Gelang

Gelang
Part 37


__ADS_3

Chrisd berbaring di kasurnya sambil memikirkan apa yang sebenarnya terjadi padanya, kenapa akhir-akhir ini semua orang mengatakan jika dirinya berbeda?


Entahlah yang jelas dia juga merasa berbeda akhir-akhir ini, dia sering mengalami hal aneh yang lebih ke menakutkan sebenarnya. Mulai dari mendengar hal-hal aneh sampai melihat hal-hal yang tidak wajar.


Seperti sore ini, saat dia berada di rumah sakit...


Flashback...


Chrisd berjalan ringan menuju lift sambil menggoyang-goyangkan pesanan Papanya, tentu saja dia tidak akan seperti itu jika keadaan di sekitarnya ramai.


Berjalan santai sambil mendongakkan kepalanya melihat-lihat kamar yang ada di sepanjang koridor, walaupun sekarang dia berada di lantai pertama tetap saja keadaan disana sepi yang membuatnya sedikit cemas. Maklum saja biar bagaimanapun ini rumah sakit, dan setiap rumah sakit sudah pasti agak menakutkan.


Semakin memasuki koridor keadaan semakin sepi, bahkan lebih sepi dari pada yang diawal. Chrisd merasa bimbang, haruskah dia menggunakan tangga darurat, atau menelfon Papanya agar turun untuk menjemputnya?


Chrisd mengeluarkan ponsel dari sakunya dan bersiap menelfon Papanya, tetapi niat itu dia urungkan ketika melihat Bocah laki-laki yang tengah berdiri sendirian di depan lift, sepertinya bocah itu juga menunggu lift.


Merasa memiliki teman, Chrisd buru-buru berlari menghampiri bocah itu.


"Haii..." Sapa Chrisd


Bocah itu hanya melirik sekilas ke arah Chrisd tanpa menjawab sapaan darinya.


"Mau ke lantai berapa dek?" Chrisd kembali menyapa sambil memamerkan senyum manisnya.


Nihil tidak ada jawaban, bocah itu tetap diam seakan-akan tidak mendengar suara Chrisd.


"Kamu takut yah sama Kakak? Kakak bukan penculik kok, bener" Chrisd mengangkat jari telunjuk dan jari tengah lalu di tempelkan ke pipinya sambil tersenyum.


Bocah itu melihat nya, kali ini dengan senyuman dan anggukan.


"Nah gitu dong senyum, kan bagus hehe." Chrisd terkekeh


Chrisd mengamati bocah itu dari kepala sampai ujung kaki


"Hmmm, sepertinya dia pasien disini, tapi kenapa dia keluyuran disini apalagi sendirian." Chrisd bergumam


"Kamu sakit yah dek?" Chrisd bertanya


Bocah itu tersenyum sambil mengangguk.


"Loh kamu sakit tapi kok keluyuran, sendirian lagi. Memangnya orang tua kamu mana?


"Uda pulang kak." Akhirnya setelah sekian purnama bocah itu mau mengeluarkan suara emasnya.


"Uda pulang, terus kamu sama siapa?" Chrisd


"Gak sama siapa-siapa kok kak." Bocah itu menjawab datar


"Aneh" Chrisd kembali bergumam


"Mungkin orang tua kamu pulang buat ambil barang-barang dan beberapa keperluan kamu, nanti juga balik lagi kok." Chrisd

__ADS_1


"Iya kak."


"Dirawat di lantai berapa, di ruangan mana? Biar kakak anter kamu kesana, takutnya orang tua kamu Uda balik dan malah khawatir ngeliat kamu gaada di kamar." Chrisd


"Lantai 12 kak."


"Ruangan apa?" Chrisd


Bocah itu diam sambil menundukkan kepalanya.


"Kamu lupa yah nomor ruangannya, yaudah gpp nanti kakak bantu cari. Kamu ingat kann letaknya dimana?" Chrisd


"Iya kak." Bocah itu hanya menjawab dengan tatapan datar.


Ting...


Pintu Lift terbuka


Chrisd menggandeng tangan anak itu untuk menuntunnya masuk kedalam lift dan seketika itu juga Chrisd terpaku karena tangan anak itu sangat dingin.


Chrisd berfikir, sebenarnya sakit apa dia kenapa tangan nya sampai sedingin itu dan setelah di perhatikan ternyata wajahnya juga sangat pucat.


