Gara-gara Sebuah Mimpi

Gara-gara Sebuah Mimpi
Part 1. Khayalan Besar Seorang Gadis Belasan Tahun


__ADS_3

Gadis remaja yang bernama Christine yang selalu berkhayal itu, melihat idolanya di TV sedang melakukan konsernya di negara lain. Melihat itu, dia pun bertingkah aneh seperti orang gila di depan TV saat menyaksikan idolanya bernyanyi, dan terlihat tampan juga keren.


Saat sang idola muncul di TV, dia selalu menciumi layar TV itu dengan penuh semangat sampai-sampai layarnya menjadi basah karena ciumannya yang berlebihan.


Christine selalu melakukan hal-hal di luar nalar saat hatinya bergejolak. Khayalannya yang berlebihan membuatnya terkadang hilang kendali. Mulai dari mendownload hampir seluruh lagunya, membeli albumnya, dan bahkan tak pernah ketinggalan informasi di sosial media. Tapi hanya ada satu hal yang tidak bisa dia lakukan. Yaitu pergi menemui sang idola saat jumpa fans.


Christine menjalani hidupnya dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan. Meski begitu, dia berupaya keras untuk mengumpulkan uang agar dia bisa membeli pulsa dan mendownload semua lagu artis favoritnya itu. Bahkan jika memungkinkan, dia akan berkorban demi bisa memiliki album sang idola.


Dia rela mencari kerja tambahan dengan menjadi buruh upahan di ladang orang hanya demi itu. Dan uang yang dia dapatkan, akan dia kumpulkan selama berbulan-bulan dan akan dia gunakan sepenuhnya untuk memuaskan rasa cintanya pada sang idola. Dia bahkan tidak peduli jika dia tidak makan makanan yang enak asalkan bisa membeli album itu. Banyak orang sudah menasehatinya tapi dia tak pernah peduli. Dia selalu percaya kepada keyakinannya yang bodoh, bahwa usahanya pasti tidak akan sia-sia.


Christine adalah perempuan yang rajin. Dia bahkan mau bekerja hingga larut malam demi mendapatkan uang tambahan.


Hidup di kota kecil yang sulit akses jalanan membuatnya sulit untuk berkembang.


Dia hanya bisa mengelola sepetak ladang miliknya yang dia tanami sayur-sayuran, dan biji-bijian untuk memenuhi kebutuhannya. Dan mencari kerja tambahan untuk keinginannya. Biasanya dia akan pergi ke ladang orang untuk bantu-bantu apapun yang disuruh si pemilik ladang.


Bekerja dari jam 8 pagi hingga jam setengah enam sore hanya dibayar lima puluh ribu rupiah saja. Tapi itu tidak membuatnya patah semangat.


Christine tinggal seorang diri tanpa orangtua ataupun kerabat. Dia ditingalkan di sebuah rumah kecil, dan dititipkan pada seorang wanita tua sejak dia lahir. Namun orangtuanya juga memberikan sepetak tanah dan sejumlah uang untuk biaya hidup Christine dan wanita itu. Setelah itu, orangtuanya pergi entah ke mana dan tak ada kabar beritanya lagi. Wanita tua itu mengurusnya dan membesarkannya dengan baik sampai dia remaja. Lalu wanita itu meninggal karena sakit-sakitan. Ibunya terpaksa membuangnya karena dianggap sebagai pembawa sial. Menurut kepercayaan suaminya secara turun-temurun, bayi yang lahir di tanggal seperti itu, yaitu tanggal 13 dan mempunyai bintang tertentu dalam tanggal kelahirannya, dianggap pembawa petaka.


Maka sejak wanita pengasuhnya mati, Christine hidup dari bantuan orang lain di sekitarnya. Tapi belakangan, orang-orang mulai tak peduli padanya. Mereka berpikir, di usia seperti itu, dia pasti bisa mandiri.


Dan memang benar, Christine bisa menghidupi dirinya sendiri. Namun sayangnya, dia tidak pernah tahu bagaimana caranya mengontrol emosi. Tak pernah ada orang yang menasehatinya bagaimana caranya bersikap yang benar.


Dia sangat gampang tergoda oleh hal-hal yang buruk.


Dan suatu hari dirinya hampir saja terjerumus ke dalam dosa yang mencekam. Dosa yang ditakuti oleh setiap gadis yang mempertahankan kehormatannya.

__ADS_1


Saat dia bekerja sendirian di ladangnya, tiba-tiba ada seorang pria paruh baya yang mabuk minuman dari pohon aren datang menghampirinya. Laki-laki itu langsung menyergapnya dan menguasainya.


Christine yang masih remaja itu sangat kesulitan untuk menyelamatkan diri. Tenaganya tidak sebanding dengan tenaga laki-laki dewasa yang mencoba mencabulinya.


Pria paruh baya itu adalah orang yang bejat. Dia telah menikahi lima wanita dan selalu bersikap kasar pada mereka.


Dia memiliki banyak uang. Karena itulah dia selalu bersikap seenaknya pada orang-orang di sekitarnya. Ke-5 istrinya pun tak kuasa untuk melawan jika suaminya bertindak kasar pada mereka. Mereka terpaksa bertahan daripada harus hidup kelaparan di jalan.


