Gania & Tuan Thom

Gania & Tuan Thom
Mamba, Pelo & Ohyen


__ADS_3

"Floriana Anastasya, nama yang bagus sekali. Cantik namamu nak, persis seperti orangnya."



Kakek Hong memuji nama wanita yang dipilih Tuan Thom tadi pagi. Wanita yang dipuji hanya senyum dan mengangguk pada Kakek Hong. Malam ini jelas Kakek Hong sangat bahagia, ia tidak menyangka jika anaknya mau menuruti perkataanya. Begitu Tuan Thom menyampaikan pada Peter wanita mana yang dipilih, Kakek Hong langsung menjemput wanita itu dengan helikopter pribadi. Totalitas Kakek Hong tampaknya tidak perlu diragukan. Bahkan Kakek Hong langsung membuat acara makan malam bersama untuk menyambut wanita tersebut.


Wanita ini memiliki wajah kebarat\-baratan. Rambutnya pirang dengan wajah yang sudah pasti cantik. Tingginya 170 cm dan terlihat lebih tinggi karena menggunakan high heels.


"Gania, ayo salam pada calon ibumu nak!"


Gania melotot, bagaimana mungkin calon ibu. Rasanya Gania merasa tidak sudi, jika harus memiliki ibu sepeti ini, muda sekali. Wanita ini lebih cocok jadi kakak Gania. Lagipula entah ada perasaan apa di hati Gania. Ada perasaan seperti ia tidak suka pada wanita ini. Tapi demi rasa hormat pada Kakek Hong, akhirnya Gania salam juga pada Nona Floriana. Rasanya canggung sekali.



"Ayo duduk nona cantik, ada banyak menu makanan yang bisa dinikmati malam ini", Kakek Hong tampak semangat sekali.



Tuan Thom masuk ke ruang makan malam. Ruang makan di sulap dengan suasana yang sangat romantis. Ada banyak lilin di meja dan banyak sekali taburan mawar merah. Gania yang hidungnya sensitif terhadap wewangian sampai harus bersin berkali\-kali. Begitu masuk, Tuan Thom langsung tersenyum pada Nona Floriana.



Entah apa yang membuat makan malam ini serasa aneh. Nona Floriana hanya mengambil beberapa salad saja di piringnya. Padahal Koki Bahri menyiapkan makanan yang enak\-enak. Ada udang rebus, sambal matah, gulai kambing, steak daging sapi dan banyak makanan enak lainnya. Tuan Thom sedari tadi hanya diam saja. Kakek Hong yang aktif bertanya, seolah\-olah Kakek Hong yang sedang mencari jodoh.



"Darimana asalmu Nona Floriana? Ceritakan pada kami." Kakek Hong memancing pembicaraan.



Sebenarnya itu pertanyaan yang sangat basa basi. Jelas\-jelas di data yang diberikan Peter sudah jelas jika Nona yang satu ini berasal dari Amerika. Gania tidak habis pikir, kenapa Tuan Thom memilih wanita seperti Nona Floriana. Menurut Gania Nona Floriana sama sekali tidak ada istimewanya.


"New York, Kakek. Aku dari New York. Aku semangat sekali dengan rencana perjodohan bersama Tuan Thom. Aku sudah yakin jika aku yang akan dipilih. Tuan Thom tidak akan mungkin tahan dengan pesonaku".


Ewwww PD sekali wanita ini. Pesona darimana? Jelas\-jelas Tuan Thom hanya asal pilih. Bahkan sebenarnya Tuan Thom seperti hanya bermain cap cip cup kembang kuncup, pilih mana yang mau dicup. Asal pilih, yang penting ada wanita yang datang ke rumah. Tuan Thom hanya sekedar mau ayahnya tidak marah lagi. Itu saja.



