gania meluncur ke Hotel Grand Diamond dimana pesta Lingling diadakan.



Sesampainya di pesta itu, Gania langsung bergabung dengan Reymond dan Bella. Mereka masuk ke ballroom hotel. Izako awas memperhatikan sekitar. Dalam kondisi ramai seperti ini, keselamatan Gania bisa saja terancam.



Lingling ada di atas pelaminan cantik yang megah dengan warna biru muda yang dominan. Mereka tahu jika itu adalah warna favorit Lingling. Dulu Ahcay pernah membelikan baju bewarna biru muda untuk Lingling. Di samping Lingling berdiri seorang pria yang sudah pasti jauh lebih tua dari Lingling. Pria itu berusia sekitaran usia 30 tahunan. Namun sebenarnya kedua pengantin ini masih terbilang serasi.



"Bel, ayo kita dansa. Kita praktekin gerakan dansa dari kelas seni tari."



Bella yang diajak Reymond menggeleng cepat. Saat itu memang ada banyak orang\-orang yang sedang berdansa di tengah ballroom.



"Kamu ini gimana sih Rey. Kamu nggak inget Ahcay lagi sekarat di kamarnya. Kamu mau senang\-senang di atas penderitaannya Ahcay?" Bella marah pada Reymond.



"Selamat malam semua tamu pesta yang sedang cantik-cantiknya dan tampan-tampannya. Saya ingin membawakan sebuah lagu untuk kedua mempelai kita. Selamat menikmati lagu ini".


Dentingan piano terdengar mengalun indah memenuhi semua ruangan ballroom. Terdengar suara merdu pria itu disambut tepuk tangan para tamu undangan. Gania tahu lagu ini. Judulnya "How Can I Not Love You". Lagu ini dipopulerkan oleh penyanyi bergenre latin yang cukup terkenal. Tapi rasanya agak aneh mendengar lagu bertema patah hati seperti ini di sebuah acara pernikahan. Lagu ini menceritakan seseorang yang harus terpisah dari kekasihnya, padahal mereka saling mencintai.


How can I not love you.....


When you are gone.....


Sempurna, lagu itu itu ditutup dengan sempurna di atas panggung. Semua orang bertepuk tangan untuk suara merdu sang penyanyi tampan. Gania merasa penasaran kenapa ia menyanyikan lagu itu padahal di acara pernikahan yang seharusnya jauh dari lagu-lagu sedih. Saat itu juga Gania menemui penyanyi tampan tadi meninggalkan Reymond dan Bella yang sedang menikmati hidangan pesta.


"Maaf Tuan, boleh aku bertanya kenapa kau memilih menyanyikan lagu itu tadi?"


Orang yang dipanggil tuan itu tampak kaget tiba\-tiba ada yang bertanya padanya.



"Jangan panggil aku Tuan nona cantik, tampaknya umur kita tidak jauh berbeda. Namaku Julio, kau bisa panggil aku Lio saja."


__ADS_1


"Oh iya Lio. Bolehkah aku tahu jawabannya kenapa?" Gania tersenyum ramah tapi tetap penasaran.



"Ada seseorang yang memintaku di belakang panggung tadi Nona. Seorang pria seumuran denganmu juga. Dia bahkan membayarku cukup mahal demi satu lagu tadi. Agak aneh memang, orang itu wajahnya pucat dan terlihat sangat lemah."



Mendengar perkataan Julio, Gania langsung lari ke arah Reymond dan Bella.



"Reymond, Bella ini gawat! Ahcay ada di sini."



Mendengar perkataan Gania, Reymond dan Bella terbelalak. Bagaimana mungkin Ahcay bisa datang kesini? Dia sedang sakit dan jelas sangat lemah. Mereka memutuskan untuk segera mencari Ahcay. Gania mencoba menghubungi nomor handphone Ahcay tapi tidak aktif. Izako juga ikut membantu memutari semua lokasi pesta, tapi tidak bisa melihat Ahcay.



Tidak lama kemudian susana pesta tiba\-tiba riuh. Kabar buruk tersebar ke seluruh tamu undangan, mempelai wanita hilang dari ruang rias. Ada seseorang yang membawanya kabur. Orangtua Lingling langsung meminta polisi untuk menemukan anaknya. Mereka melaporkan kejadian ini sebagai peristiwa penculikan. Gania, Bella dan Reymond segera tahu situasinya. Mereka sadar jika satu\-satunya orang yang berani melakukan ini adalah Ahcay. Ini gawat.



Izako langsung mengambil mobil, ia menyuruh Gania, Bella dan Reymond segera naik. Mereka harus mencari keberadaan Ahcay. Walau sebenarnya mereka juga tidak tahu kemana Ahcay membawa kabur Lingling.



Setelah setengah jam pencarian, tidak terduga, handphone Gania berbunyi.



"Astaga Ahcay menelpon", pekik Gania.



"Ahcay, kamu dimana? Kemana kamu pergi membawa Lingling? Ahcay cepat beritahu kami".



"Gania, aku mencintai Lingling. Lingling juga mencintaiku. Tolong doakan agar kami bahagia selamanya".



Ahcay tidak memberi jawaban apa\-apa. Ia hanya berkata itu saja. Semuanya menjadi tambah bingung. Namun tidak berapa lama kemudian mobil yang disetir Izako terhenti. Ada dua mobil polisi yang menghadang mobil mereka. Izako mengerenyitkan dahinya. Tampaknya ia sudah sadar jika mereka semua dalam masalah.



"Kalian semua ikut kami ke kantor polisi! Kalian pasti terlibat dalam kasus penculikan mempelai wanita malam ini. Pelaku penculikan itu jelas baru saja menghubungi salah satu diantara kalian tadi."

__ADS_1


Gania menarik napas dalam-dalam. Sekarang jelas sekali jika Polisi sudah tahu jika Ahcay yang melarikan Lingling. Polisi sempat memberitahu jika mereka bisa mengetahui Ahcay pelakunya melalui CCTV di ruang rias Lingling. Mereka langsung menyadap handphone Ahcay demi mencari informasi penting. Canggih dan cepat sekali polisi-polisi ini bekerja. Karena Ahcay menghubungi Gania maka polisi menyimpulkan jika mereka semua terlibat. Mau tidak mau, Gania, Bella dan Reymond dibawa ke kantor polisi. Izako tidak memberi bantahan apapun. Ia hanya meminta waktu untuk menghubungi seseorang. Siapa lagi seseorang itu jika bukan Tuan Thom.


__ADS_2