
Hi, Aku Chrisd!
Aku seorang gadis bukan seorang Pria.
Banyak orang yang salah paham dengan namaku. Orang-orang selalu berfikir aku adalah seorang pria saat, mereka mendengar namaku.
Sewaktu aku di kandungan, Mamaku mengidam layaknya dia mengandung anak laki-laki. Dia membeli perlengkapan dan mainan baby untuk anak laki-laki.
Bahkan saat aku lahir Mamaku tetap membelikan aku barang-barang pria.
Awalnya Papaku tidak setuju dia sangat marah, tetapi sekarang dia adalah orang yang paling rajin membelikan ku mainan baru (sebenarnya itu hanya alasan). Walaupun aku sudah berumur 17 Tahun, Papaku tidak pernah berhenti untuk mengajakku bermain bola basket, sepak bola ataupun, permainan lainnya.
Lalu, apa yang terjadi dengan Mamaku? Sekarang dia adalah orang yang paling menentang jika ada yang memberikanku mainan laki-laki. Dia membuang semua boxerku dan menggantinya dengan rok atau dress, sangat menjengkelkan bukan?
***
Pagi ini seperti biasanya, alaram terhebat di dunia kembali berbunyi. Ya kalian pasti tahu siapa itu alaram terhebat di dunia.
"Chrisd Wake up please, ini udah jam berapa? Ini hari senin jangan sampai telat, kamu upacara loh." Mama
"Sebentar Mah 30 menit lagi, masih ngantuk banget." Chrisd
"Hey, kenapa hari ini kamu gak libur aja sayang?" Mama
"Memang boleh Mah?" Chrisd
"Boleh dong, boleh banget malahan." Mama
"Asik...
Chrisd bakal mandi sekarang Mah." Chrisd bergidik ngeri saat melihat Mamanya memegang ponselnya.
"Nah gitu dong baru anak Mamah." Chrisd
"Mah itu hp nya ditaru dong jangan dibawa, soalnya harta Chrisd disitu semua." Chrisd
"Harta apa Chrisd kamu punya harta dari mana, sekolah aja belum kelar." Mama
"Enggak Mah, Mama gak akan ngerti. Kalau mau simpen yah yang ini aja ma disimpan." Chrisd menyodorkan Hp yang satunya.
"Enggak deh itu kan ada group sekolah kamu, Mama maunya ini lebih bagus dan lebih gede pokoknya puas buat nge drakor. Otg kamu mana, Mama pinjem dong, kemarin Mama abis download drakor di warnet." Mama
"Astaga Mama, itu ada notebook kenapa di hp Chrisd sih? Lagian Mama ngapain donwload drakor di warnet, kan bisa streaming dari rumah percuma aja rumah ada wifinya kalau gak digunain." Chrisd
"Loh kan Mama mau hemat, kamu gimana sih?" Mama
"Mah, ini wifi mau gak digunain sekalipun tetep aja pembayarannya sama." Chrisd
"Brisik kamu, kalau gak mandi sekarang ini hp Mama tahan selamanya. Lagian kamu fikir Mama gak tau harta yang kamu maksud itu game?" Mama
"Yah Mah jangan gitu dong, balikin sekarang aja hpnya. Itu beneren harta Chrisd, diamond sama level Chrisd di game itu aset Mah." Chrisd
"Aset palalu, udah diem. Kelar mandi Mama balikin. No protes!" Mama
Chintya meninggalkan putrinya itu.
__ADS_1
Dia sangat heran kenapa bisa anak perempuannya tergila-gila dengan game yang biasa dimainkan oleh pria, ini pasti karena ulah suaminya yang telah meracuni fikiran putrinya itu.
****
"Hi Chrisd telat lagi nih kamu, sepertinya julukan mu memang tepat "Queen late"." Chrisd
"Dih gak nyadar yah, lu juga dapat gelar "King late" kale." Chrisd
"Aku Raja dan kamu Ratu, Hmm
Jangan-jangan kita jodoh." Brian
"Idih, najis mana mau gua jodoh sama lu." Chrisd
"Dih, apaan sih kepedean banget lu emang gua mau gitu?" Brian
"Lah lu sendiri tadi yang bilang kan?" Chrisd
"Bilang apa? " Brian
"Bilang kalau kita jodoh." Chrisd
"Amin ya Tuhan, Amin." Brian
"Dih gila nih anak dengar yah, sekalipun lu punya julukan orang tertampan di sekolah ini tapi gak termasuk ke gua. Menurut gua lu orang yang paling jelek disekolah ini." Chrisd
"Hahaha, biarin deh jelek yang penting kan gua sayang sama lu." Brian
"Dih ngaco ini anak uda mulai kumat sawannya, sono lu jauh-jauh dari gua ntar sawan lu nular lagi." Chrisd
"Astaga Briannnnnn !!" Chrisd
"Iya, ada apa Chrisd sayang?" Brian
"Tau ah kesel gua ama lu, byee" Chrisd
Chrisd berlalu, meninggalkan Brian yang sekarang tertawa cekikikan.
