Gara-gara Sebuah Mimpi

Gara-gara Sebuah Mimpi
Part 23. Akhir


__ADS_3

Kemudian dia pergi mencari kakaknya di berbagai ruangan yang lain. Namun tetap tak menemukannya. Sampai akhirnya dia tidak dapat lagi menahan diri dan pergi ke kamar ibunya untuk bertanya.


Tapi dia melihat ibunya tidur dengan nyenyak. Sehingga membuatnya tak tega untuk membangunkannya.


Tiba-tiba dia teringat akan kata-kata kakaknya tentang ruang rahasia itu. Maka dia memutuskan pergi ke sana meski sangat takut jika sewaktu-waktu ketahuan oleh ibunya.


Maka sambil terus melihat ke belakang, dia berjalan pelan-pelan seraya menuju ruangan rahasia itu. Lalu dia menggeser lemari itu hingga celah sempit terlihat dan masuk.


Ruangan itu cukup mencekam karena kurang cahaya. Dia tidak tahu di mana saklar lampunya. Maka dengan menggunakan senter di tangannya, dia berjalan menuruni anak tangga dan sampai ke dasar.


Dia menyenter ke berbagai sudut untuk melihat apakah kakaknya disekap di sana. Namun betapa terkejut dan takutnya dia ketika cahaya senternya tiba-tiba menerangi wajah seorang anak perempuan yang berdarah. Dia sampai terjatuh karena sangat kaget dan takut.


Tapi karena anak perempuan itu tak bergerak setelah sekian lama, dia pun memberanikan diri dan bangkit. Dia mencoba melihatnya dari dekat. Apakah itu sungguh anak manusia yang diawetkan seperti kata kakaknya, atau tidak.


Dan ketika dia melihat tangan anak perempuan itu dan menyentuhnya, dia pun semakin kaget dan takut karena semua itu benar. Tapi dia juga bingung darah siapa yang membasahi wajah patung itu.


Lalu dia mencoba memanggil-manggil kakaknya pelan seraya mencarinya di sekitar ruangan itu.Tapi tak ada jawaban.


Belakangan dia menjadi frustasi dan ingin menyerah. Namun dia menyemangati diri kembali dan bangkit untuk mencari lagi. Sampai akhirnya dia menemukan kakaknya nyaris tewas karena kehabisan darah.


"Astaga kak. Siapa yang sudah membuatmu begini? Bangun kak! Apa ibu yang sudah melakukannya lagi?" Teriaknya sambil menangis.


Dia juga segera merobek bajunya untuk membalut luka di kepala dan di tangan kakaknya. Sambil menangis lagi dia berkata,

__ADS_1


"Kenapa ibu tega melakukan ini pada kakak? Apa salahnya? Selama ini kakak sudah banyak membantu. Kakakku tidak bersalah. Tapi ibu membuatnya bernasib sama seperti laki-laki yang menyakitinya. Kakakku hanya takut. Meski begitu dia terus bersabar. Tapi ibu tidak bisa melihat kebaikan kakak. Aku menyesal sudah memercayai ibu. Betapa bodohnya aku tidak pernah mendengarkan kata-kata kakak. Aku hanya memikirkan kepentinganku saja selama ini. Impian bodoh kepada sang idola. Idola! Idola! Dan idola! Otakku menjadi tumpul karenanya. Kakak sudah sering mengingatkanku tapi aku sering menolaknya. Aku sangat bodoh dan sangat menyesal. Kak, maafkan aku. Bangunlah kak. Ayo kita pergi dari sini. Ayo kita tinggalkan wanita jahat ini kak. Bangun kak. Bangunlah!"


Dia terus sibuk membangunkan kakaknya dan membuatnya sadar. Tapi saat itu, tiba-tiba saja wanita itu datang tanpa dia sadari. Wanita itu berkata,


"Kamu bilang dia tidak bersalah? Dia mau menjauhkanku darimu. Dia selalu memengaruhimu. Kenapa harus takut pada ibu? Apa ibu seorang monster? Nak, jangan dengarkan kata-katanya. Yang ibu lakukan ini sudah benar.


Sekarang ibu harus mengakhiri hidupnya agar dia menjauh dari kita selamanya. Dengan begitu, tidak ada lagi yang bisa mengganggu kita."


