
"Tuan Thom sedang ada di lantai bawah dekat kolam renang. Dia bersama wanita baru yang aku kenalkan Gania. Semoga mereka serasi selaras dan seimbang. Eh, maksud uncle, semoga mereka berjodoh." Uncle Osas bersemangat menjelaskan kepada Gania.
Saat itu Gania hanya menguap mendengarkan penjelasan Uncle Osas. Dirinya memang mengantuk dan malahan sudah memakai baju tidur. Walaupun dirinya mengantuk, tapi sebenarnya Gania tetap saja penasaran dengan wanita itu. Tadi Gania ingin berkenalan saat wanita itu sampai ke rumah, tapi perutnya malah mulas. Jadilah Gania tidak sempat berkenalan dengan wanita itu.
"Namanya Gearana Alfonso Xello Vriguaea Deoborare Thansilla."
Kening Gania mengerut, nama itu selain panjang juga terdengar aneh. Kenapa orang-orang suka sekali membuat nama yang rumit dan susah diucapkan begitulah yang ada di pikiran Gania. Rasanya Gania tidak butuh lagi penjelasan Uncle Osas. Gania langsung pergi ke balkon yang ada di lantai 3. Dari atas balkon itu Gania bisa melihat Tuan Thom bersama wanita yang namanya panjang tadi sedang mengobrol. Posisi mereka memang tepat berada di pinggir kolam renang.
Perasaan tidak enak mulai menjalari hati Gania melihat Tuan Thom dan wanita itu. Apa yang dirasakan Gania tidak jauh berbeda ketika melihat Tuan Thom dengan Nona Floriana dulu. Rasanya seperti tidak suka saja, walaupun penyebab rasa tidak suka itu juga tidak jelas mengapa.
Wanita itu mulai terlihat mendekatkan tubuhnya ke Tuan Thom. Riasan wajah wanita itu terlihat cukup tebal dan berani. Rambutnya panjang terurai cukup cantik bagi Gania. Bibirnya yang merah merona seolah-olah memancing agar Tuan Thom khilaf. Entah ide darimana, Gania mengambil Ston, hadiah batu dari Uncle Osas di hari kelulusannya waktu itu. Tepat saat Tuan Thom meninggalkan wanita itu untuk suatu urusan, Gania menjatuhkan Ston dari lantai 3 ke kolam renang. Tentu saja batu itu terjun bebas dan memercikkan air sedikit lalu tenggelam ke dasar kolam renang.
Sebenarnya alasan Gania menjatuhkan Ston adalah untuk mencari cara agar dirinya bisa turun ke kolam renang dan mengganggu Tuan Thom dan wanita itu. Gania langsung menuju ke kolam renang untuk mengambil Ston. Sementara wanita yang bahkan namanya tidak diingat Gania itu seperti melihat ke arah kolam renang, mencari-cari suara apa yang tadi dia dengar.
"Sedang mencari apa Nona Gearana?" Tuan Thom bertanya.
"Ah, tidak apa-apa. Tadi aku mendengar seperti ada suara sesuatu jatuh ke air kolam ini."
"Itu Ston." Gania langsung menjawab dan mengambil posisi di tengah Tuan Thom dan Nona Gearana.
"Ston?" Tuan Thom melipat dahinya.
__ADS_1
"Iya, Ston. Batu dari dasar sungai Nil hadiah dari Uncle Osas. Tadi aku tidak sengaja menjatuhkan Ston ke kolam. Sekarang aku akan mengambilnya."
Byuuur
Tanpa bisa dicegah, Gania sudah berenang ke dasar kolam renang. Air kolam itu cukup dingin rupanya. Tapi tidak apa-apa, setidaknya Gania tidak akan melihat Tuan Thom dan wanita itu bersama lagi setelah ini. Begitu Gania keluar dari kolam renang, Gania mengulurkan tangannya ke Nona Gearana. Tuan Thom hanya melihat saja, ia juga penasaran apakah Nona Gearana akan mau membantu atau tidak.
"Tolong bantu aku naik ke atas Nona", Gania mengulurkan Tangan.