Brian sangat suka menggoda Chrisd, menurutnya Chrisd adalah gadis manis yang unik dan percaya atau tidak Brian adalah siswi terkalem di sekolah.
Semua orang beranggapan seperti itu kecuali, Chrisd.
"Bener-bener nih si Brian kagak ada otaknya ngeselin banget sih tuh orang, kenapa coba mesti telat bareng sama dia. Huft pagi-pagi uda ancur mood gua aying." Chrisd
"Brian, Chrisd kalian kenapa telat lagi bukannya baru kemarin buat surat pernyataan? " Ibu Guru
"Ya elah Buk yang namanya telat mana bisa di prediksi, bisa aja kan dari rumah uda berangkat pagi eh taunya kena macet atau ada masalah, kan gaada yang tau Buk." Chrisd
"Ngejawab terus kamu Chrisd." Ibu Guru
"Yah ntar kalau gak dijawab ibuknya marah ngatain kita bisu lah, bicara sama tembok atau apalah." Chrisd
"Uda-uda untung kamu murid pinter, kalau enggak uda ibu suruh ujian lisan kamu." Ibu Guru
"Lah apa kaitannya Buk?" Brian
__ADS_1
"Diem Brian saya gak mood bicara sama kamu." Ibu Guru
"Lahhh si ibuk baperan." Brian
"Iya sudah sana Chrisd kamu bersihin toilet cowok dan kamu Brian, di toilet cewek.
Jangan lupa Wc dan lantainya dibrush." Ibu Guru
"Iya Buk." Brian dan Chrisd.
Sial banget emang gue, uda telat bareng si Brian sekarang malah disuruh ngebersihin toilet cowok. Tapi gak apa deh, dari pada gua disuruh ngebersihin toilet cewe yang banyak roti bantalnya.
Tapi sama aja sih, toilet cowo juga baunya minta ampun. Ini cowok-cowok saat ke toilet mendadak lumpuh kali yah, makanya gabisa nyiram pipis mereka.
Chrisd ngedumel sepanjang waktu, dia sangat kesal.
Di rumah dia bahkan tidak pernah memegang sapu, tapi di sekolah dia malah jadi babu.
Saat dia hampir selesai membersihkan seluruhnya, tiba-tiba saja matanya tertuju kesudut ruangan. Di sana terletak sebuah gelang berwarna putih, sepertinya gelang itu terbuat dari besi putih.
"Wuih gelang siapa nih, masih bagus gak ada karatnya lagi kenapa dibuang yah?" Chrisd lalu mengambil gelang itu dan mencobanya
"Keren banget astaga pasti yang punya gelang ini orangnya keren, simpan ah siapatau jodoh sama yang punya hahaha." Chrisd
Chrisd mengantongi gelang tersebut dan tanpa dia sadari, seseorang sedang memperhatikan dia. Seorang pria yang tampan akan tetapi wajah sangat pucat.
Chrisd kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi, dia membersihkan toilet sampai kinclong agar si guru Bk tidak menceramahinya.
Setelah semua selesai, Chrisd kembali ke ruang Bk dan sudah menemukan Brian di sana.
"Itu muka kena saos kah, makanya bisa semerah itu?" Chrisd
"Biasalah, di toilet cewek banyak saos ada yang di lantai, ada yang di keranjang sampah juga." Brian
"Ehh ??" Chrisd terdiam sesaat lalu tertawa kencang
"Hahaha, lu nemu rejeki yah? Wah beruntung banget pagi-pagi uda disuguhin roti bantal plus saos." Chrisd
"Iya nih, harusnya gua bungkusin juga buat lu." Brian
"Enggak deh gak suka saos sama roti bantal, buat lu aja." Chrisd
"Gimana Yan??" Chrisd mengedipkan matanya kepada Brian.
"Gimana apanya?" Brian menatap bingung ke arah Chrisd
"Sensasi roti bantalnya, ada yang masih anget gak?" Chrisd
"Ada Chrisd, kayaknya masih fresh deh." Brian menatap sinis ke arah Chrisd.
"Hahaha, kok lu tau sih? lu cobain yah tadi?" Chrisd tertawa
"Iya, gua cicip dikit. Puas lu?" Brian
"Hahaha, iya Yan. Puas banget malahan." Chrisd
__ADS_1
Brian hanya menatap Chrisd dengan sinis karena Chrisd seakan tidak perduli dengan penderitaan yang baru saja dia alami, tapi Chrisd seakan tidak perduli dengan tatapan sinis Brian.