
Suatu hari wanita itu merencanakan sesuatu yang jahat pada bocah laki-laki itu karena dia masih belum yakin Christine akan menurutinya sepenuhnya. Kebenciannya terhadap laki-laki jauh lebih besar daripada belas kasihannya sebagai seorang ibu. Dia menyusun rencana yang akan membuat anak laki-laki itu mati pelan-pelan. Maka pagi itu dia pergi menemui Christine yang sejak tadi belum keluar dari kamarnya. Dia berbicara dengan penuh perasaan. Seperti sudah merubah sikapnya. Dia berkata,
"Nak, tadi malam ibu berpikir, tidak baik bagimu terus-terusan menjauh dari kakakmu. Ibu lihat kau sangat menderita dan selalu murung karena merindukan kakakmu. Selama ini ibu terlalu mementingkan perasaan ibu sendiri. Walau bagaimanapun, dia kakakmu, orang yang sudah berkorban untukmu. Karena dia kau bisa ada di sini bersama ibu. Kalau dia tidak membawamu kemari, ibu pasti masih kesepian. Tapi sekarang ibu sudah punya teman. Dan rasanya egois jika aku melarangmu bertemu kakakmu. Maafkan ibu karena sudah berpikiran bodoh. Karena itulah ibu berpikir, bagaimana kalau kita mengundang kakakmu makan siang di sini? Apa kau setuju?"
"Serius? Iya bu. Aku setuju. Sangat setuju.
Makasih yah bu."
Dia begitu girang mendengar kata-kata ibunya. Tapi dibalik itu, nyawa kakaknya terancam.
"Yah sudah. Ibu akan masak makanan yang enak untuk kalian berdua.
Oh yah, apa makanan kesukaan kakakmu? Ibu juga akan masak khusus untuknya."
"Benarkah? Kakakku sangat menyukai ayam goreng."
"Baiklah kalau begitu. Ibu akan memasaknya. Dan sementara ibu memasak, pergilah, temui kakakmu. Katakan kalau ibu mengundangnya makan."
"Oke bu. Siap! Aku akan segera kembali."
Dia pun segera bangkit dari tempat tidurnya dan langsung pergi menemui kakaknya dan hatinya sangat bahagia. Dia berlari cepat karena tak sabar ingin segera mengutarakan perasaannya.
Sesampainya di sana, dia segera menghampiri kakaknya yang sedang berdiri dan terlihat murung sambil memandangi poster idola adiknya.
__ADS_1
"Kak! Teriaknya penuh semangat.
"Christine! Kenapa kau di sini?" Balasnya kaget.
"Kak, ibu mengundang kakak makan di rumahnya. Akhirnya ibu sudah berubah. Aku sangat senang."
"Kau tidak berbohong kan?"
"Tidak kak. Sekarang, ayo cepat siap-siap. Ibu pasti sedang menunggu kita."
Bocah itu pun segera bersiap-siap. Membasuh dirinya dan mengganti pakaiannya. Tidak ada sedikit pun kecurigaan tergambar di wajahnya.
Sementara itu, wanita itu sibuk menyiapkan semua hidangan. Hidangan yang dibumbui dengan kebencian. Dia berniat agar setelah itu bocah itu tidak pernah muncul lagi di hadapannya. Dia sangat tidak ingin berbagi perasaan dengannya. Baginya, Christine harus lebih sayang kepadanya ketimbang bocah itu.
"Inilah saat yang tepat untukmu. Dan setelah ini, kau tidak akan pergi kemana pun. Kau ingin selalu bersama adikmu kan? Baiklah! Aku akan mengabulkannya. Aku akan membuatmu tinggal satu rumah denganku. Tapi kau tidak bisa melihatnya."
Lalu tak berapa lama Christine dan kakaknya pun tiba. Wanita itu langsung berdiri dan menyambutnya dengan hangat.
"Ayo nak, silahkan duduk.
Kalian pasti sudah lapar dan tidak sabar ingin makan kan?
Ibu sudah masak makanan kesukaanmu.
__ADS_1
Ibu mengetahuinya dari Christine. Dia cerita banyak tentangmu."
"Ah, ibu bikin saya jadi malu." Ujar Christine.
Sedangkan anak laki-laki itu, dia sangat gugup karena itu pertama kali baginya disambut seperti seorang anak yang dirindukan.
Lalu seraya mereka menikmati makan siang itu, mereka juga saling bersenda gurau. Namun lama-kelamaan, anak itu mulai hilang kesadaran dan akhirnya tertidur di meja makan. Tapi wanita itu cepat-cepat mengatasinya dan berbicara dengan tenang,
"Jangan cemas nak. Kelihatannya dia sudah kenyang sampai-sampai mengantuk dan tertidur seperti ini. Mungkin dia juga sangat lelah. Ayo bantu ibu. Kita bawa dia ke kamar."
Lalu setelah membaringkan bocah itu, wanita itu berkata lagi,
"Oh yah, ibu perlu satu hal. Persediaan susu di kulkas sudah habis.
Kau bisa kan nak pergi ke supermarket membelinya? Beli saja yang banyak untuk stok."
"Ok baiklah bu."
Tidak ada kecurigaan sama sekali di benaknya. Lalu setelah Christine sudah pergi jauh, wanita itu langsung bergerak cepat memindahkan bocah itu ke ruang rahasia dan mengikatnya tepat di sebelah patung anak perempuan itu. Lalu berkata,
"Inilah tempat yang pas untukmu. Kau akan tinggal di sini sampai waktu yang tidak tertentu. Sampai aku mengingat kalau aku mengikatmu di sini dan melepaskanmu lagi. Sampai saat itu kau sadar dan menjauh sendiri dari kehidupan kami. Aku akui pikiranku salah dan bodoh. Aku menyamaratakan semua laki-laki itu jahat. Tapi aku sudah terlanjur. Selama kau di sini, aku akan berusaha mengubah cara pandangku. Obat yang aku campurkan ke makananmu akan membuatmu pingsan selama berhari-hari. Lalu saat waktunya tiba, aku akan kembali untuk memberimu pelajaran berharga yang kedua."
Setelah dia mengatakan semua itu, wanita itu cepat-cepat kembali ke dapur dan merapikan semuanya. Lalu saat Christine pulang, wanita itu cepat-cepat bilang padanya kalau kakaknya pergi menemui temannya setelah bangun. Dia mengatakan itu agar Christine tidak bertanya tentang kakaknya dan curiga.
__ADS_1
Wanita itu sangat bahagia melihat Christine tidak bertanya apapun lagi dan percaya padanya.