Gania & Tuan Thom

Gania & Tuan Thom
Pacar Kakek Hong


__ADS_3

"Pacar Kakek Hong?" Gania bertanya serasa tidak percaya.


"Iya Gania betul sekali. Ini adalah pacar Kakek Hong, namanya Oma Lalisa, ayo jabat tangan Oma Lalisa".


Spontan saja mata Gania melotot mendengar penjelasan Uncle Osas. Bagaimana mungkin Kakek Hong bisa punya pacar? Apalagi pacar Kakek Hong ini rasanya tidak pantas disebut oma-oma, masih terlalu muda untuk Kakek Hong yang sudah 70 tahunan. Terkaan Gania umur pacar Kakek Hong ini paling baru tiga puluh atau empat puluhan. Walau sudah berumur segitu tapi tampilannya amboi sekali, masih cantik dan masih fresh. Bentuk tubuhnya masih ketat dan jelas cukup seksi. Oma Lalisa membuka kacamata hitamnya dan tersenyum pada Gania dengan ramah.


"Jadi dirimu yang namanya Gania? Perkenalkan sayang, aku akan menjadi Oma barumu." Oma Lalisa mengelus kepala Gania dengan lembut.


Kakek Hong keluar dari dalam rumah. Sore itu dia mengajak Gania untuk jalan-jalan sambil berbelanja, menikmati suasana sore bersama dengan orang yang disebut-sebut Kakek Hong sebagai orang spesial. Tentu saja yang dimaksud Kakek Hong orang spesial itu adalah Oma Lalisa.


"Aha, jadi kalian sudah saling berkenalan? Nah, ayo tunggu apalagi. Jangan tunggu lama-lama. Osas jaga rumah dengan baik ya. Jangan kau lepas Chincila dari kandangnya." Kakek Hong sangat bersemangat sore itu.


Izako memutuskan untuk menyetir mobil, sementara Kakek Hong duduk di sampingnya. Gania dan Oma Lalisa duduk di bangku belakang. Sepanjang perjalanan Oma Lalisa sangat ramah pada Gania. Wanita paruh baya ini sangat menyenangkan dan seperti tidak mengalami kesulitan menjalin keakraban dengan Gania. Meskipun sebenarnya Gania masih merasa penasaran, apa misi Kakek Hong sebenarnya. Kenapa Kakek Hong tiba-tiba mengajaknya jalan-jalan dengan Oma Lalisa. Izako tetap tenang selama menyetir, ia tidak ambil pusing dengan obrolan Gania dan Oma Lalisa.


"Gania, kau mau beli apa? Gelang? Cincin? Tas baru? Sepatu baru? Mobil baru? Pesawat jet pribadi? Ayo bilang saja pada Kakek. Kakek akan belikan semua yang kau mau."


Tampaknya memang ada yang tidak beres dengan Kakek Hong. Gania merasa aneh tiba-tiba diperlakukan istimewa seperti ini. Izako hanya tertawa kecil di depan, tampaknya ia lebih dulu tau ke arah mana misi Kakek Hong sebenarnya.


"Kerang. Gania mau beli gelang kerang-kerangan di pinggiran pantai."


Asal saja Gania menyebut permintaan itu. Sebenarnya Gania hanya ingin melihat air dan bahkan jika bisa bermain air di pantai. Pantai tidak jauh dari rumah Tuan Thom. Di dekat kawasan pantai itu juga ada banyak penjual gelang-gelang yang biasanya terbuat dari berbagai macam jenis kerang.


"Baiklah Izako, aku rasa kau tau kemana setirmu itu harus diarahkan."

__ADS_1


Izako hanya mengangguk mendengar perkataan Kakek Hong. Saat ini Izako masih sendirian menjadi bodyguard Gania. Tuan Thom belum menemukan orang yang tepat untuk menjadi bodyguard tambahan untuk Gania. Tidak lama kemudian mereka sampai di pinggir pantai. Gania, Oma Lalisa dan Kakek Hong langsung berbelanja. Setelah itu mereka bermain air di tepi pantai.


Saat itu Kakek Hong lebih banyak menghabiskan waktu bersama Oma Lalisa. Dua orangtua itu terlihat sekali seperti layaknya muda-mudi yang mabuk cinta. Gania lebih memilih duduk bersama Izako sambil menghabiskan air kelapa muda.


 


"Apa ini tidak terbalik?" Gania bertanya pada Izako sambil memperhatikan Kakek Hong dan Oma Lalisa.


