Gara-gara Sebuah Mimpi

Gara-gara Sebuah Mimpi
Part 15. Misteri Yang Tersingkap


__ADS_3

Suatu hari wanita itu pergi ke luar kota untuk mengurus bisnisnya. Christine yang saat itu sedang sarapan tiba-tiba mendengar suara benda jatuh. Suara itu begitu kencang. Seperti suara gucci yang terbentur dan pecah. Maka dia menghentikan makannya dan pergi mencari tahu. Dia pergi ke ruang tengah tapi semuanya baik-baik saja. Begitu pun dengan ruangan yang lain ketika dia melihatnya. Semuanya tampak baik.


Lalu dia kembali lagi ke dapur dan melanjutkan makannya. Tapi baru sebentar dia duduk, dia mendengar ada suara lain lagi. Dia mendengar suara tangisan. Lalu disusul suara pukulan di dinding. Dan itu berkali-kali. Mendadak dia menjadi takut karena hanya sendirian di rumah.


Maka dia segera keluar dari rumah dan menghubungi ibu tirinya, memberitahu semua itu. Seketika ibunya langsung menghentikan rapatnya dengan beberapa karyawannya usai berbicara di telepon. Dia khawatir kalau bocah laki-laki yang disekapnya itu sudah sadar dan berusaha kabur. Dia takut kejahatannya akan terbongkar dan kehilangan kepercayaan anak angkatnya.


Christine tetap berada di luar dan setia berdiri di depan gerbang menanti kedatangan ibunya. Meski dia sudah menunggu selama ber jam-jam di situ.


**********


Lalu begitu mobil ibunya terlihat dari jauh, dia langsung berlari menghampirinya tanpa menunggu mobil itu berhenti lebih dulu di depan rumahnya. Hingga ibunya terpaksa berhenti dan langsung menyuruhnya masuk ke mobil.


"Bu, aku takut. Aku takut sekali." Ujarnya sambil memeluk wanita itu erat.


"Tenanglah nak. Ibu ada di sini. Ibu akan selalu melindungimu.Tenanglah.


Kau lihat kan, ibu segera pulang saat kamu ketakutan seperti ini?"


"Iya bu. Untunglah ibu cepat sampai.


Mulai sekarang, tolong jangan meninggalkanku sendirian lagi di rumah."

__ADS_1


"Baiklah. Sekarang lebih baik kita masuk. Yuk!" Balasnya lalu melaju dan sampai di depan rumahnya.


Kemudian setelah memarkirkan mobilnya, ibunya berkata lagi,


"Nak, lebih baik sekarang kamu tidur. Jangan kemana-mana. Ibu akan periksa seluruh ruangan. Kau mengerti kan?"


"Yah bu. Aku tidak akan kemana pun. Ibu hati-hati yah. Suara itu terdengar menakutkan."


"Baiklah. Ingat. Jangan keluar dari kamarmu. Kunci pintunya."


Dia pun tak menjawabnya lagi. Tapi segera pergi ke kamarnya dan mengunci pintu seperti yang ibunya perintahkan.


Lalu setelah memastikan Christine masuk ke kamarnya dan mengunci pintu, wanita itu segera turun ke ruang rahasia itu. Dia juga menyelipkan sebilah pisau di bajunya untuk berjaga-jaga jika anak itu mencoba melawannya.


Wanita itu pun menjadi murka melihatnya dan memukul wajah anak itu. Lalu dia mengganti tali itu dengan rantai dan menjambak rambutnya. Dia berkata,


"Kau mau kabur dari sini dan menghancurkanku?


Kau pikir kau bisa melakukannya? Nak, sebenarnya aku sangat kasihan padamu. Tidak seharusnya kau merasakan semua ini kalau kau juga mengerti perasaanku. Ah....aku memang bodoh. Bagaimana kau bisa memahami perasaanku sedangkan aku tidak pernah cerita? Tapi aku rasa itu tidak perlu. Begini saja, bagaimana kalau kau pergi dari kehidupan Christine, dari kehidupan kami berdua? Kalau kau mau, aku akan membebaskanmu dari sini. Tapi jika tidak, aku akan semakin menyakitimu."