"Kakak kenapa, kakak takut yah? "


"Ehh, enggak kok. Yuk kita masuk. " Chrisd


Didalam lift Chrisd hanya diam dengan fikiran yang berkecamuk, dan anak itu hanya memperhatikan Chrisd.


Wajah Chrisd mengkerut


"Enggak kok, kakak gak takut. Kenapa kakak harus takut sama kamu?" Chrisd


"Kakak gak usah takut sama aku yah, aku gak jahat kok dan gak nyeremin juga."


"Loh? Haha kamu ikutin kata-kata kakak tadi yah, iya kamu gak jahat dan gak nyeremin juga." Chrisd tersenyum


"Terimakasih kak"


"Aneh banget, masa ada orang takut sama anak kecil mana imut pula anaknya. Hmm" Chrisd bergumam


Setelah sampai di lantai yang di tuju, Chrisd kembali menggenggam tangan anak itu dan sekarang anak itu tersenyum manis melihat kearahnya.


"Kamu di ruangan mana, coba ingat-ingat dulu" Chrisd


"Kayaknya sih di sebelah kiri."


"Yang pojokan sana?" Chrisd


"Gak kak, di tengah sih kayaknya."


"Kenapa gak di pojok aja dek?" Chrisd

__ADS_1


"Ih si kakak aneh deh, yah aku gak tau lah. Tanya aja sama Mama, Papaku." Bocah itu cemberut


"Aduh-aduh gak usah cemberut, kakak bercanda kok. Haha kamu lucu deh kalau cemberut." Chrisd


"Kalau gini masih lucu gak gak?" Bocah itu tersenyum lebar, lebih mirip ke menyeringai


"Hmm, not bad lah tapi kamu gak cocok kalau kayak gitu. Jadi agak nyeremin, cocoknya senyum kayak tadi." Chrisd


"Oooo, gitu yah. Kak ini ruangan aku, kita uda sampai."


Chrisd membuka pintu dan kosong, tidak ada barang-barang dari anak itu. Kasur juga terlihat rapi, tidak ada tanda-tanda jika kamar ini ada yang nempati.


"Kamu yakin ini kamar kamu?" Chrisd


"Iya kak, kenapa?"


"Enggak, cuma ini kayaknya kosong deh dan gaada barang-barang kamu." Chrisd


"Kamarnya baru di rapihin kak, dan barang-barang aku kan Uda dibawa sama Mama, Papa."


"Oh iya kakak lupa, kan barang-barang kamu mau di ganti makanya di bawa pulang. Mungkin aja kasurnya juga baru di ganti seprainya." Chrisd


"Yaudah kamu naik ke kasur, nanti kakak panggilin perawatnya buat pasangin infus kamu lagi." Chrisd


Bocah itu naik ke kasurnya dan tersenyum


"Kak, susternya jangan dipanggil yah biar aja mereka datang sendiri."


"Loh kenapa, kan infus kamu harus di pasang lagi." Chrisd


"Enggak kak, aku mau istirahat tangan aku pegel kalau di infus terus. Biarin aja beberapa menit, nanti juga susternya pasangin kok."


Chrisd berfikir sejenak dan benar juga sih kalau di infus terus itu tangan bisa pegel, para perawat disini juga biasanya bakal ngelakuin kontrol ke setiap ruangan.


Chrisd mengangguk dan tersenyum "Yaudah deh, kamu istirahat aja disini jangan turun kebawah lagi yah bahaya soalnya."


"Iya kak."


"Kalau ada apa-apa kamu bisa datang keruangan Papa kakak, atau kalau bosan tekan bel itu aja terus suruh perawatnya panggil kakak. Bilangin "Sus tolong panggilin anaknya dr. Christian." Ngerti kan??" Chrisd


"Iya kakak, makasih."


Bocah itu tersenyum tetapi entah mengapa Chrisd jadi tidak tega melihat nya.


"Kamu yakin mau sendirian, gak mau ditemani aja gitu sampai orang tua kamu datang? Chrisd


"Gak usah kak, aku mau tidur kok."


Chrisd mendekat lalu mencium kening anak itu "selamat tidur ganteng, cepat sembuh yah."


Oke ini aneh, biasanya Chrisd tidak akan melakukan ini terlebih kepada anak yang belum pernah dia kenal ataupun temui.

__ADS_1


__ADS_2