Maka di ladang yang sepi itu, pria itu mulai menggodanya dan mencoba mencabulinya. Tetapi dia berusaha melawannya meski hal itu sangatlah sulit. Mengingat dia hanya seorang gadis remaja di tangan seorang predator. Christine pun menderita luka-luka di bagian tubuhnya saat dia mencoba melawan. Cengkraman yang kuat membuat tangannya berbiru.


Dia selalu berteriak meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar.


Lalu di saat pria itu hendak melepaskan bajunya, Christine dengan refleks dan cepat memukul kepala pria itu dengan batu besar yang diraihnya dengan susah payah. Dia memukul kepala pria itu hingga berdarah. Dan saat pria itu tengah kesakitan, Christine mencoba melarikan diri. Tapi pria itu berhasil mengejarnya dan menangkapnya. Pria itu menjambak rambut Christine dan mendorongnya dengan kuat hingga terhempas ke tanah.


Meski begitu, Christine selalu berusaha sekuat tenaga untuk membela diri. Ladang itu sangat dekat ke tepi jurang. Maka saat pria itu sedang bergelut dengannya dan hendak mencabulinya kembali, Christine segera menendangnya tepat di ***********. Sehingga pria itu nyaris pingsan. Tapi dia berusaha bangkit dan mengejar Christine. Namun saat pria kotor itu melangkah, tiba-tiba saja kakinya terpeleset oleh batu-batu kerikil kecil hingga akhirnya terjatuh ke jurang dan tewas seketika. Melihat hal itu, Christine pun menjadi takut dan gemetar karena dia bisa saja dituduh telah membunuh. Dan orang-orang di desanya pasti tidak akan ada yang mendengarkan perkataannya dan percaya padanya. Maka Christine memutuskan untuk cepat-cepat pulang dan berkemas-kemas. Setelah itu dia segera mandi dan makan. Christine berpikir sejenak apa yang harus dia lakukan untuk mengatasi masalahnya.


Dia berhasil sampai di desa seberang dengan berjalan kaki. Saat itu sudah hampir pagi. Christine yang tak pernah keluar dan berbaur dengan orang-orang selain dari desanya, merasa sangat canggung dan gugup.


Dia begitu gugup ketika orang-orang menatapnya dengan tatapan yang aneh dan hina karena penampilannya yang lusuh.


Lalu sambil terus berjalan, Christine melihat ada sebuah sumur yang biasa digunakan oleh orang-orang di sana untuk mencuci dan mengambil air untuk minum ternak. Maka Christine pun cepat-cepat berlari ke sana untuk mengambil air karena air di dalam botolnya sudah habis. Tapi saat dia mengambil air, dia mendengar para wanita di situ tengah membahas kematian seorang pria paruh baya yang terjatuh ke jurang. Christine pun menjadi takut. Keringatnya mengalir deras seperti aliran darah. Mukanya mendadak pucat dan dia tidak berani menatap para wanita yang ada di sumur itu.


Kemudian salah seorang dari antara mereka bertanya padanya,


"Dek, kamu siapa? Aku tidak pernah melihatmu. Kamu mau mengambil air yah? Sini biar aku ambilkan." Ujarnya sambil mengulurkan tangannya meminta botol Christine.


"Iya ka. Ini botolnya ka." Jawabnya gugup sambil menyodorkan botol minumnya.

__ADS_1


Namun begitu botolnya terisi penuh, Christine cepat-cepat pergi meninggalkan mereka tanpa mengucapkan terima kasih.


Dia berlari kencang dan memasuki ladang-ladang kosong.


Maka salah satu wanita di situ berkata,


"Dia kenapa? Wajahnya ketakutan sekali. Dan aku juga tak pernah melihatnya."


"Entahlah. Biarkan saja! Mungkin dia tersesat."


"Mmm....


Tapi kira-kira siapa yah yang menyebabkan orang itu meninggal? Aku sangat heran. Dia pria yang kasar dan sombong di kampungnya. Dan tidak ada orang yang berani kepadanya."


"Agh! Sudahlah! Itu bukan urusan kita."


**********


Di ladang-ladang yang sepi itu Christine merenungi nasibnya yang malang.


Dia juga mengamati orang-orang di sekitarnya. Dia melihat semua orang dari yang tua sampai yang muda membicarakan pria kotor itu.


Ada yang mengutukinya dan menyumpahinya. Tapi ada juga yang merasa kasihan padanya. Maka saat mendengar orang-orang berbicara mengutuki pria kotor itu, dia mulai berani menghadapi kenyataan dan berpikir bahwa dirinya pasti akan mendapatkan dukungan dan pembelaan jika dia tertangkap. Tapi saat dia mendengar orang-orang malah menghina orang yang membunuh pria itu, dirinya menjadi lemah dan mundur.


Saat itu Christine merasa sangat lapar. Sejak pagi dia belum makan apa pun. Dia merasa sakit di perutnya karena rasa laparnya yang hebat.


Lalu saat dia duduk di bawah pohon, ada seekor anjing melintas di depannya sambil menyeret sebuah plastik berisi makanan sisa dengan mulutnya. Maka dia segera mengambil kayu kecil dan melempar ke arah anjing itu. Anjing itu pun kaget dan lari ketakutan. Dia menjatuhkan plastik berisi makanan sisa itu dari mulutnya. Lalu tanpa ragu, Christine langsung mengambil bungkusan itu dan langsung memakan sisa makanan di dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2