"Aku yakin aku bisa menaklukkan hati Tuan Thom. Aku memiliki semua yang Tuan Thom butuhkan. Kakek langsung atur saja pernikahan kami. Jangan sampai ada yang salah. Aku mau pernikahan megah yang indah. Pastikan ada banyak artis\-artis dunia yang datang. Aku sangat suka dengan Justin Bieber. Nanti undang dia saat pernikahan kami. Biarkan dia bernyanyi untuk para tamu. Aku ini luar biasa Kakek".

__ADS_1



Aku, Aku, Aku dan Aku. Karakter wanita ini jelas sombong sekali. Semua kata "Aku" yang diucapkannya sempurna menggambarkan karakter itu. Gania benar\-benar tidak suka dengan Nona Floriana. Pertama karena dia sombong, kedua karena sesuatu. Gania sendiri tidak tau sesuatu itu apa, yang jelas ada sesuatu di hati Gania yang membuatnya tidak suka.



Makan malam terus berlanjut, Tuan Thom masih tetap diam dan tidak angkat bicara. Gania tetap makan dengan khidmat seolah\-olah makan jauh lebih penting daripada bertanya yang macam\-macam pada nona sombong ini.



Begitu selesai makan, Kakek Hong meminta Gania untuk mengambilkan obatnya di kamar. Gania heran kenapa Kakek Hong tidak menyuruh pelayan saja. Tapi Gania tidak membantah. Gania pergi ke kamar Kakek Hong. Ketika Gania akan kembali ke ruang makan, tiba\-tiba Kakek Hong menarik tangan Gania.



"Lho, Kakek kenapa di sini? Bukannya kakek harusnya di ruang makan?"



"Sssat... diam Gania. Kakek tadi hanya berpura\-pura menyuruhmu mengambil obat. Kakek ingin Nona Floriana dan Tuan Thom hanya berdua saja di ruang makan. Tentu saja biar mereka semakin dekat".


Gania mengerenyitkan dahinya. Tiba-tiba ia semacam tidak rela jika Tuan Thom ditinggal begitu saja oleh wanita asing itu. Bagaimana jika ternyata Tuan Thom diapa-apain oleh Nona Floriana? Memang Tuan Thom hebat bela diri, tapi masalahnya saat ini Tuan Thom berhadapan dengan wanita. Dalam beberapa kasus, rayuan wanita jauh lebih berbahaya dibandingkan pukulan master kungfu.



"Berikan aku data itu Peter, aku mau tahu lebih banyak tentang Nona Floriana".



"Tapi untuk apa Gania?", Peter heran kenapa Gania meminta data tentang Nona Floriana padanya.



"Ayolah Peter. Tuan Thom sudah seperti ayahku, itu artinya calon istrinya adalah calon ibuku juga. Aku harus tau banyak hal tentang calon ibuku kan? Apakah aku tidak boleh tahu tentang calon ibuku sendiri?"



Desakan Gania membuat Peter tertawa. Rasanya lucu sekali membayangkan Gania memiliki ibu semuda dan seperti Nona Floriana. Akhirnya Peter mengalah, ia memberikan data tersebut pada Gania.


Begitu data tentang Nona Floriana didapatkan, Gania langsung mencari informasi sebanyak-banyaknya. Kucing, Nona Floriana ternyata tidak suka kucing. Di dalam biodatanya tertulis jika Nona Floriana tidak menyukai binatang berbulu seperti anjing dan kucing. Pikiran jahat langsung merasuki Gania.

__ADS_1


Kucing adalah binatang kesukaan Gania. Gania memiliki 3 ekor kucing. Yang satu hitam, yang satu abu\-abu, yang satu orens. Si hitam bernama Mamba diambil dari kata Black Mamba, sejenis ular bewarna hitam yang berbahaya. Faktanya Mamba Memang berbahaya, dia suka menggigit orang yang tidak dikenalnya. Sedangkan yang abu\-abu diberi nama Pelo, diberi nama seperti ini karena yang abu\-abu suka sekali mengejar kain pel Bibi Bum saat Bibi Bum sedang mengepel lantai. Sedangkan yang orens dipanggil Ohyen. Tentu saja Ohyen plesetan dari Orens.