"Apa? Mengganggu, ibu bilang? Selama ini kakak bekerja keras agar kita bisa makan. Selama ibu di rumah sakit, kakak selalu ada menunggu ibu. Bahkan meski ibu mencelakainya, kakak tetap di sini dan membelikan, bahkan memasak makanan untuk ibu. Jika dia memang mempunyai niat jahat seperti yang ibu tuduhkan, seharusnya sudah dilakukan sejak dulu. Pikiran ibu yang salah dan picik. Aku sangat menyesal memanggilmu dengan sebutan ibu. Seorang ibu seharusnya pengasih. Tapi orang di depan ku ini tak lebih dari iblis berwujud manusia."


Mendengar itu, wanita itu pun murka. Karena Christine lebih membela kakaknya dibanding dirinya. Dia semakin membenci anak laki-laki itu seraya mendengar Christine terus menyalahkannya dan merasa jijik melihatnya. Maka wanita itu mencari benda tajam di sekitarnya, dan setelah mendapatkannya, dia segera menghujamkannya pada anak laki-laki itu.


Namun seribu sayang, ketika itu terjadi, Christine bergerak lebih cepat untuk menghalanginya dengan tubuhnya sendiri. Benda tajam itu tidak menembus tubuh anak laki-laki itu tapi justru tubuh Christine.


Wanita itu pun menjerit histeris dan menjambak rambutnya melihat anak yang disayaginya mati di tangannya sendiri. Wanita itu juga membenturkan kepalanya ke tembok berkali-kali hingga berdarah karena sangat menyesal atas tindakan bodoh yang dia lakukan. Seraya dia membenturkan kepalanya, dia berkata,


"Semua ini salahku! Salahku! Karena ke egoisanku, aku ke hilangan putriku untuk selamanya."


Kemudian dia duduk di lantai dan darahnya sudah mengalir di wajahnya. Dia merintih dan menyesal atas perbuatannya,


"Christine anak ibu. Gara-gara ibu kau jadi tiada. Maafkan ibu nak. Seharusnya bukan kau yang merasakan benda tajam itu. Kenapa kau melindunginya? Ibu tidak sanggup hidup tanpamu lagi. Semua yang ibu lakukan selama ini demi kebahagiaanmu. Tapi kau sudah tiada. Tidak adalagi yang bisa ibu lakukan. Ibu tidak sanggup hidup sendiri lagi. Sekarang ibu harus bagaimana? Ibu senang mengorbankan segalanya demi kamu. Tapi sekarang, untuk siapa ibu akan berkorban? Untuk siapa ibu akan berjuang? Tidak ada gunanya lagi ibu hidup. Ibu jijik melihat diri ibu sendiri. Tangan ini sudah merenggut nyawa putri ibu yang paling cantik. Ibu sudah berdosa. Lebih baik ibu juga tiada agar bisa terus bersama-sama denganmu."


Lalu wanita itu bangkit dan mencabut benda tajam itu dari tubuh Christine dan langsung mengiris urat nadinya hingga putus.

__ADS_1


Wanita itu pun akhirnya mati di samping putri angkatnya, Christine.


Tapi sebelum dia mati, dia berkata sambil menitikan air mata,


"Maafkan semua kesalahan ibu nak. Ibu sudah kehilangan akal."


Lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


Sedangkan anak laki-laki yang masih terikat itu, juga akhirnya mati karena telah kehabisan banyak darah. Meski lukanya sudah dibalut sebelumnya, namun darah yang keluar sudah membuat tubuhnya sangat pucat sehingga tidak bisa tertolong lagi.


Mereka bertiga mati di ruang rahasia yang menyimpan banyak kenangan pahit yang misterius.


************


Selama beberapa waktu sejak kejadian itu, tidak ada tetangga yang mengetahui keberadaan mereka, hingga pada suatu saat seorang pemulung tiba-tiba lewat dari depan rumahnya dan mencium bau yang menyengat.


Maka dia pergi kepada orang-orang sekitar dan melaporkannya.


Beberapa dari mereka pun segera pergi ke sana untuk memastikannya. Namun baru memasuki halaman depan, bau itu sudah sangat menyengat hidung. Maka mereka segera memeriksa ke seluruh ruangan itu dan terus mencari sumber bau itu. Sampai akhirnya mereka berhasil menemukan jasad mereka bertiga telah dimakani belatung.


Begitulah akhirnya kehidupan mereka bertiga. Meninggalkan cerita duka dan mengerikan bagi orang-orang yang tinggal di sana. Mereka bertiga selalu dibicarakan di setiap tempat dan kepada siapa pun yang melihat rumah besar itu.


Dan sejak kejadian itu, rumah itu dibiarkan kosong karena tidak ada orang yang berani menempatinya.

__ADS_1


__ADS_2