Gelang

Gelang
Part 13


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30, tepat. tapi Chrisd belum juga mengantuk, dia sangat gelisah dengan apa yang baru saja dilihatnya.


Hawa dikamarnya juga dingin dan mencekam ditambah dengan keadaan kamar yang gelap karena Papanya telah mematikan lampu.


Chrisd berusaha untuk tidur, dia menarik selimut sampai memutupi kepalanya dan dia juga menutup matanya rapat-rapat.


Sepertinya cara itu cukup membantu karena tidak sampai 30 menit matanya perlahan-lahan mulai tertarik untuk tertutup.


Tapi tiba-tiba saja badannya tersentak seperti ada sesuatu yang menimpahnya dan seketika itu juga dia tidak bisa bergerak, dia sangat ketakukan dia berusaha untuk bergerak dan berteriak tetap saja hasilnya nihil.


Selimut yang menutupi tubuhnya perlahan jatuh kebawah seperti ada yang menariknya, sekarang dia merasa sangat takut.


Dia terus berusaha agar bisa bergerak dan berteriak tapi gagal. Tapi lain hal dengan matanya,


Mata yang tadi tertutup rapat kini mulai terbuka sedikit demi sedikit, Chrisd terus berusaha agar matanya dapat terbuka.


Duaarrr. . . .


Seketika mata Chrisd terbuka saat mendengar suara petir tersebut, dan saat itu juga matanya langsung bertatapan dengan sosok yang ada didepannya sekarang.


Sosok itu menyeringai melihat ketidak berdayaan Chrisd


"Halo cantik kita bertemu lagi, kenapa kau terlihat sangat ketakutan bukankah ini menyenangkan?" Sosok itu mulai berbicara dengan suara lirih dan itu sangat menyeramkan.


"Ayo bermain, aku sangat kesepian tidak ada yang mau bermain denganku, semua orang selalu takut padaku apa salahku? Padahal aku tidak pernah menyakiti siapapun tapi mereka selalu mengangguku, menghindariku, dan meninggalkanku aku tidak punya siapapun. Ayo bermainlah bersamaku aku tidak akan menyakitimu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu aku berjanji."


Chrisd yang mendengar itu semakin ketakutan tapi dia hanya bisa menangis tanpa suara. Dadanya sudah sangat sesak, ingin sekali dia berteriak tapi rasanya tidak mungkin.


"Hei kenapa kau menangis? Aku kan tidak menyakitimu, aku hanya mengajakmu bermain tapi kenapa kau malah menangis apa salah ku katakan jangan diam saja apa salahku padamu? Kau sama saja seperti mereka, kalian semua sama kalian semua jahat aku benci kalian semua!"


Sosok itu berteriak dan menangis, Chrisd semakin ketakutan dia tidak tau harus berbuat apa. Sementara sosok itu masih terus menangis tepat dihadapan Chrisd tanpa berpindah malah semakin mendekat. Air mata Chrisd terus mengalir dia sudah tidak kuat mendengar tangisan sosok itu, tangisannya sangat menyeramkan.


Pluukk...

__ADS_1


Mata yang awalnya berada ditempat kini terlepas dan jatuh mengenai wajah Chrisd dan seketika itu Chrisd langsung berteriak sangat kencang.


"Mamaaaaaa"


Chintya dan Christian terbangun mendengar teriakan Chrisd, mereka berdua langsung berlari kekamar putrinya tersebut.


"Chrisd kamu kenapa sayang?" Christian.


Chintya yang melihat Chrisd langsung berlari memeluk putrinya itu.


"Mama, ada mata Ma, ada mata dimuka Chrisd" Chrisd mengatakan itu sambil terus mengusap kasar wajahnya dengan selimut.


"Mana sayang mana, kan dimuka kamu memang ada mata sayang."


"Bukan Mah bukan mata Chrisd tapi mata wanita itu Ma, matanya jatuh keatas muka Chrisd. "


Chintya menarik selimut itu dari tangan Chrisd, wajah Chrisd sudah sangat merah karena dia mengusapkan selimut dengan sangat kasar kewajahnya.


"Enggak Mah, Chrisd takut Mah dia ada disitu Mah, dia ajak Chrisd main." Chrisd menunjuk kearah gorden.


