Ganteng Tapi Aneh

Ganteng Tapi Aneh
Itu Kenyataannya


__ADS_3

Happy reading..


Malam semakin larut tapi Nayaka belum bisa menghentikan tetesan air matanya yang mengalir di pipinya. Ia sama sekali tidak pernah menyangka jika pria yang membeli tubuhnya dan mengikat dirinya dengan sebuah kontrak perjanjian yang sewaktu-waktu bisa dirubah dengan seenaknya oleh sang pembuat.


Jika yang dilakukan oleh Narendra selama ini padanya juga hanya semata-mata ingin membalas dendam sakit hati kakak perempuannya yang telah meninggal dunia.


Dia mendapatkan kabar itu dengan tidak sengaja. Waktu itu, Nayaka hendak masuk ke dalam ruang kerja Narendra untuk mengantarkan sebuah berkas yang ketinggalan di rumah.


Jari jemarinya hendak membuka handle pintu yang bertuliskan ruang CEO di atasnya. Tapi dia mengurungkan niatnya, karena mendengar suara Narendra yang semakin keras menyebut namanya dan juga kakak perempuannya.


"Kamu sudah gila, Narendra! Kamu tidak benar-benar jatuh cinta pada wanita murahan itu kan? Karena kamu memang sengaja membeli dia hanya untuk membalaskan sakit hati Kak Nindy. Kakak perempuan kamu satu-satunya! Karena suaminya, si Heru telah berselingkuh dengan wanita murahan yang kau bawa dari hotel Pasific!" cerca wanita di hadapan Narendra.


Suara wanita itu membuat dada Nayaka tiba-tiba merasakan sesak nafas. Wanita muda yang berdiri di luar ruangan yang tertutup itu, jatuh berlutut. Hatinya terasa tercabik-cabik. Rasanya ingin mati saja, Nayaka saat itu.


Ternyata semua perhatian yang diberikan oleh Tuan Gapiannya itu hanya sebuah topeng untuk melancarkan semua aksi balas dendam padanya.


"Jangan pernah menyebut dia dengan sebutan wanita murahan!" bentak Narendra mengepalkan tangannya sangat erat hingga buku-buku jarinya terlihat memutih.


"Tapi itu kenyataan nya, Narendra! Kamu sangat peduli dengan kakak perempuanmu. Bahkan siapa saja yang menyakitinya kamu pasti membalasnya!" wanita itu masih saja terus mengoceh.


"Diam kamu!" teriak Narendra.


"Kau yang lebih pantas disebut wanita murahan, Naura!" hardik Narendra dengan mata nyalang ke arah wanita di depan nya. "Aku lebih memilih menikah dengan dia dari pada dengan kamu!" seru Narendra.


-

__ADS_1


-


-


Bangun pagi sebelum para penghuni lainnya di rumah mewah itu terbangun dari alam mimpinya. Nayaka keluar dari kamarnya dengan sangat pelan dengan membawa tas yang telah dipersiapkan semuanya semalam dan dia harus sampai di tempat yang telah disepakati dengan sahabatnya sebelum matahari terbit.


Nayaka melihat wajah Tuannya tidur dengan sangat damai. Pria tampan yang telah membuat jempalitan hatinya mengatasi rasa debaran jantungnya bila berdekatan dengan pria itu.


Nayaka mencondongkan tubuhnya ke arah wajah Narendra, lalu mengecup bibirnya, pelan. "Terimakasih Tuan Gapian, telah membantuku selama ini. Aku tidak akan pernah menyesal telah menyerahkan kesucianku untuk pria sebaik dirimu. Aku cinta kau, Tuan Gapian!" lirih Nayaka seraya mengusap air matanya yang terjun bebas di pipinya.


-


-


"Apa?!" Narendra yang baru saja menyelesaikan mandinya dan telah bersiap diri hendak berangkat ke kantor.


Menatap pantulan wajahnya di cermin besar tersebut Narendra menyunggingkan senyum manisnya. Dari angka satu hingga sepuluh, dia memilih angka sepuluh untuk penilaian atas penampilannya saat ini. Penampilan yang sempurna. "Hahaha.. Percaya diri yang tinggi!" hardiknya pada dirinya sendiri. "Tampan! Pasti!" itu menurutnya sendiri.


