Gara-gara Sebuah Mimpi

Gara-gara Sebuah Mimpi
Part 2. Perjuangan di Ladang Kosong


__ADS_3

Hari pun mulai gelap. Dan Christine yang masih berada di ladang kosong itu, kembali kepada kebiasaanya yang suka berkhayal. Dia tidak memikirkan bagaimana kondisinya saat ini dan seperti apa masa depannya nanti.


Malam itu dia berkhayal bertemu dengan idolanya dan menikah dengannya. Dia tersenyum sendirian dan tertawa cekikikan.


Tiba-tiba ada seseorang melintasi ladang itu dan mendengar suara tawanya. Orang itu berhenti sejenak dan berkata,


"Suara apa itu?


Seperti suara perempuan. Tapi siapa gadis yang masih ada di ladang malam-malam begini? Tertawa pula."


Sejenak dia masih berdiri di tempatnya untuk memastikan suara itu. Namun suara gadis itu lama-lama terdengar semakin kencang dan menakutkan. Orang itu pun menjadi takut dan mulai berpikir negatif,


"Duh....


Jangan-jangan...." Ujarnya gemetar.


Orang itu pun tak mampu lagi tuk tetap tenang dan memutuskan mengambil langkah seribu. Dia berteriak kencang seraya berlari. Suaranya yang kencang membuat Christine bangun dan kaget. Spontan dia juga ikut berteriak. Sehingga mereka berteriak sama-sama.


Karena kejadian itu, angan-angannya yang indah seketika terputus. Namun setelah suara itu menghilang dan keadaan menjadi sepi kembali, dia melanjutkan lagi khayalannya. Semakin dia mengkhayal, semakin dia larut hingga akhirnya tidur dan bermimpi. Dalam mimpinya, sang idola datang kepadanya dan membantunya keluar dari bebannya yang berat. Sang idola menggenggam erat tangannya dan membawanya ke suatu tempat yang sepi lalu melingkarkan sebuah cincin di jari manisnya. Seolah dunia sudah terbalik, sang idola berlutut dan melamarnya.


Christine semakin tak kuasa dengan khayalan manis itu. Hidupnya seperti seorang Cinderella yang menikah dengan seorang pangeran.


Dia sangat bahagia sampai-sampai tak ingin bangun. Dia ingin terus tidur agar bisa bahagia meskipun dalam mimpi.


**********


Sedangkan orang yang lari ketakutan itu, segera melaporkan kejadian aneh itu kepada orang-orang yang dia temui.


"Hei, dengar!


Dengar! Di sana. Di sana, di ladang kosong itu, aku mendengar suara hantu."


"Apa? Hantu? Hahahahaha....


Jangan gila kamu Din.


Udin... Udin...


Kamu jangan sembarangan bicara. Saya sudah tinggal puluhan tahun di sini. Dan tidak pernah melihat hantu. Suaranya pun aku tidak tahu." Ujar salah seorang warga.

__ADS_1


"Tau nih si Udin. Mungkin kamu yang hantu. Atau, otakmu yang bermasalah. Atau jangan-jangan kamu lagi mabuk? Hahahaha...." Balas yang lain mengejek.


"Aku tidak bohong. Aku serius. Aku mendengar suaranya dengan jelas. Dia tertawa dengan kencang. Suara perempuan." Balas Udin dengan sangat serius.


"Perempuan? Jangan-jangan dia naksir sama kamu tuh. Hahahaha.... Makanya cuma kamu yang dengar suaranya." Balas yang lain mengejek.


Orang-orang di sana tidak percaya dengan ceritanya karena sudah bertahun-tahun tidak pernah ada kejadian mistis di sana ataupun teror yang mengerikan.


Tapi demi membuktikan dirinya benar, orang itu terus bercerita dengan penuh semangat dan mengajak beberapa orang untuk pergi bersamanya menelusuri ladang kosong itu.


Akhirnya karena desakannya yang terus-menerus, mereka pun pergi berbondong-bondong sambil membawa obor.


Begitu mereka sampai di sana, mereka langsung berpencar, masing-masing dengan kelompoknya menelusuri ladang kosong seluas 2 hektar itu. Namun meski telah menyusuri ke berbagai arah, mereka tak menemukan apapun. Tak ada hal mencurigakan, ataupun menakutkan.


Maka satu-persatu dari mereka mulai menyalahkan orang itu karena telah memberikan laporan palsu yang meresahkan.


Rupanya Christine tidur di antara tumpukan rumput yang dia susun sebagai alas tidurnya, lalu dia tutupi dengan semak-semak kering di atasnya sehingga tak terlihat oleh mereka. Penduduk desa itu pun kesal karena kembali dengan tangan kosong.


**********


Lalu ke esokan paginya, beberapa petani yang bekerja di dekat ladang kosong itu tiba-tiba mendengar suara teriakan. Sejenak mereka pun bingung, takut dan berpikir, 'Mungkinkah yang dikatakan pria tadi malam itu benar? Apa mungkin tempat ini angker?' Maka beberapa dari mereka memberanikan diri masuk ke sana dan mencari tahu sumber suara itu. Tapi usaha mereka sia-sia.


