Gara-gara Sebuah Mimpi

Gara-gara Sebuah Mimpi
Part 10. Majikan Yang Misterius


__ADS_3

Ke esokan harinya, Christine dan anak laki-laki itu pun pergi ke rumah majikannya. Dan seperti biasa, dia langsung pergi ke gudang dan mengambil peralatan kebunnya dan bekerja. Christine pun selalu ada di sisinya.


Tapi tak lama kemudian, majikannya muncul sambil memegang secangkir teh hangat. Dia bertanya pada bocah itu siapa gadis remaja yang bersamanya. Maka dia mengatakan bahwa gadis itu hanya orang lain yang ingin mencari pekerjaan.


Mendengar itu, majikannya pun sangat senang. Dia menyambut Christine dengan hangat dan penuh cinta seperti seorang ibu yang sudah lama menantikan putrinya kembali.


Wanita itu mengajaknya untuk duduk di teras dan berbincang-bincang dengannya. Wanita itu juga bertanya padanya tentang kehidupannya. Dia berkata,


"Nak, kau gadis yang sangat cantik. Namamu siapa? Dan dimana orangtuamu? Apa kau hanya sendirian di kota kecil ini?"


"Saya Christine nyonya. Dan saya memang sendiri di sini. Sejak kecil saya memang tinggal sendirian. Tak punya keluarga ataupun kerabat."


"Oh begitu. Apa kau memang tinggal di sini sejak dulu? Tapi aku tidak pernah melihatmu."


"Tidak nyonya. Saya berasal dari desa yang sangat jauh dan terisolir. Saya bisa sampai di sini karena berhasil melarikan diri dari orang jahat. Dan waktu itu saya hampir mati karena warga desa yang sudah salah paham terhadap saya."


"Wah, pasti sangat sulit untuk gadis seusiamu bertahan hidup di kampung orang. Tapi kau sangat berani. Yah sudah, jangan khawatir. Kau boleh bekerja di sini. Bahkan kau bisa tinggal di sini bersama ku."


"Tidak perlu repot-repot nyonya. Dengan memberi saya pekerjaan saja, nyonya sudah sangat baik kepada saya. Saya sangat beruntung bisa bertemu dengan nyonya. Tapi kalau boleh tahu, nyonya tinggal dengan siapa di rumah sebesar ini?"


"Tidak ada. Hanya saya sendiri. Karena itulah saya memintamu untuk tinggal bersama saya. Tapi jika kau belum siap, kau bisa memikirkannya dulu.


Aku sangat senang jika bisa memiliki anak perempuan secantik dirimu."


Lalu dia berkata lagi,


"Yah sudah, kau boleh kembali kepada anak itu dan bekerja bersamanya. Bekerjalah dengan baik dan rajin."

__ADS_1


Maka Christine pun segera meninggalkan wanita itu dan pergi kepada anak laki-laki itu dan mulai bekerja. Sementara wanita paruh baya itu terus mengamati mereka berdua lalu masuk ke dalam rumahnya.


Wanita itu pergi ke ruang rahasia itu lagi. Di sana dia berbicara kepada patung anak perempuan itu. Dia berkata,


"Nak, lihatlah! Sekarang kita sudah bertemu. Setelah sekian lama ibu menunggu, sekarang kau hadir dalam hidup ibu. Kau anak perempuan yang sangat cantik. Ibu sangat bahagia. Tapi dia menolak untuk tinggal bersama ibu.


Nak, tolonglah jangan seperti itu! Tolong bujuk dia agar dia mau tinggal bersama ibu. Tapi meski saat ini dia menolak, ibu tidak akan menyerah. Ibu akan terus membujuknya."