Nona Gearana tentu saja mau membantu Gania. Ia tampak harus bersikap baik di depan Tuan Thom. Pada saat itulah, Gania menarik tangan Nona Gearana dengan kuat sehingga wanita itu tercebur ke kolam. Naasnya Nona Gearana tidak bisa berenang. Tuan Thom cepat-cepat turun ke kolam dan menolong Nona Gearana. Awalnya Tuan Thom ingin simpati pada Nona Gearana, namun hal itu tidak terjadi setelah melihat wajah dan kepala Nona Gearana. Wajah wanita itu bisa dibilang hancur lebur. Eyelinernya luntur, bulu mata palsunya lepas sebelah dan bibir merahnya berantakan karena lipstiknya ternyata tidak waterproof. Bukan itu yang paling membuat Tuan Thom seperti ambil langkah mundur seketika. Rambut Nona Gearana hilang. Iya rambut itu memang hilang. Kepala Nona Gearana sempurna botak sekarang. Rambut yang tadi panjang terurai itu ternyata hanya wig semata. Dikarenakan terkena air, wig atau rambut palsu Nona Gearana dengan mudah terlepas.
"Tolong aku Tuan, tolong aku." Nona Gearana menjerit pada Tuan Thom.
"Kenapa Tuan malah menjauh? Seharusnya Tuan mengambilkan aku handuk atau perhatian padaku."
Tampaknya Nona Gearana belum paham dengan situasi yang terjadi. Gania cepat-cepat mengambil cermin yang tertempel di dinding dekat kolam renang. Ia mengarahkan cermin itu ke Nona Gearana.
"Aaaaaaa wajahku! Kepalaku.... Mana rambutku? Rambutku mana?" Nona Gearana menjerit.
Kepanikan Nona Gearana menjadi-jadi. Ia tidak menyangka wajahnya yang dipoles habis-habisan malah luntur dan bentuknya jadi tidak jelas. Apalagi ia juga tidak menyangka jika wig yang ia gunakan terlepas.
"Ini semua gara-gara kamu. Kamu yang tadi menarikku ke kolam renang".
__ADS_1
Gania mengangkat bahunya dan menggeleng cepat. Ia tidak mau mengaku jika ia sengaja.
"Apakah aku menarikmu terlalu kuat Nona? Astaga maafkan aku Nona. Sungguh aku minta maaf. Tapi apa tidak sebaiknya sekarang kau bereskan riasan wajahmu dulu Nona? Oh iya, jangan lupa juga membawa wigmu ini Nona."
Nona Gearana langsung menarik wignya dari tangan Gania. Ia berlari keluar rumah Tuan Thom sambil menahan emosi. Gania tidak tahan ingin tertawa. Ia tertawa sekencang-kencangnya. Tuan Thom merasa salah tingkat seolah dia sudah ditipu habis oleh Uncle Osas. Bagaimana mungkin temannya itu menjodohkannya pada wanita yang seperti tadi. Semuanya hanya menang di casing luarnya saja.
Sebenarnya saat di lantai 3 tadi, Gania sudah mengira bahwa rambut, bulu mata bahkan semua riasan itu palsu. Gania menggunakan teropong sederhana untuk melihat detail riasan Nona Gearana. Gania orang seni, dia bisa membedakan mana keindahan yang asli dan mana keindahan yang palsu. Itu sebabnya dia nekad menjatuhkan Ston dan melakukan rencananya. Wajah Tuan Thom tampak memerah. Usahanya untuk memiliki kekasih harus kandas lagi malam ini.
"Cepat masuk Gania. Kau bisa masuk angin jika tidak segera mengeringkan badan." Tuan Thom memerintah Gania.
"Baik Tuan. Tuan aku mohon. Jika sekali lagi dirimu kencan, pastikan jika rambut wanitamu asli. Bahaya sekali kalau seandainya rambut dan riasannya palsu. Wanita berhias itu wajar. Tapi jika terlalu palsu juga bahaya. Bisa-bisa Tuan nanti berkencan dengan banci atau waria. Banci dan waria juga sering pakai wig hahahaha"
Tuan Thom melotot mendengarkan tawa Gania yang serasa menang malam ini. Padahal Tuan Thom awalnya ingin marah pada Gania tadi, tapi setelah melihat kebenaran tentang Nona Gearana, Tuan Thom malah ingin berterimakasih. Tidak terbayangkan olehnya jika ia memiliki wanita yang rambutnya palsu bahkan kepalanya botak licin. Tuan Thom menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Rasanya saat ini dia benar-benar ingin meninju Uncle Osas.
__ADS_1