Ganteng Tapi Aneh

Ganteng Tapi Aneh
Katakan dengan jujur


__ADS_3

Happy reading..


Suasana di luar gedung pencakar langit yang berdiri kokoh dan mewah, siang itu terasa menyengat, sinar matahari yang terik. Pria tampan yang sedari tadi berdiri dengan memasukkan kedua tangan nya ke dalam saku celananya.


Tatapannya lurus memandang ke luar jendela besar dengan kaca tebal yang memperlihatkan pemandangan gedung-gedung pencakar langit lainnya yang dibangun di sekitar perusahaan keluarga Guinandra.


Hampir lima menit suasana hening dalam ruangan yang terasa panas, padahal udara penyejuk dalam ruangan itu sedang on.


Narendra menghela nafas panjang. Kemudian membalikkan tubuhnya dengan tatapan nyalang ke arah wanita yang berusia seumuran dengan nya. Dan beralih pandang ke arah pria yang telah memasuki senja.


Mereka adalah Bapak dan anak dari keluarga Lazuardi.


Kali ini Narendra nampak sekali serius, di wajahnya tidak ada lagi senyuman yang tersungging di bibirnya. Mata pria tampan berusia dua puluh lim tahun itu mengintimidasi ke mata wanita muda yang berdiri di sebelah ayahnya dengan wajah yang mulai berkeringat.


"Katakan dengan jujur Naura! Katakan apa maksud dari semua yang kamu lakukan padanya! Apa dia menyakiti kamu?" suara bariton milik Narendra mendominasi ruangan yang tertutup itu.


Wanita muda yang hanya bisa menundukkan kepalanya tidak berani sedikit pun memandang ke arah Narendra. Dan tak kunjung memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan padanya oleh pria yang berubah menjadi lebih dingin tidak lagi terlihat keramahtamahan nya.


Pikirannya saat ini kalang kabut. Ia bingung dan juga takut, tapi ia harus tetap memberikan jawabannya sekarang juga.


Melihat gelagat wanita muda itu tak kunjung membuka suara. Narendra kembali membuka suaranya dengan gebrakan di atas meja yang berbahan dari kayu mahal.


"Jika kamu tidak bisa memberikan jawabannya sekarang, biarkan video itu yang akan memberikan jawabannya pada papamu! Agar dia tahu bagaimana kelakuan putri kesayangannya itu!" ucap Narendra dengan tegas.

__ADS_1


Itulah Narendra, jika sudah berhubungan dengan orang yang disayangi disakiti sedikit saja, dia akan membalaskan rasa sakit itu.


"Vi-Video apa?" jawab Naura benar-benar gugup dengan dada kembang kempis tak karuan.


Deru nafasnya terlihat memburu. Wanita itu benar-benar salah tingkah, ia bingung harus bersikap bagaimana.


Menatap pria di sebelah nya saja, di tidak berani. Apalagi menatap kedua mata Narendra yang berubah menjadi gelap.


'Bagaimana jika Narendra benar-benar akan menindak lanjuti kasus ini? Narendra pasti tidak akan melepaskan aku untuk menghirup nafas bebas. Apakah dia akan menjebloskan aku dalam penjara, hanya demi membela wanita murahan dan kampungan itu? Tidak! Tidak.. Ini tidak boleh terjadi!' Naura bermonolog sendiri dengan menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Apa yang sedang terjadi Naura? Katakan pada Papa! Jangan sembunyikan sesuatu dari Papa! Atau Papa tidak akan pernah menolongmu! Jangan buat Papa semakin marah dan menjadi orang bodoh di sini!" bentak pria paruh baya yang berdiri di sebelahnya.


Dengan mengumpulkan keberaniannya, Naura membuka suara. "Papa, Naura tidak menyembunyikan sesuatu dari Papa," ia menjawab dengan nada diseret-seret.


Narendra mengarahkan pandangannya pada wanita yang barusan bersuara diiringi dengan senyum sinis.


"Apa maksud kamu Narendra? Kenapa kamu semakin aneh dengan mendadak membahas kebrobokan aku pada Papaku? Jangan memfitnah aku, Narendra!" Naura mulai tidak tenang, ia was-was dengan apa yang dikatakan oleh Narendra barusan. Lantas ia mengedarkan bola matanya ke kanan dan ke kiri untuk mengusir rasa kegugupan nya.


Pria paruh baya itu, mulai membaca di wajah Narendra dan Naura. Ada permasalahan apa sebenarnya di antara mereka. Karena dirinya tidak mengerti dengan apa yang terjadi barusan. Kalau masalah perjodohan yang tidak bisa dilanjutkan lagi antara putrinya dengan putra dari keluarga Guinandra itu, dia sudah menganggapnya selesai.