Tapi bocah laki-laki itu menolaknya. Dia bahkan membenturkan kepalanya ke tiang tempat dia terikat sampai kepalanya berdarah untuk menegaskan bahwa dia lebih baik mati daripada harus jauh dari adiknya.

__ADS_1


Wanita itu pun semakin geram melihat tindakannya dan hilang kesabaran hingga dia memukul anak itu sampai berdarah. Kemudian dia berkata lagi,


"Tolong jangan menguji kesabaranku. Aku tidak mau melukai siapapun lagi. Selama ini aku sudah berjuang keras untuk hidup normal. Sudah bertahun-tahun aku menantikan kehadiran seorang putri. Aku tahu, aku bisa saja mengadopsinya dari panti asuhan. Tapi aku tak menemukan satu pun yang berkenan di hatiku. Sampai aku melihat Christine datang ke rumah ku. Wajahnya mirip dengan putriku. Coba lihat patung itu. Dia adalah anakku. Aku tidak rela menguburnya karena tak ingin tubuhnya hancur. Dia mengalami nasib yang malang karena ayahnya sendiri. Laki-laki brengsek itu bermain serong dengan wanita lain dan punya anak darinya. Tapi bukannya minta maaf, dia malah marah kepadaku dan mendorongku hingga jatuh dan anakku terlempar, lepas dari tanganku saat aku sedang menggendongnya. Kepalanya tebentur hebat hingga menyebabkan dia meninggal. Aku pun tak tinggal diam melihat semua itu. Saat dia berbalik badan, aku langsung menyerangnya dengan sebuah gunting. Menusuk punggungnya berkali-kali sampai dia mati. Lalu aku menguburnya di halaman belakang rumahku, tempat kau biasa membersihkan kebun bunga itu. Sejak itulah aku membenci setiap laki-laki. Karena dia sudah merenggut apa yang kunantikan sejak lama. Tapi jika kau tetap memaksa, aku juga akan membuat nasib Christine persis seperti itu. Menjadi patung. Agar kita sama-sama tidak memilikinya."


Anak laki-laki itu pun tak sanggup lagi bersikeras mempertahankan keinginannya setelah mendengar ancaman wanita itu. Baginya, lebih baik menyerah dan merelakan adiknya tinggal bersamanya ketimbang melihat wanita gila itu membunuh dan mengawetkan adiknya.


Maka setelah mendapatkan kepastian, wanita itu segera pergi meninggalkannya dan mengatur siasat untuk melepaskannya. Namun dia sudah membuat perjanjian dengan anak laki-laki itu.


**********


Ke esokan harinya, wanita itu menyuruh Christine pergi berbelanja agar dia punya kesempatan untuk membebaskan anak laki-laki itu.


"Nak, persediaan makanan kita sudah hampir habis. Kau bisa kan pergi ke pasar membelinya? Beli dan buat beberapa stok makanan sesuai dengan daftar ini. Dan jika nanti uangnya masih sisa, kau bisa gunakan itu untuk membeli apa yang kau mau. Pergilah sekarang nak."


Christine pun segera pergi tanpa banyak bertanya. Lalu wanita itu cepat-cepat kembali ke ruang rahasia itu untuk melepaskan bocah itu. Tapi dia juga membawa sepiring makanan untuknya agar kekuatannya pulih sehingga dia bisa melarikan diri.


"Ayo makanlah dulu. Tapi kau harus cepat. Karena waktumu tidak banyak. Christine hanya pergi sebentar ke pasar. Dan aku tidak ingin kau masih ada di sini saat dia kembali. Aku tidak mau dia sampai melihatmu. Apalagi dengan kondisi seperti ini. Dia sudah hampir melupakanmu karena aku sudah membuatnya sibuk dengan semua keinginannya.


Pergilah sejauh mungkin. Aku juga akan memberimu sejumlah uang untuk pergi jauh dari sini. Ingat! Aku melakukan semua ini karena kau sudah membawa Christine padaku."


Maka dengan hati yang sangat kecewa dan berlinang air mata, anak laki-laki itu bersumpah untuk tidak pernah kembali.

__ADS_1


Lalu setelah dia menghabiskan makanannya dan menerima uang itu, dia segera pergi lewat pintu belakang.


__ADS_2