Gara-gara Sebuah Mimpi

Gara-gara Sebuah Mimpi
Part 3. Perjuangan Mendapat Keadilan


__ADS_3

Maka ke esokan harinya saat matahari mulai naik, penduduk desa beramai-ramai datang ke balai desa untuk menyaksikan hukuman seperti apa yang patut Christine terima.


Ke lima istri pria itu pun ada di sana. Dan mereka mencoba menumpahkan amarahnya kepada Christine di hadapan banyak orang, meski mereka sudah berusaha mencegahnya. Salah satu dari mereka, yaitu istri tertua pria itu berkata,


"Kalian semua, dengar!


Kami tahu bahwa suami kami adalah pemabuk berat dan suka berbuat onar. Hidupnya tidak pernah membawa kebaikan bagi orang lain.


Tapi tidak bagi kami. Meski dia sering berbuat kasar pada kami, tapi setidaknya dia masih memberi kami makan. Dia seperti itu hanya saat dia sedang mabuk.


Berkat dirinya, kami bisa tinggal dan tidur dengan nyaman di rumah. Kami sendiri pun adalah wanita yang susah dan malang sebelum menikah dengannya. Begitu miskin sampai-sampai kalian pun memandang kami sebelah mata. Kami tidak berpendidikan. Karena kami pun orang-orang yang berhasil melarikan diri ketika terjadi perang sipil di daerah kami. Dan kami berlima berhasil selamat. Tapi kalian tidak memberikan kami tumpangan karena kalian berpikir kami orang jahat. Tapi laki-laki pemabuk itu, dia memberikan rumahnya untuk kami tinggali. Dan kami rela menikahinya. Itu lebih baik daripada luntang lantung di jalanan. Namun setelah dia mati, kenyamanan itu pun hilang. Seluruh anggota keluarganya datang dan merampas semuanya dari kami. Bahkan pakaian yang seharusnya menjadi milik kami juga mereka rampas. Mereka begitu rakus dan serakah.


Sekarang kami tak punya apapun.


Jangankan untuk membeli pakaian menghangatkan diri, bahkan untuk makan pun kami harus memohon belaskasihan orang lain.


Itu semua terjadi karena gadis sialan ini. Andai saja dia tidak membunuhnya, kami tidak akan seperti ini. Kami tidak akan sengsara seperti ini."


Dia menangis pilu setelah mencurahkan seluruh perasaannya. Tapi belakangan tiba-tiba istri yang lainnya menjadi sangat marah dan geram. Mereka hilang kesabaran dan mencoba menyerang Christine yang masih terikat di tiang. Tapi beberapa warga cepat-cepat menghalanginya dan melindunginya.


Kepala desa pun tak tinggal diam. Setelah suasana mulai tenang, dia menanyai Christine baik-baik dan meminta penjelasannya. Dia berkata,


"Nak kenapa kau diam saja mendengar semua tuduhan itu?


Kenapa kau tidak membela diri?


Katakanlah sesuatu agar kami bisa mempertimbangkannya. Jangan diam saja.


Kami bahkan tidak tahu kau berasal dari mana dan bagaimana kau bisa sampai ke sini. Dan mengacau di tempat ini.


Sudah dua hari kau ditahan di sini. Tapi ayah dan ibumu tidak datang mencarimu.


Apa kau sudah tidak punya orangtua?"


Namun Christine tidak menjawab sepatah kata pun. Dia sudah berjanji kepada bapak hansip itu agar tidak berbicara sedikit pun.


Sementara si bapak hansip hanya bisa melihatnya dari kejauhan dan sangat iba. Namun tidak bisa berbuat apa-apa.


Maka melihat reaksi yang sama untuk kedua kali, mereka pun marah kepada Christine. Beberapa dari antara mereka mengutukinya, dan mencemoohnya. Hingga suasana menjadi begitu gaduh. Dan si bapak hansip, juga kepala desalah yang bekerja keras menenangkan mereka kembali.

__ADS_1


Lalu kepala desa itu menyuruh para warga itu pulang dan bekerja. Maka mereka mulai meninggalkan tempat itu satu-persatu sambil bersungut-sungut.


Kepala desa juga memerintahkan agar Christine dijaga dengan ketat.


Sungguh hal yang tidak adil bagi gadis belasan tahun yang tidak bersalah sedikit pun.


**********


Lalu ketika malam tiba, si bapak hansip diam-diam pergi ke balai desa menemui Christine. Tak lupa dia juga membawa makanan dan segelas air untuknya. Sesampainya di sana, dia langsung memberikan makanan itu untuknya dan menyuruhnya makan. Dia berkata,


"Nak, Ini makanlah dulu.