Tapi, yang buat dia heran dan semakin penasaran hingga kini, adalah mendadak tadi pagi dia dikabari oleh sang asisten dari pewaris tunggal Guinandra itu, bahwa Narendra mengundangnya untuk datang ke perusahaannya siang ini. Tidak pernah terlintas dalam pikiran pria paruh baya itu akan terjadi sesuatu antara putrinya dengan putra teman bisnisnya tersebut.


Masih dengan ekspresi keheranan dan juga penasaran dengan perdebatan muda mudi yang ada di sebelah nya juga di hadapannya itu.

__ADS_1


"Aku bukan anak kemarin sore, yang hanya berdiri diam di sini untuk menonton perdebatan kalian berdua! Jadi segera jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kalian berdua! Jangan buang waktuku dengan percuma! Atau jangan-jangan kamu telah berulah lagi, Naura!" bentak Lazuardi pada Putrinya dengan tatapan tajam dan juga menyelidiki.


"Kau sudah mendengarkan apa yang diucapkan Papamu, Naura! Sekarang cepat katakan yang sebenarnya, jangan menunda lagi!" ujar Narendra tanpa ada sedikitpun rasa welas asih untuk seorang Naura.


Baginya wanita itu adalah Ib_lis yang memakai topeng manusia dengan kepura-puraan nya yang berkelakuan manis dan menjadi putri yang penurut di hadapan orang tuanya.


Narendra menghirup oksigen dalam, lalu menghembuskan kasar.


Tiba-tiba ia menyunggingkan senyum manis di sudut bibirnya ada Naura. Tapi bukan senyum untuk menenangkan hati Naura, melainkan sebuah senyum cibiran yang seolah mengejek Naura. 'Terima nasibmu jika kamu berani bermain-main dengan seorang Narendra!" gumam Narendra tertuju pada Naura lewat sorot mata tajamnya.


Naura menggerakkan kakinya, mundur satu langkah. Ia mengambil ancang-ancang untuk dapat kabur dari permasalahan yang membuatnya gila. Dia tidak pernah menduga, jika pria tampan yang sangat dikagumi dan diimpikan itu, benar-benar telah jatuh cinta pada wanita kampungan itu.


'Sial! Aku tidak mendapatkan informasi yang lengkap, bahwa hari Narendra telah ditaklukkan oleh wanita murahan itu!' rutuk Naura dalam batinnya.


Dengan sikap sigapnya, pria yang sedari tadi hanya melihat dan mendengar perdebatan Tuannya dengan putri dari keluarga Lazuardi itu, ia langsung mengunci pintu ruangan tersebut dan langsung menyalakan laptop yang ada di atas meja kerja Tuannya dan memutar video wanita yang sedang berbuat sesuatu untuk mencelakai wanita lain yang tidak memiliki kesalahan apa pun dengan nya.


Bola mata pria paruh baya itu membulat sempurna, "Apa ini semua, Naura!" Lazuardi menatap tidak percaya pada putrinya "Kamu bisa jelaskan pada Papa!" Pria paruh baya itu masih belum yakin bahwa sang putri bisa melakukan perbuatan sekeji itu. Dimana hari nurani putri nya. Lazuardi benar-benar dibuat malu oleh kelakuan putrinya.


Selama ini dalam pikirannya hanyalah putra dari keluarga Guinandra yang tidak menerima perjodohan antara keluarga Guinandra dan keluarga Lazuardi karena dia telah memiliki kekasih atau bahkan Narendra lah yang membuat kesalahan. Akan tetapi dengan adanya video yang barusan dilihatnya sendiri. Dia dihadapan dengan kenyataan bahwa putrinya lah yang melakukan kesalahan besar dengan mengkhianati Narendra. Dan kini mengulangi kembali perbuatan yang keju dengan berusaha membunuh wanita yang dicintai Narendra dengan cara memasukkan sesuatu pada makanan Nayaka hingga dia mengalami sesak nafas dan hampir membuat nyawanya melayang.


"Atas nama Keluarga Lazuardi, Om meminta maaf pada mu, Narendra. Atas apa yang dilakukan oleh Naura," ucap Lazuardi dengan tulus dan mata berkaca-kaca. "Om mohon masalah ini berhenti sampai di sini, jangan sampai berita itu keluar di publik," ujar Lazuardi, tiba-tiba dia bersimpuh di kaki Narendra.


Dengan keterkejutan Narendra segera meraih kedua tangan pria paruh baya itu, kemudian membantunya berdiri kembali.

__ADS_1


"Saya sudah memaafkan semuanya, Om. Tapi saya tidak ingin melanjutkan hubungan bisnis apa pun dengan perusahaan keluarga Lazuardi, mulai detik ini," ucap Narendra dengan tegas.


☘️☘️☘️☘️


__ADS_2