"Terbalik bagaimana?"


"Kan yang didesak untuk cepat-cepat menikah itu Tuan Thom. Kenapa malah yang pacaran Kakek Hong?"


Izako tertawa mendengar pertanyaan Gania. Bagi Izako apa yang dipikiran Gania itu memang tidak salah. Seharusnya Tuan Thom yang saat ini sibuk memadu kasih dengan seorang wanita bukan Kakek Hong.


"Apa yang kalian lakukan di sini? Aku setengah mati memikirkan keselamatanmu Gania. Kau malah enak-enakan bermain di luar dengan bebas."


Gania mencibirkan bibirnya seolah tidak suka dengan kehadiran Tuan Thom. Pipi Gania memerah karena cubitan Tuan Thom, ia sibuk mengelus pipinya sendiri.


"Dimana Kakek Hong?", Tuan Thom bertanya.


Izako menunjuk ke arah Kakek Hong dan Oma Lalisa. Tuan Thom menyipitkan matanya. Ia seperti tidak yakin dengan apa yang dilihatnya. Kakek Hong sedang berpelukan dengan Oma Lalisa, terlihat mesra sekali. Gania langsung menjerit memanggil Kakek Hong. Ia ingin memberi tahu kalau di sini sudah ada Tuan Thom jadi jangan mesra-mesraan terus, khawatir Tuan Thom marah.


"Hai Thom. Ya ampun, bagaimana bisa kau ada di sini?" Kakek Hong bertanya sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


Tuan Thom tidak menjawab, ia hanya melihat ke arah Oma Lalisa yang sebenarnya tidak layak disebut Oma Oma karena mudanya.


"Siapa dia?" Tuan Thom tampaknya memang belum mengenal Oma Lalisa.


"Ini Oma baru untuk Gania Thom. Kasian Gania, dia mau Oma baru katanya."


Mendengar perkataan Kakek Hong mata Gania mendelik. Ia merasa tidak pernah sama sekali meminta Oma baru. Kakek Hong jelas mengada-ngada.


"Dasar Kakek Tua mata keranjang. Jangan bawa-bawa Gania untuk menutupi keganjenanmu Ayah. Mana mungkin Gania memiliki Oma semuda ini."


Oma Lalisa tampak salah tingkah mendengar ucapan Tuan Thom. Situasinya sudah jelas, Tuan Thom tidak suka jika Kakek Hong punya pacar. Gania menarik tangan Oma Lalisa untuk pergi menjauh, ia tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Pasti Tuan Thom dan Kakek Hong akan bertengkar. Dikarenakan Gania tahu jika Oma Lalisa orang baik, maka Gania tidak mau Oma Lalisa merasa tidak enak hati mendengar Kakek Hong dan Tuan Thom ribut-ribut.


Dari kejauhan hanya tampak Tuan Thom dan Kakek Hong saling adu mulut. Izako sudah menunggu di dalam mobil bersama Gania dan Oma Lalisa.


"Kenapa hidup para pria dewasa tampak sangat rumit dan penuh dengan emosi?" Gania melemparkan pertanyaan pada Oma Lalisa dan Izako.


Oma Lalisa dan Izako hanya tertawa merespon pertanyaan Gania. Oma Lalisa hanya menjelaskan sekilas jika tujuan Kakek Hong sore itu yang sebenarnya adalah untuk membuat Oma Lalisa dan Gania menjadi akrab satu sama lain. Tidak lama kemudian Tuan Thom dan Kakek Hong datang.


"Gania dan Izako, pindah ke mobilku sekarang. Mobil ini akan dipakai Kakek Hong untuk mengantar Oma Lalisa. Cepat turun!"


Tanpa protes Izako dan Gania langsung turun dari mobil. Kakek Hong berkecak pinggang dan marah-marah pada Tuan Thom. Dengan suara tinggi Kakek Hong melanjutkan kemarahannya.


"Bilang saja kau iri Thom, karena ayahmu ini walaupun sudah tua tapi bisa punya pacar. Sedangkan dirimu? Bayangan wanitamu sajapun tidak tampak. Bilang saja kau iri Thom. Dasar anak tidak tahu diri."

__ADS_1


Ngeri rasanya Gania mendengar ucapan Kakek Hong. Tuan Thom langsung menginjak pedal Gas, ia menyetir sendiri mobilnya. Gania dan Izako hanya bisa diam seribu bahasa.


__ADS_2