Setelah berbicara, wanita itu membakar dupa di hadapan patung anak perempuan itu dan mengucapkan kalimat doa seperti yang biasa dia lakukan. Lalu dia kembali kepada kedua bocah itu, yang tengah sibuk bekerja membersihkan taman. Dia mendekati Christine lagi dan membujuknya lagi agar mau tinggal bersamanya. Dia berkata,


"Nak, apa kalian sudah lapar? Istirahatlah dulu. Ayo kita makan siang bersama. Ibu akan masak makanan yang enak untuk kalian berdua. Yuk, mari!"


"Mmm, tidak usah repot-repot nyonya. Kami sudah membawa bekal makan siang kami." Balas Christine.


"Oh, saya tidak repot sama sekali. Jangan khawatir."


Dengan perasaan takut dan khawatir, kedua bocah itu masuk ke rumah besar dan megah itu. Christine melihat ada banyak benda-benda berharga yang terpajang di atas meja. Juga lukisan-lukisan antik. Dia bertanya pada wanita itu,


"Maaf nyonya, barang-barang ini indah sekali, saya baru pertama kali melihatnya.


Ini pasti sangat mahal."


"Oh tentu. Kau benar sekali nak. Sejak masih muda, saya sangat suka mengoleksi barang-barang indah seperti ini. Dan jika kau mau tinggal bersamaku, kau juga bisa memilikinya."


"Sungguh nyonya? Wah, aku ingin sekali. Aku ingin sekali melihat artis favoritku."


"Benarkah? Siapa artis favoritmu itu?"

__ADS_1


"Dia artis terkenal di Asia. Dia penyanyi yang sangat tampan dan lucu. Aku sangat menyukainya. Besok jika ada kesempatan, aku akan tunjukkan posternya padamu nyonya."


"Benarkah? Pasti ada kesempatan. Besok kau bisa datang kemari. Pintu rumahku selalu terbuka lebar untukmu nak.


Yah sudah, mari kita makan!"


Kedua bocah itu hanya menunggu sebentar sampai wanita itu selesai menyuguhkan beberapa makanan enak di hadapan mereka berdua. Lalu dia memberikan sepotong daging terbaik pada anak laki-laki itu tapi pada Christine, dia memberikan lebih banyak. Kedua bocah itu pun makan dengan lahap sampai mereka kenyang.


Lalu setelah menikmati makanan itu, mereka mengobrol singkat tentang kehidupan kedua bocah itu sebelum akhirnya mereka berdua pulang.


Di dalam perjalanan, kedua bocah itu saling asyik mengobrol tentang hal baik yang baru saja mereka alami. Seolah mereka sejenak lupa dengan hal mengerikan itu. Christine berkata,


"Mmm, kak, aku rasa pendapatmu tentang majikanmu itu salah.


Aku lihat dia orang baik dan murah hati. Kakak juga bisa lihat sendirikan bagaimana dia memperlakukanku tadi? Dia sangat baik padaku. Aku belum pernah melihat orang kaya yang baik seperti dia. Aku jadi ingin tinggal bersamanya."


"Tidak!


Jangan!


Itu hanyalah tipu muslihatnya saja. Jangan percaya padanya.


Kau baru melihatnya hari ini. Sedangkan aku sudah bekerja untuknya selama berhari-hari. Kau jangan lupa dengan rencana kita. Dengan semua yang pernah aku katakan padamu semalam. Aku akan bekerja keras untuk memenuhi impianmu itu."


"Yah, yah. Baiklah aku paham. Aku tidak akan pernah memikirkannya lagi."


"Yah sudah, tidak usah dibahas lagi. Lebih baik kita pikirkan hal yang selanjutnya tentang rencana kita. Karena aku sangat penasaran dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah. Begitu kita sampai di rumah, segeralah mandi dan pergi tidur. karena kita harus mengumpulkan tenaga dan mempersiapkan mental untuk esok hari. Tapi jangan sampai kamu melakukan hal lain yang membuat majikan kita curiga sehingga mengancam nyawa kita. Kau mengerti kan?"

__ADS_1


"Yah baiklah kakakku yang cerewet. Aku akan menuruti semua perkataanmu."


__ADS_2