
Suatu malam, Christine bermimpi bertemu dengan idolanya. Dalam mimpinya, dia bisa memeluk sang idola sampai puas dengan sangat erat. Dia juga mencium wajahnya dan laki-laki itu tidak keberatan sama sekali. Lalu dia mencurahkan seluruh isi hatinya yang meluap-luap pada sang idola. Dia berkata,
"Kau adalah segalanya bagiku. Setiap hari aku selalu berhalusinasi bertemu denganmu. Membayangkannya saja sudah membuatku senang. Kau sangat indah. Apapun yang kamu lakukan, itu sangat indah dan baik di mataku. Bahkan jika itu kesalahan sekalipun. Mungkin aku sudah buta karena rasa yang bodoh ini. Aku merasa seperti budak sehingga aku sering hilang kendali dan hilang akal. Karena itu, aku ingin perbudakan ini berakhir. Tolong nikahilah aku. Aku ingin selamanya di sisimu. Apapun yang yang kau minta, akan kuturuti. Tolong."
Dia memohon dengan sangat di hadapannya. Hingga akhirnya melunakkan hati pria itu. Sang idola pun luluh dan jatuh di pelukannya. Mereka bahkan berakhir di pernikahan dan akhirnya mendapatkan seorang putra.
Hal yang sangat diinginkan oleh setiap fans kepada idolanya. Namun semua itu hanya bisa diwujudkan dalam mimpi dan halusinasi. Siapapun bisa bermimpi.
Bermimpi bisa membuat seseorang bahagia. Tapi mimpi juga bisa membuat seseorang ketakutan.
Namun meski hanya dalam mimpi, dia sangat bahagia. Wajahnya berseri-seri saat dia sedang tidur. Anak laki-laki itu duduk di dekatnya dan memperhatikannya sejenak. Dia tidak tega membangunkannya meski hari sudah siang. Dia membiarkannya tidur bahkan menyelimutinya kembali.
Lalu dia beranjak mengambil air minumnya dan pergi bekerja. Dia berharap majikannya ada di rumah agar dia bisa pulang membawa uang.
Saat di jalan, dia mendengar ada keributan di pasar. Dia berlari kepada kerumunan orang itu untuk melihat apa yang sedang terjadi. Dan betapa kagetnya dia ketika melihat tetangga dekatnya dipukuli dan dihakimi massa hingga babak belur dan nyaris tewas. Dia berupaya mencuri di sebuah toko emas demi membayar persalinan istrinya. Tapi untung saja polisi segera tiba di sana dan mengamankan situasinya.
Situasi itu membuatnya cemas dan takut. Dan sejenak dia ingin mengurungkan niatnya pergi demi melihat keadaan istri pria itu saat mendengar kabar buruk itu. Namun dia sudah berjanji akan terus bekerja demi adiknya.
Maka begitu suasananya sudah mulai aman, dia menyemangati dirinya dan pergi menuju rumah majikannya.
Sesampainya di sana, dia melihat gerbang rumah sang majikan tidak terkunci. Dia berpikir mungkin majikannya sudah kembali. Maka dia langsung menuju gudang dan mengambil peralatannya.
Dia mulai memotong rumput-rumput liar dan membersihkannya. Beberapa bunga yang sudah mati juga dicabutnya dan buang. Dia juga menggemburkan tanah di sekitarnya lalu menaburkan pupuk. Setelah itu, dia menyiram beberapa tanaman lain. Taman itu sangat luas, sehingga tidak akan selesai jika hanya dikerjakan satu hari.
__ADS_1
Lalu tanpa terasa hari sudah menjelang sore. Namun sang majikan tak kunjung terlihat. Karena sudah lama menunggu hingga larut dan tidak ada hasil, anak itu pun memutuskan pulang. Kali ini dia juga pulang dengan tangan kosong dan dia sangat sedih. Dia bahkan tidak sempat memulung untuk membeli makanan malam itu.
Dia sangat sedih menceritakan itu semuanya pada adiknya. Dia berkata,
"Malam ini kita akan makan apa? Hari ini aku pulang tanpa membawa uang. Aku pikir majikanku sudah pulang karena gerbangnya terbuka. Maka aku bekerja hingga sore. Namun majikanku tak kunjung datang. Jadi aku memutuskan pulang."
