
Rico berbalik saat ada seseorang yang memasuki toilet, menggunakan hoodie hitam sedikit misterius karena pria itu juga memakai topi.
Rico acuh saja dia tetap melanjutkan aktivitasnya.
Setelah selesai, dia lalu mencuci tangan dan merapikan pakaiannya.
Pria berhoodie hitam itu berdiri disamping Rico tetapi tidak didepan kaca, dia merapikan bajunya akan tetapi dia terus menatap kebawah.
Rico merasa aneh dia ingin menegur si pria hoodie tapi segan, entah kenapa dia sangat penasaran dengan si pria berhoodie.
Rico tersadar dari lamunannya saat pria itu mulai berjalan keluar, Rico mengamatinya dari atas sampai bawah dan dia melihat tali sepatu pria itu terlepas. Dengan semangat Rico memanggil pria itu.
"Broo, broo itu tali sepatunya lepas." Rico
Kriikkk, Kriikkk!!
Senyap tidak ada jawaban, tapi akan si pria hoodie hitam itu berhenti lalu jongkok untuk memperbaiki tali sepatunya.
"Ni orang aneh banget deh, uda diingetin bukannya bilang makasih malah diem aja" Rico berbicara dalam hati.
Walaupun begitu Rico tetap berdiri disana sambil memperhatikan pria ber hoodie
Pria itu selesai mengikat tali sepatunya, dia lalu berjalan meninggalkan toilet. Baru beberapa langkah dia kembali berhenti dan berbalik kearah Rico.
Dia mengangkat kepalanya perlahan dan tersenyum, setelah itu dia pergi.
Rico terdiam, dia tau siapa pria itu dia tidak mungkin salah.
Wajah Rico memucat dan perasaannya tidak tenang.
"Tenang Rico dia uda meninggal, lu liat sendiri dia dikuburin jadi gak mungkin hidup lagi !" Rico berusaha menenangkan diri tapi gagal.
Dia berusaha beranggapan kalau yang dia lihatnya itu tidak nyata dia hanya berhalusinasi, tapi tidak matanya tidak mungkin salah.
__ADS_1
Rico tidak menyadari kalau Rony datang menemuinya.
"Woi lu ngapain sih disini, ayo buruan itu makanannya uda dateng ntar keburu dingin." Rony
"Ahh sorry, gua liat dia." Rico
"Dia siapa? " Rony
"Dia, dia yang dulu pernah kitaa." Omongan Rico terhenti saat Rony menatapnya dengan tajam
"Jangan bilang orang yang lu liat itu adalah orang yang ada difikiran gua." Rony
Rico tidak menjawab dia hanya mengangguk
"Broo dia itu uda mati dan orang mati gak bakal bisa hidup lagi." Rony
"Tapi gua liat dia tadi dia didepan gua, dia senyum ke gua tadi." Rico
"Uda deh lu itu cuma halusinasi, apa perlu kita kekuburannya sekarang buat ngebuktiin?" Rony
"Mungkin lu benar gua cuma halu." Rico
"Lu kecapean mungkin karena ngurusin masalah Chrisd, dan lagi mungkin aja lu kepikiran sama temennya Chrisd yang namanya mirip sama dia jadi lu berhalusinasi." Rony
"Ya lu benar, gak mungkin orang mati hidup lagi." Rico
"Yaudah kuy balik, gua uda kelaperan dari tadi. Gua uda kayak Cowok yang jemput pacarnya ditoilet sekarang, mana orang-orang ngeliatin lagi dari tadi. Mereka fikir kita Homo kali." Rony
"Ya, sepertinya begitu." Rico
"Kurang ajar lu, lu setuju kalau mereka mikir kita homo?" Rony
"Iya, gua setuju karna ada buktinya." Rico menjawab dengan wajah yang datar.
__ADS_1
"Apaan sih lu, apa coba buktinya jelas-jelas gua ini cowok tulen tanpa lekong." Rony
"Ini!" Rico mengangkat tangannya yang sedari tadi digenggam oleh Rony (Tanpa ekspresi)
"Wuaahhh A*jirrrr, pantesan aja dari tadi diliatin mulu ama yang lewat." Rony langsung menghempaskan tangan Rico
Rico terdiam, dia menatap Rony dengan tatapan yang mengintimidasi.
"Apaan,kenapa lu ngeliatin gua?" Rony
"Apa selama ini lu ada rasa sama gua, jujur aja." Rico
Rony kembali menatap Rico, dia maju yang otomatis membuat Rico mundur sampai terpojok ke tembok.
"Kalau gua beneran ada rasa sama lu gimana? " Rony mengedipkan sebelah matanya sambil menjilat bibir bawah dengan slowmotion
"Se serius lu? ya gapapa sih gua juga uda bosan sama cewek." Rico mengalungkan tangannya dileher Rony
Orang-orang yang yang lewat pun tersenyum geli melihat tingkah mereka.
"Kalau gitu sekarang kita..." Rony
"Kita apaa? " Rico menjawab dengan suara lembut, nan genit sambil menggigit bibir bawahnya tidak lupa dengan kedipan manja.
Rony mendekatkan bibirnya kearah Rico, dan Rico dengan sigap menoyornya.
"Hahaha" Mereka berdua tertawa seperti orang gila dan melupakan pembicaraan mereka tadi. orang-orang yang ada disana hanya menatap mereka dengan heran.
"Gila kok gua geli yah." Rony
"Sama njirrr gua juga, sumpah!" Rico
"Uda ah gua laper nih, kuy makan." Rony
__ADS_1
"Kuy lah." Rico
Mereka pun kembali ketempat mereka dan memakan makan dengan lahap.