Setelah itu bapak akan membantumu pergi dari sini.


Pergilah yang jauh. Sangat jauh hingga tak ada yang bisa menemukanmu.


Orang-orang di desa tak berkembang ini tidak akan menerimamu sekalipun kau berkata benar. Karena kau tidak punya pendukung di sini. Kau juga bukan warga di sini."


Selagi dia berbicara, Christine makan begitu lahap karena sangat lapar. Bahkan dia sampai tersendak.


Usai itu, si bapak hansip segera melepaskan ikatan di tangan dan kakinya, lalu menyuruhnya pergi diam-diam. Dia berkata,


Berlarilah dan jangan lihat ke belakang."


"Tapi bagaimana jika nanti aku ketahuan?" Balas Christine.


"Kalau kamu berlari dengan fokus, kamu tidak akan tertangkap.


Bapak akan mengatur semuanya di sini. Bapak akan membuat seolah-olah kamu dimakan binatang buas.


Bapak akan melumuri pakaian luarmu ini dengan darah ayam. Dan bapak akan berusaha meyakinkan mereka kalau kamu dimakan binatang buas."


"Tapi apa bapak yakin? Bagaimana kalau mereka mengetahuinya?"


"Kamu jangan takut!


Bapak yang akan mengurusnya. Jangan pikirkan soal itu.


Tapi, doakan saja agar bapak berhasil menipu mereka dan selamat. Kau mengerti kan?"

__ADS_1


Dia menganggukkan kepalanya dan mulai menangis. Kemudian hansip itu berkata lagi,


"Sekarang larilah!"


Maka Christine pun segera lari sekuat tenaga dan tidak melihat ke belakang seperti pesan hansip itu.


Dia berhasil lari sangat jauh meninggalkan desa itu dan tiba di desa lain yang sedikit lebih ramai dan lebih maju.


Sedangkan hansip itu, dia tetap di balai desa dan mulai mengerjakan semuanya seperti rencananya.


Setelah itu dia pulang dan berdoa agar pelarian Christine tidak mendapat rintangan. Juga agar dia sendiri pun selamat.


**********


Di desa yang ramai seperti kota kecil itu, Christine melihat ada sebuah pick up yang terparkir di depan sebuah toko klontong. Lalu dia diam-diam masuk ke dalam bak pick-up itu, yang penuh dengan sayur-sayuran dan bersembunyi di sana.


Meski dia tidak tahu ke mana pick-up itu akan pergi, namun dia yakin bahwa hidupnya kelak akan lebih baik.


Lalu tak berapa lama, sang supir pun masuk ke mobil dan melaju.


Dia sangat tersiksa dan terdesak di dalam bak pick up itu. Meski begitu, dia mencoba bertahan dan tidak bersuara agar tidak ketahuan.


Maka setelah melaju semalaman, mobil pick up itu pun akhirnya tiba di kota lain yang sedikit lebih besar dan ramai.


Kemudian sang supir turun untuk menemui seseorang. Christine pun ikut turun diam-diam dan lari menjauh.


Namun tiba-tiba saja pandangannya teralihkan oleh sebuah poster yang tak lain adalah poster idolanya. Itu terpajang di depan sebuah toko pakaian.


Maka dia berhenti sejenak dan mulai berkhayal. Tersenyum-senyum sendiri dan sesekali tertawa seperti orang gila.


Orang-orang yang lewat dari depan toko itu pun melihatnya dengan heran sambil geleng-geleng kepala. Ada yang menertawainya, ada pula yang mengejeknya.


Maka karena keramaian itu, si pemilik toko pun keluar dan mengusirnya.


Dia berkata,


"Hei! Pergi sana!


Kau mengotori toko ku saja. Tertawa seperti orang gila. Bahkan cium-cium poster segala. Sana pergi!"

__ADS_1


Maka dia pun pergi dari situ. Pergi kemana pun kakinya melangkah. Belakangan dia sangat lelah kerena tidak bisa tidur semalaman. Perutnya pun sangat lapar. Tapi dia terus berjalan. Lama-lama pandangannya mulai kabur dan dia mulai berjalan sempoyongan hingga akhirnya jatuh pingsan di jalan. Dia terbaring pingsan selama berjam-jam namun tidak ada yang mengulurkan tangannya untuk membantunya. Mereka menyangka Christine adalah orang gila. Sehingga mereka membiarkannya sampai akhirnya seorang pemulung menolongnya dan membawanya ke rumahnya. Sementara itu dia masih tak sadarkan diri.


__ADS_2