"Malam ini kita minum air putih saja. Kita sudah janji untuk tidak mengambil uang yang sudah kita simpan demi membeli makanan."
"Tapi, nanti kau sakit. Aku sudah sering tidak makan."
"Aku juga."
Mereka sepakat dan melewatkan malam itu dengan perut yang kenyang dengan air.
**********
Pagi itu dia sangat bersemangat meski semalam tidak makan apapun.
Setelah anak laki-laki itu pergi, Christine yang seharian berada di rumah belakangan menjadi bosan dan tidak puas dengan keadaannya sekarang. Apalagi saat ini dia harus menuruti perintah kakaknya untuk tetap diam di rumah.
Maka setelah berpikir cukup lama, dia akhirnya memutuskan untuk pergi memulung. Dia mengambil karung dan tongkat yang biasa dipakai kakaknya lalu pergi ke tumpukan sampah yang cukup besar. Tempat akhir pembuangan sampah di daerah itu. Dia mulai mengorek-ngorek satu-persatu sampah di tumpukan itu untuk mencari benda-benda yang bisa dia jual.
Maka setelah sepanjang hari, dia bisa mengumpulkan banyak sampah yang bisa dijual. Lalu dia pergi kepada seseorang tempat orang-orang biasa menjual hasil pungutannya. Dia sangat senang bisa mendapatkan cukup uang. Tapi salah seorang wanita yang melihatnya menjadi iri dan mendorongnya hingga jatuh ke got.
__ADS_1
Meski banyak orang yang melihatnya, namun dia tidak takut melakukan itu. Tapi Christine tidak membalas perbuatannya karena tidak berani. Dia bangkit dan membersihkan pakaiannya dan tidak menghiraukan setiap kata cacian dan ancaman yang wanita itu katakan.
Kemudian dia pergi ke warung makan dan membeli beberapa makanan. Dia memilih beberapa potong ayam goreng untuk dia habiskan seorang diri saat itu juga karena sangat lapar setelah semalam tidak makan. Tak lupa dia juga membelikan makanan untuk kakaknya dan dia bawa pulang.
Dia pulang dengan wajah yang sangat bahagia. Di tengah perjalanan dia mampir ke sebuah toko dan membeli poster terbaru artis idolanya. Dia berkata dalam hati,
"Untuk saat ini aku hanya bisa membeli poster. Tapi nanti, aku akan bertemu langsung denganmu. Tunggu dan lihat saja. Aku akan kumpulkan banyak uang dan bekerja keras."
Lalu begitu dia sampai di rumah, dia langsung mengganti poster lama itu dengan poster baru. Lalu dia duduk merenung, memikirkan alasan apa yang akan dia katakan nanti saat kakaknya pulang dan menanyakan tentang itu.
Ketika hari sudah sore, anak laki-laki itu pulang. Hari itu dia juga pulang dengan tangan kosong. Meski begitu, dia tetap membersihkan sebagian taman itu sambil menanti majikannya datang.
Dengan raut wajah yang sedih dia berkata kepada adiknya,
"Maafkan kakak. Hari ini kakak juga tidak bisa membawa uang dan membeli makanan."
"Aku kan sudah peringatkan kakak. Tapi ya sudahlah. Aku sudah siapkan makanan untukmu."
"Makanan? Dari mana?"
"Seseorang memberikannya."
"Apa kau berbaur dengan orang-orang di sini? Aku kan sudah melarangmu?"
__ADS_1
"Tidak. Tapi tadi ada seorang ibu membelikan makanan untuk anaknya. Tapi anaknya tidak menyukainya dan dia memberikannya padaku. Aku sedang duduk-duduk di depan rumah saat itu. Aku pun menerimanya dan menyimpannya untuk kakak. Itu saja kak."
Maka tanpa bertanya lagi, anak laki-laki itu segera pergi dan membasuh dirinya lalu makan. Sedangkan Christine, dia pergi tidur karena sudah lelah.