Begitu sampai di desa, para petani itu segera menceritakan pengalaman mereka. Mereka mulai saling menyalahkan karena awalnya tidak percaya. Tapi belakangan meyakini dan menyimpulkan tempat itu angker.


Sementara Christine, setelah tertidur cukup lama dan puas bermimpi, dia akhirnya bangun karena perutnya lapar. Maka dia memutuskan pergi ke desa dan berharap bisa mendapatkan makanan.


Tapi ketika dia masih jauh, dia melihat tiga istri pria yang mati ke jurang itu tengah mencari-carinya. Mereka bisa menyimpulkan pembunuhnya adalah dia, karena hari ditemukannya pria itu mati, dan hari perginya dia dari kampungnya, bersamaan. Maka dia mengurungkan niatnya dan kembali bersembunyi. Dia sangat takut kalau dia akan jadi bulan-bulanan mereka. Namun saat dia mencoba lari, tak sengaja ke tiga wanita itu melihatnya dan spontan berteriak,


"Hei anak nakal!"


Lalu mereka berlari mengejarnya dan berpencar ke berbagai arah.


Ke tiga wanita itu begitu marah dan geram. Karena sejak suami mereka mati, mereka tidak mendapatkan uang lagi dari suaminya. Ke lima istri pria itu kini hidup sengsara. Sejak kematiannya, seluruh anggota keluarganya bertengkar hebat memperebutkan harta pria itu. Mereka bahkan mengusir ke lima istri pria itu ke jalanan dan menyita semua benda yang telah pria itu berikan selama masih hidup. Mereka sekarang hidup di jalanan dengan keadaan yang menyedihkan. Mereka tak mampu melawan karena kerabat pria itu terkenal garang dan premanisme. Ke lima wanita itu juga tidak memiliki anak satu pun. Karena pria itu melarang istrinya untuk punya anak. Pria itu ingin ke lima istrinya itu hanya melayaninya saja.


Maka setelah lama mencari, mereka akhirnya berhasil menangkapnya. Kemudian mereka membawanya paksa ke balai desa untuk diadili.


Mereka mengikatnya di sebuah tiang dan mulai mengintimidasinya. Mereka mulai menanyainya berbagai hal yang belum bisa dia pahami.


Tapi usaha mereka untuk mengintimidasinya tidak membuahkan hasil. Maka mereka memberinya hukuman dengan membiarkannya kelaparan semalaman dan dengan kondisi yang terikat.

__ADS_1


Namun salah seorang hansip yang bertugas saat itu merasa iba melihatnya. Dia seumuran dengan putrinya. Dia membayangkan, 'Bagaimana jika anak perempuanku yang mengalaminya?' Karena itulah dia diam-diam memberinya makan saat semua orang sudah tertidur. Hansip itu berkata,


"Nak, jangan takut! Kamu lapar kan?


Ini bapak bawa makanan. Makanlah supaya kamu punya tenaga untuk besok pagi."


Lalu tanpa membalas sedikit pun perkataannya, Christine segera merampas makanan itu dari tangannya dan memakannya dengan rakus.


Hansip itu melanjutkan perkataannya lagi. Dia berkata,


"Nak boleh bapak tanya satu hal padamu?


Kenapa kamu bisa sampai dikejar-kejar seperti ini?


Dimana bapak dan ibumu?


Kamu bisa cerita sama bapak. Tapi pelan-pelan saja agar tidak ada yang tahu kalau bapak datang ke sini dan memberimu makan.


Kamu tahu? Orang yang memberi makan seorang pelaku kejahatan, bisa dihukum. Tapi bapak yakin kalau kamu tidak bersalah.


Jadi percayalah. Bapak akan membantumu."


Melihat ketulusan di wajahnya, Christine pun tak enggan lagi untuk menceritakan seluruh peristiwa yang dia alami. Bahwa dia hendak dicabuli ketika sedang bekerja di ladang. Dia melakukan perlawanan untuk membela diri. Tapi saat pria mabuk itu hendak mengejarnya, kakinya terpeleset oleh kerikil-kerikil kecil yang akhirnya membuatnya jatuh ke jurang dan mati.


Matanya berkaca-kaca ketika bercerita. Membuat hati si bapak hansip itu semakin hancur. Dia membayangkan bagaimana jika putrinya yang mengalami hal itu dan tidak ada yang membela.


Lalu bapak hansip itu menenangkan Christine dan memberinya semangat. Dia berkata,


"Sekarang kamu tidur saja dan kuatkan dirimu.


Dan berdoalah agar kamu mendapatkan jalan keluar sehingga bisa pergi dari desa kecil yang tidak punya masa depan ini. Bapak akan memikirkan caranya untuk menyelamatkanmu. Dan jika besok pagi mereka masih menanyakan hal yang mencoba menakut-nakutimu, jangan dijawab. Mereka tidak akan memberimu hukuman selama kamu tidak memberikan jawaban apapun.


Kamu paham nak?


Sekarang bapak harus pergi dan kembali bertugas. Jika besok kamu melihat bapak ada di antara kerumunan, jangan panggil ataupun melihat ke arah bapak.


Kau mengerti kan nak? Agar bapak tidak ketahuan."


"Iya pak. Aku akan menuruti semua yang bapak katakan. Terima kasih sudah peduli padaku." Balasnya sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2