Gania & Tuan Thom

Gania & Tuan Thom
Black And Yellow


__ADS_3

Derap langkah pemimpin rampok itu semakin dekat. Tapi sejurus kemudian, Izako sudah menarik tubuh pemimpin rampok itu. Gerakan Izako sangat cepat dan tidak bisa diduga. Pemimpin rampok itu terlibat perkelahian sengit dengan Izako. Para perampok yang lain ingin menembak Izako tapi tidak bisa. Tidak ada jarak antara Izako dan pemimpin mereka, meleset sedikit saja bisa jadi peluru itu mengenai pemimpinnya sendiri. Apalagi saat ini keduanya bergerak saling hajar dan saling menjatuhkan satu sama lain. Tampak sekali pemimpin rampok itu ahli dalam bela diri, Izako cukup kewalahan menghadapinya. Sementara itu Gania tidak berani keluar dari tempat persembunyiannya.


Dari arah luar terdengar suara helikopter. Beberapa rampok sudah naik duluan ke atas helikopter itu dan salah satu dari mereka menggiring dua orang sandera ikut naik. Semua barang yang ingin mereka ambil sudah dinaikkan juga ke helikopter. Polisi tidak bisa bertindak banyak, nyawa kedua sandera itu jelas terancam. Ketika semua sudah naik ke atas helikopter pemimpin rampok itu juga ingin segera terlepas dari Izako. Ia berusaha menarik tali yang diulurkan dari atas helikopter. Ketika detik-detik penting itu, Izako sempat menembakkan satu buah peluru ke arah sang pemimpin rampok. Sayangnya peluru itu hanya mengenai bagian paha kanannya. Berbekal dua orang sandera yang mereka bawa, semua rampok itu berhasil kabur tanpa ada pengejaran sama sekali.


Gania langsung lari ke arah Izako, Izako mengalami luka walau tidak parah. Polisi dan tenaga medis menyeruak masuk ke dalam museum. Ada dua orang yang tewas dalam tragedi itu. Sebagian besar mengalami luka-luka akibat terkena peluru di beberapa bagian tubuh.


"Gania!"


Gania menoleh ke arah suara itu. Itu jelas suara Tuan Thom. Tuan Thom langsung memeluk Gania dan memastikan jika Gania baik-baik saja.


"Apa lukamu parah Izako?" Tuan Thom bertanya.


"Aku baik-baik saja Tuan, luka ini tidak parah."

__ADS_1


Tuan Thom menarik tangan Gania untuk segera keluar dari museum. Tangan Gania terasa sangat dingin dan wajahnya pucat. Begitu sampai di luar museum Gania langsung masuk ke mobil Tuan Thom.


"Peter, aku mau Izako dirawat di kediaman kita saja. Jangan dibawa ke rumah sakit. Dokter pribadiku yang akan mengobatinya langsung. Lukanya tampak tidak terlalu parah."


Peter mengangguk mendengar instruksi Tuan Thom. Ia langsung pergi ke arah dimana Izako berada dan membantu Izako untuk bisa masuk ke mobil. Saat ini ada 4 orang yang berada di mobilnya Tuan Thom, Gania, Peter, Izako dan Tuan Thom sendiri.


Sore tadi begitu Tuan Thom mengetahui kabar jika museum yang dikunjungi oleh Gania dirampok, ia segera meluncur ke museum itu. Tuan Thom sadar jika Gania berada dalam ancaman bahaya yang tidak main-main.


Gania tidak terlalu menggubris omongan Tuan Thom. Ia sibuk meminum air mineral yang diberikan Peter padanya. Gania merasa bahwa dia harus mengatakan sesuatu pada Tuan Thom tapi lidahnya kelu. Untunglah Izako menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.


"Pemimpin rampok itu Tuan, pemimpin rampok-rampok itu mengenali aku dan Gania."


Tuan Thom terperanjat dengan apa yang dikatakan oleh Izako. Bagaimana ceritanya perampok-perampok itu bisa mengenal Gania? Dahi Tuan Thom mengernyit seolah berpikir dan mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh Izako.

