
Happy reading..
Di tempat lain, Baron masih mengarahkan alat perekamnya ke arah buruannya.
Wanita berusia tiga puluh tahunan itu mengetuk pintu mobil dengan mimik wajah yang dilanda emosi membuncah, ingin segera menyembur pada pasangan yang sedang melakukan ciuman ala barat yang memporak porandakan lipstik merah di bibirnya.
Asik dengan aksinya saling belit saling menukar saliva, hingga kegiatan panas itu menghasilkan napas terengah-engah di keduanya dalam gairah sesat. Karena terlalu semangatnya, ketukan di kaca jendela sebelah kursi kemudi itu tak dihiraukan oleh pasangan yang lagi berbahagia
Setelah meraup udara sebanyak-banyaknya dan melepaskan bibir wanitanya, si pria baru mengetahui bila ada wanita di luar mobilnya. Mengetuk kaca jendela dengan mata yang merah membara.
"Cepat buka pintunya! Hei, Heru! Laki-laki nggak tau diri kamu!" teriak wanita yang terus mengedor-gedor pintu mobil.
'Astaga, kenapa juga pakai acara ketemu segala,' Heru menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. 'Bisa berantakan semua rencana ku,' desisnya.
"Siapa dia, honey?" tanya Keyla dengan ekspresi menyelidik.
"Jangan didengarkan apa yang diucapkan nanti sama dia. Anggap saja wanita itu stress, gara-gara ditinggal suaminya minggat. Kalau tidak, kita tidak akan mendapatkan harta warisan dari Nindy," Heru mengajak Keyla turun dari mobil.
'Kehilangan harta warisan dari Nindy? Enak saja! Aku sudah bersusah payah untuk menghabisi nyawa Nindy dengan memberikan dia racun! Dan sekarang tinggal selangkah lagi mendapatkan apa yang aku inginkan selama ini!' gerutu Keyla dalam hati.
__ADS_1
"Aaaakkh!" jerit Keyla sekencang mungkin, saat baru menginjakkan kakinya di paving blok sudah dijambak rambutnya oleh wanita yang sedikit lebih besar badannya dari Keyla.
Tak terima dengan apa yang diperbuat wanita itu, Keyla langsung membalasnya. Dengan mengayunkan bogem ke perut wanita yang menjambak rambutnya.
Aksi saling jambak menjambak oleh kedua wanita itu di area parkir hotel, yang akhirnya menjadi tontonan orang sekitarnya.
Ada yang memberikan semangat, ada yang merekam aksi keduanya tanpa ingin melerai.
"Ayo, tinju terus. Jambak lagi," suara bapak-bapak yang berusia sekitar lima puluh tahun.
"Wanita sialan! Perebut suami orang!" sarkas wanita yang tidak terima karena suaminya dibagi dengan wanita lain. Dia terus menarik paksa rambut Keyla yang tergerai, hingga membuat panas, nyeri dan ngilu bercampur baur kulit kepala Keyla.
"Kamu perebut suamiku! Mas Heru itu suami sahku! Sedangkan kamu hanya wanita selingannya saja! Jangan kau pikir dia akan menikahimu secara sah! Langkahi dulu mayatku!" umpat wanita itu semakin emosi.
Sedangkan pria yang berdiri di samping pintu mobil hanya bergeming melihat wanita yang saling adu jotos di muka umum tersebut.
Dari pada terus berdiri di situ dan menahan rasa malu, Heru kembali lagi masuk dalam mobilnya dan menutup pintu mobil. Kemudian melajukan mobilnya meninggalkan kedua wanita itu yang masih saling mengumpat akibat merebutkan dirinya.
Plakk
__ADS_1
Plakk
Keyla melayangkan tamparan keras di wajah wanita yang mengaku istri sah Heru. Terlihat jelas gambar tangan Keyla membekas kemerahan pada wajah wanita tersebut.
Hingga akhirnya dua security berlari ke arah tempat kejadian adu jotos dan segera melerainya. Satu security yang berbadan gemuk memegangi tangan wanita yang mengaku istri sah Heru, sedangkan security yang berbadan cungkring memegangi tangan Keyla.
"Lepaskan aku!" pekik Keyla terus memberontak. "Aku belum pu4ss menampar wanita itu! Aku masih ingin menghajarnya!"
"Kalian berdua tidak malu jadi tontonan orang banyak!" pekik security yang berbadan gemuk.
"Bawa ke kantor saja, bro," timpal security satunya.
"Iya, bisanya buat onar saja!"
Akhirnya kedua wanita itu digelandang di kantor security hotel untuk didamaikan. Dan dimintai penjelasan.
Setelah merekam kejadian itu, si pengintai langsung mengirimkan hasil video nya pada sang Bos.
Si pengintai 📱: Video duo wanita merebutkan Si Heru. Tapi betapa malangnya nasib kedua wanita itu tidak ada yang dipilih oleh Si Heru.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️