Gelang

Gelang
Part 38


__ADS_3

Chrisd tersenyum dan keluar dari ruangan itu menuju lift, saat menunggu lift Chrisd melihat pasangan suami-isteri keluar dari sana tetapi dengan keadaan si istri sedang menangis dan si suami hanya diam dengan menatap tajam ke arah depan sambil memegang tangan istrinya.


Chrisd berfikir sejenak


mungkin ini adalah orang tua dari anak itu dan aku akan memperingatkan mereka agar lebih memperhatikan anak mereka.


Chrisd mengejar mereka


"Permisi.." Chrisd


Pasangan itu berhenti, lalu menoleh kearah Chrisd. "Ada apa yah?" suami nya menjawab.


"Kalian orang tua dari anak laki-laki yang kamarnya ada di tengah sebelah kiri yah?" Chrisd


"Kamar E 17? " Suami


"Iya." Chrisd


"Memangnya ada apa?" Kali ini si istri yang bertanya, sambil berusaha mengatur suaranya karena serak.


"Kalian tuh jadi orang tua perhatian dikit kek sama anak kalian, masa kalian pergi terus di susul sama anak sendiri sampai ke bawah gak tau. Dia itu tadi saya temuin lagi nunggu lift sendirian di lantai bawah, gimana sih anak sendiri gak di jaga. Itu anak kalian lagi istirahat di kamar, pakein selimut soalnya badannya dingin tadi saya cek gaada selimut mungkin ruangannya baru di beresin." Chrisd


Suami istri itu hanya diam dengan ekspresi bingung, Chrisd tidak perduli dengan kebingungan mereka dan memilih meninggalkan pasangan itu.


Lift terbuka, Chrisd melihat istri pria itu berjalan menyusul nya, tetapi karena sudah kesal Chrisd mengabaikan dia sampai pintu lift tertutup.


Chrisd baru menyadari apa yang dia lakukan, yah sepertinya dia memang bannyak berubah, sekarang dia bahkan mengurusi urusan orang lain.


***


Christian, Max, Chrisd, dan Brian berjalan keluar sambil bercanda ya tentu saja setelah selesai makan siang dan asik mengobrol.


"Jangan lupa yah Chrisd." Max


"Apa Om?" Chrisd


"Mulai lagi deh." Brian


"Tau tuh Bri, bapak kamu rada-rada." Christian


"Lah, apa salahnya ngingatin Chrisd? Itu sih salah kamu yah, makanya jangan suka usil ke Chrisd." Max


"Cuma bercanda doang itu Pah." Brian


"Iya Om, Brian cuma bercanda kok." Chrisd

__ADS_1


"Iya Chrisd bercanda, cuma banyak kok orang bercanda tapi kelewatan, apalagi mereka ngerasa uda akrab." Max.


"Ih Papa apaan sih, kok jadi serius gini bawaannya?" Brian


"Nah Papa cuma bercanda kok Bri, kenapa kamu negara Papa serius kah?" Max


"Haha sekarang kamu tau kan kenapa kamu usil?" Christian


"Iya om, keturunan sudah itu namanya." Brian


"Mana ada itu keturunan, emang kamu nya aja yang uuu..."


"Tunggu."


Omongan Max terhenti saat seseorang berteriak menyuruh mereka untuk menunggu.


Christian, Max, Brian dan Chrisd serentak menoleh ke belakang, lalu melihat satu sama lain.


"Ahh mereka lagi." Chrisd


"Ada apa yah?" Christian


"Lu kenal mereka Chrisd?" Brian


Max dan Christian melihat kearah Chrisd seakan meminta penjelasan.


"Tolong jaga omongan kamu."


"Anda ini siapa, kenapa datang-datang nyuruh tunggu dan sekarang malah nyuruh putri saya jaga omongan. Ada apa ini sebenarnya?" Chrisd


"Tau ni sok akrab banget mana sok ngatur lagi, kek sendirinya aja Uda benar." Chrisd


"Chrisd..." Christian memperingatkan Putrinya


"Iya Maaf." Chrisd


"Jadi sebenarnya apa yang terjadi, ada yang bisa menjelaskan?" Max


"Gini loh om, tadi kan Chrisd beli kopi terus pas balik ketemu sama anak kecil yang lagi nungguin lift. Terus Chrisd tanya kenapa dia turun sendirian, eh anak nya bilang kalau dia lah ngejar orang tuanya. Yaudah aku anterin deh keruangannya karna kasihan." Chrisd


"Lah terus masalahnya apa, harusnya bapak sama ibuk ini berterimakasih dong karna anaknya dianterin keruangan dengan selamat." Max


"Masalahnya anak kami Uda gaada." Suami


"Maksudnya?" Christian

__ADS_1


"Gaada apanya, wong tadi jelas-jelas aku anter ke kamar kok. Yah gak mungkin lah anaknya aku culik, mau aku sembunyiin di mana coba?" Chrisd


"Kami gak bilang kalau kamu nyulik anak kami." Istri


"Terus apaan dong Tante?" Chrisd


"Anak kami uda meninggal pagi tadi, jadi kamii..." omongan si istri dipotong oleh Chrisd


"Wuah rada-rada nih si om ama tante. Gini yah tante, tadi tuh anaknya om sama Tante jelas-jelas aku anterin ke kama, masa dikatain udah meninggal, aneh banget." Chrisd


"Chrisd..." Christian menatap putrinya lekat


Ditatap seperti itu Chrisd merasa seperti melakukan sesuatu yang salah dan tidak terima dengan tatapan itu.


"Papa kenapa, Chrisd gak bohong kok sumpah! Kalau Papa gak percaya sama Chrisd, mending kita liat cctv aja."


Chrisd pergi meninggalkan mereka menuju ruang pengawasan, dan orang-orang yang ada disitu hanya diam dan mengekori Chrisd.


"Uda deh tante gak usah nangis-nangis sandiwara gitu, kita bakal cek cctv nya kok dan buktiin kalau aku benar-benar sama anak ibuk." Chrisd kesal saat mendengar wanita itu menangis


"Permisi..." Christian


"Eh dr. Tian, dr. Max, ada apa yah?" Penjaga


"Pak, tolong putarin rekaman cctv yang tadi siang, gak tau jam berapa pokonya sekitaran jam 14.00 gitu kalau gak salah." Chrisd


"Chrisd, sopan yah biasin sopan." Christian memperingatkan Putrinya


Chrisd tidak menghiraukan teguran Christian dan tetap berbicara dengan penjaga tersebut.


"Ini lift yang mana yang adeknya maksud?" Penjaga


"Gak tau saya, bukain aja semua biar jelas. Lagian lift disini gak nyampe ratusan." Chrisd


Christian menatap tajam kearah putrinya tanpa mengatakan sepata katapun.


"Iya maaf." Chrisd


"Jelasin lift mana yang kamu gunain tadi." Christian


"Gak tau lift mana, cuma kalau dari pintu masuk dia sebelah kiri abis itu lurus aja terus." Chrisd


"Lift yang di samping kamar jenazah ya dek, yang di sampingnya ada pintu keluar belakang?" Penjaga


"Memangnya ada lift di dekat kamar jenazah? Gak tau deh pak, tadi memang ada pintu yang diluar ya ada mobil ambulance. Mungkin itu yang bapak maksud dengan pintu belakang." Chrisd

__ADS_1


"Oke bentar yah saya periksa dulu, tadi masuknya dari pintu depan yah?" Penjaga


"Iya Pak." Chrisd


__ADS_2