__ADS_1


"Aku tidak peduli apa mereka mengenal kalian atau tidak. Paling penting sekarang Gania dan dirimu baik-baik saja Izako. Tenangkan dirimu Gania, cepat atau lambat polisi pasti bisa menangkap semua perampok itu."


Begitu sampai di rumah, Gania disambut oleh Kakek Hong. Kakek Hong juga sangat khawatir dengan kondisi Gania. Berita tentang perampokan museum itu sudah menyebar kemana-mana. Berita perampokan ini bertengger di semua stasiun televisi, apalagi masih ada 2 sandera yang masih ada di tangan mereka. Dokter pribadi Tuan Thom langsung memeriksa kondisi Izako. Izako menolak untuk dirawat intensif. Bagi Izako, luka tubuh adalah hal yang biasa bagi seorang bodyguard.


"Peter, cari informasi lengkap seputar siapa prampok yang baru saja mengguncang satu Hongkong itu. Aku mau informasi sedetail-detailnya."


Peter segera meminta tim cyber yang dimiliki Tuan Thom untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Tuan Thom merasa dirinya harus ambil bagian dalam penangkapan rampok-rampok ini. Dalam beberapa kasus, rampok barang-barang antik jauh lebih sulit ditemukan daripada rampok uang. Para perampok barang-barang antik seperti barang-barang yang ada di museum biasanya hanya bertransaksi di pasar gelap yang bahkan tidak bisa ditelusuri rekam jejak dari transaksi mereka. Mereka jauh lebih lihai dibandingkan dengan para penjual narkoba sekalipun.


"Rampok-rampok ini diketahui sudah pernah beraksi sebelumnya Tuan. Pihak berwajib menamakan grup mereka dengan nama Black and Yellow . Mereka pernah merampok salah satu museum yang ada di Perancis. Anggota rampok-rampok ini ada 10 orang. Jumlahnya memang terbilang cukup banyak. Target dari perampokan mereka adalah barang-barang seni beharga yang akan dijual di pasar gelap. Pihak yang berwenang tampak tidak bisa menemukan mereka. Mereka cukup lihai dalam menyembunyikan indentitas aslinya. Tim cyber kita tidak bisa menemukan informasi yang lebih dari itu Tuan. Oh satu lagi Tuan, dalam aksinya di museum Paris kemarin, mereka juga tidak melukai pengunjung sama sekali."


Tuan Thom mendengar penjelasan Peter dengan seksama. Ia paham sekali sekarang, apa tujuan dari para rampok ini. Fokus mereka hanya pada barang-barang berharga yang ada di museum. Namun saat ini ada yang lebih penting dari mengetahui siapa rampok itu. Hal penting itu adalah melindungi Gania. Jika rampok itu mengenal Gania, maka bisa jadi Gania dalam bahaya. Entah rampok itu punya tujuan baik atau buruk pada Gania, namun pastinya perampokan mereka sendiri telah menelan 2 nyawa hari ini. Jelas itu ancaman.


Tuan Thom berpikir cepat, ia merasa jika satu bodyguard saja rasanya tidak cukup untuk Gania. Ingin rasanya Tuan Thom sendiri yang menjaga Gania kemanapun dia pergi. Tapi jelas itu tidak mungkin, Gania dan dirinya memiliki kesibukan yang jelas berbeda. Tuan Thom juga tidak mungkin memaksa Gania untuk selalu berada di dekatnya. Maka saat itu juga Tuan Thom memutuskan untuk menambah jumlah body guard yang akan melindungi Gania. Selain itu, aktifitas Gania juga harus dibatasi sampai rampok-rampok itu tertangkap oleh pihak yang berwajib. Tapi siapa lagi yang akan menjadi bodyguard Gania? Ada banyak bodyguard yang dimiliki Tuan Thom memang, tapi sejauh ini hanya Izako Aruga yang dipercaya oleh Tuan Thom untuk menjaga Gania. Tuan Thom tidak merasa khawatir jika Izako selalu ada bersama Gania.

__ADS_1


__ADS_2