Setelah bercermin dan bernarsis ria, ia pun keluar dari kamarnya sambil bersenandung bahagia.


Narendra segera berjalan ke arah kamar Nayaka.


Dirinya mengetuk pintu kamar Nayaka, tapi tidak ada sahutan dari dalam. Narendra membuka pintu kamar Nayaka dan mengayunkan langkah nya. Dia melihat kosong dalam kamar hunian Nayaka, ia mengedarkan kembali pandangan nya dan berhenti di nakas samping ranjang Nayaka. Ia meraih sebuah kertas yang tergeletak di atas nakas.


Kedua matanya membelalak sempurna. Ia mengepalkan tangannya menahan emosi yang masih tertahan di dalam dirinya.

__ADS_1


"Breng_seek!"


"Kenapa kamu pergi dari sini, Nayaka! Akan ku cari dirimu sampai di mana pun, Nayaka!"


Kemudian, Narendra membaca surat yang ditulis dengan tangan itu.


Di saat Tuan Gapian membaca surat ini, mungkin saya sudah pergi jauh dari kehidupan Tuan Gapian.


Teruntuk Tuan Ganteng tapi aneh.


Nayaka mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya pada Tuan yang telah memberikan pertolongan pada Ibu saya. Walaupun dengan sebuah perjanjian yang mengikat saya dan saya tidak pernah melanggar satu pun dari perjanjian yang telah kita sepakati.


Namun, setelah saya mendengarkan semuanya. Nayaka minta maaf pada keluarga besar Tuan Narendra, terutama pada kakak perempuan Tuan Narendra, yaitu kak Nindy. Karena perbuatan nekat saya yang berani menjual tubuh saya pada suami kak Nindy, waktu itu. Dan akhirnya kak Nindy menjadi korban dari suaminya yang tidak bertanggungjawab. Maafkan saya yang telah menyakiti hati seorang wanita yang tulus seperti kak Nindy.


Selamat tinggal Tuan Gapian.


Lebih baik saya pergi menjauh dari kehidupan Tuan Narendra karena jika Nayaka terus menerus ada di dekat Tuan Narendra. Nayaka takut untuk jatuh cinta pada Tuan Narendra. Karena Nayaka juga tidak ingin menyalah artikan tentang semua sikap baik dan perhatian yang ditunjukkan Tuan Narendra pada Nayaka akhir-akhir ini. Nayaka juga harus tahu diri, tahu posisi siapa Nayaka dan siapa Tuan Narendra. Bagaikan langit dan bumi perbedaan di antara kita.


Jujur di saat pertama Tuan Narendra menyentuh tubuh Nayaka, ada desiran hebat pada diri Nayaka. Karena bagi Nayaka itu adalah yang pertama dalam hidup Nayaka. Dan padahal dalam kerja Nayaka tidak boleh ada kata jatuh cinta pada seorang pelanggan yang telah membeli tubuh kita. Karena kita hanya bertugas melayani bukan dengan memakai hati. Tapi bagi Nayaka Tuan Narendra berbeda, dan Tuan Narendra sendiri mengetahui apa tujuan saya hingga nekat untuk menjual diri saya. Hingga membuat kekacauan yang sangat besar pada keluarga Guinandra. Dan berakhir dengan meninggalnya kak Nindy, putri satu-satunya dari Keluarga Guinandra.


Dan yang lebih parah nya Nayaka harus bisa mengatasi rasa yang terus berkecamuk di hati Nayaka, karena kenyataannya Nayaka telah benar-benar jatuh cinta pada Tuan Narendra. Pria tampan dari keluarga Guinandra.


Dan selanjutnya, Nayaka berjanji tetap akan mengembalikan apa yang telah Tuan Narendra berikan untuk pengobatan ibu Nayaka dan semua fasilitas yang bernilai fantastis. Insyaallah, akan Nayaka kembalikan semua nya secepat mungkin di lain waktu. Jika Nayaka telah mendapatkan pekerjaan di tempat lain.


"Enak saja, main kabur kau Nayaka! Kau pikir semudah itu kamu kabur dari seorang Narendra! Kamu tidak akan pernah bisa pergi jauh, Nayaka! Kamu harus bertanggung jawab pada apa yang telah kamu perbuat, Nayaka!" senyum nya menyeringai, lalu melipat surat tersebut dan memasukkan dalam saku celananya.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️


__ADS_2