Gania segera mencari ketiga kucingnya. Sebelum apa\-apa terjadi pada Tuan Thom, Gania harus bergerak cepat. Bibi Bum membantu Gania menemukan Mamba, Pelo dan Ohyen. Walaupun kucing Gania punya kandang rumahnya sendiri, tapi mereka bertiga ini lebih suka melanglang buana tidur dan main dimana\-mana.



Begitu Mamba, Pelo dan Ohyen di tangan. Mereka langsung dibawa Gania ke ruang makan. Tapi sayang, ternyata ruang Makan dikunci, tidak ada yang bisa masuk. Gania mencari akal, ia memang tidak perlu masuk. Cukup Mamba, Pelo dan Ohyen yang masuk. Gania memasukkan ketiga kucing ini lewat celah kecil yang ada di pintu. Sebelum memasukkan kucingnya, Gania memberi instruksi agar mereka mengganggu Nona Floriana. Tampaknya Gania memang sangat aneh, mana mungkin kucing akan mengerti. Tapi Gania tidak habis ide. Ia melemparkan bola pingpong kecil ke dalam ruang makan. Ketiga kucingnya langsung masuk ke dalam ruang makan dan mengejar bola itu. Gania menunggu di luar ruangan dengan sabar.



Semenit, dua menit, tiga menit, belum ada reaksi apa\-apa dari dalam ruang makan. Tapi 5 menit kemudian terdengar suara kegaduhan dari dalam. Pintu ruang makan terbuka tiba\-tiba, bahkan Gania sampai kaget mendengar bentakkan Tuan Thom.



"Keluar kamu dari rumah ini!"


Astaga, Tuan Thom mengusir Nona Floriana. Nona Floriana kondisinya kacau sekali. High heelsnya hanya tinggal sebelah. Wajahnya yang cantik tampak sangat marah dan kesal. Tapi terlihat lebih kesal wajah Tuan Thom. Mendengar dirinya diusir dengan kasar, Nona Floriana tidak terima. Ia berteriak-terika dengan suara tinggi. Bahkan rasanya satu isi rumah bisa mendengar suaranya.


"Kucing itu harus mati, mati di tanganku".



Mendengar kalimat Nona Floriana, Gania langsung menutup mulut. Ia penasaran separah apa kerusakan yang dibuat oleh tiga pasukan berbulunya itu. Kakek Hong yang mendengar ada keributan langsung datang dan penasaran.



"Ada apa ini Thom? Kenapa kalian ribut? Nona Floriana ada apa?"


"Usir wanita ini keluar ayah, aku tidak mau menikah dengan wanita yang bahkan tidak punya belas kasih sedikitpun. Jika kau bisa memperlakukan hewan seperti itu, bagaimana kau akan memperlakukan aku dan anak-anakku nanti? Hah?"


Dalam hati Gania bersorak, rencananya merusak momen romantis Tuan Thom dan Nona Floriana berhasil. Tapi tunggu, Gania masih penasaran dengan apa yang terjadi.



"Wanita ini ayah, dia tega memukul Si Pelo dengan High Heelsnya, kasar sekali. Padahal Pelo hanya menyentuh kakinya sedikit saja. Dia boleh tidak suka pada kucing tapi memukul Pelo sekasar itu sangat tidak manusiawi, usir dia ayah!".


Gania tidak menyangka Nona Floriana sampai segitunya. Ia tadinya mengira jika Nona Floriana hanya akan lari ketakutan melihat kucing. Mendengar kalimat Tuan Thom, Gania langsung panik. Ia ngeri membayangkan nasib Si Pelo kesayangannya. Sambil menjerit, Gania masuk ke ruang makan. Gania takut kucingnya kenapa-kenapa .

__ADS_1


"Peloooo.... Peloooo....!"


__ADS_2