Christian langsung menghampiri goreden tersebut dan menyibaknya.


"Disini gaada apa-apa Chrisd. " Christian


"Ada Pah, Chrisd liat sendiri tadi Papa, Chrisd gak bohong Papa." Chrisd berteriak frustasi


"Hei sayang, sayang dengar Mamah. disini itu cuma ada Papa, Mama, sama Chrisd gaada orang lain lagi tenang ya sayang."


"Chrisd takut Mah, chrisd taku." Chrisd terus menangis sampai suaranya serak.


"Mama sama Papa disini Chrisd gak usah takut gak bakal ada yang gangguin Chrisd, Mama bakal disini temenin Chrisd Mama janji." Chintya berusaha menenangkan Chrisd dia tidak tega melihat Chrisd seperti ini. ini aneh tidak biasanya putrinya seperti ini, yang dia tau Chrisd bukanlah seorang penakut.


Chrisd memeluk Chintya dengan sangat erat seakan tidak ingin Chintya pergi, dia masih menangis sesenggukan.

__ADS_1


Christian yang melihat putrinya itu heran sebenarnya apa yang terjadi, apa yang menyebabkan putrinya seperti ini? Apa yang harus dia lakukan?


"Chrisd jangan nangis, bilang ke Papa sekarang Maksud kamu apa tentang kamu diajak main, "Dia" disana, ada mata atau apalah, jelaskan ke Papa sekarang. Jangan cengeng kamu!"


"Eh kamu apa-apaan sih, kamu gak liat Chrisd ketakutan gini kok malah dikasarin?" Chintya tidak terima dengan perlakuan suaminya itu.


"Papa bukan ngasarin tapi Papa nyuruh Chrisd buat ngejelasin semuanya, kita gak tau apa maksudnya Chrisd hanya dia sendiri yang tau." Christian


"Tapi cara kamu itu salah kamu liat mukanya Chrisd, dia syok banget sekarang dan kamu malah nyuruh dia buat menjelaskan sekarang? Keterlaluan banggg... "


Omongan Chintya terhenti karena Chrisd memotongnya.


"Dia itu cewek yang tadi sore gangguin Chrisd, tadi sore dia ada diruang tv dan sekarang dia ada dikamar Chrisd. Chrisd takut Ma, matanya suka copot sendiri tadi sore dia kasih matanya ke Chrisd dan sekarang matanya jatuh kemuka Chrisd." Chrisd berbicara sambil sesenggukan dia juga kembali menangis.


"Cewek yang mana sih Chrisd, kamu jangan Ngarang yah! " Christian


"Cukup Pah, kamu kalau gak bisa nenangin anak setidaknya jangan buat dia makin down mending kamu keluar aja aku tidur disini sama Chrisd." Chintya menghentikan suaminya dia tidak ingin putrinya bertambah sedih, melihat Chrisd berantakan sekarang hatinya sudah sangat sakit, dia tau putrinya itu tidak berbohong atau mengatakan omong kosong.


Christian diam dan melihat Chrisd yang masih memeluk erat Chintya. Rasa penyesalan kini menghampirinya sebenarnya, dia tidak tega melihat Chrisd seperti itu dia sengaja berpura-pura marah agar mendapatkan informasi.


"Yaudah Papa minta maaf deh, Papa salah sama Chrisd." Christian


Chrisd diam saja tidak menanggapi omongan Papanya itu.


"Chrisd biar tidur dikamar kita aja jangan kamu yang tidur disini, Chrisd kan ngeliat cewek itu disini pasti dia gak bakal tenang kalau tidur disini." Christian


Yaudah terserah yang penting Mama mau nemenin Chrisd. " Chintya


Chintya melepaskan pelukannya dan membiarkan Chrisd digendong oleh Papanya.


Malam ini Chrisd tidur sambil terus memeluk Chintya, dia terlihat sangat ketakutan. Dia bahkan tidak melepaskan pelukannya dari Chintya sedetikpun.


Chintya merasa ibah melihat putrinya dia yakin putrinya sekarang sangat ketakutan, Chintya terus mengusap rambut putrinya itu dia bahkan tidur setelah memastikan Chrisd tertidur.

__ADS_1


__ADS_2