Gelang

Gelang
Part 34


__ADS_3

Pagi ini Christian sedang menonton berita ditemani dengan segelas kopi dan beberapa potong kue. Chintya sedang mempersiapkan bahan untuk memasak dan Chrisd, bocah itu masih terbuai dialam mimpinya.


Chintya memperhatikan suaminya yang terlihat sangat serius menyimak berita "Itu isi beritanya apaan sih, kok kayaknya kamu fokus banget Pah?"


"Ini tentang peng grebekan gudang penyimpanan miras ilegal." Christian menjawab tanpa menoleh kearah istrinya.


"Ooo." Chintya hanya bergumam.


Permirsa di rumah harap berhati-hati jika berkendara.


Kecelakaan kembali terjadi di jalan tol lancar jaya kilometer 88. Kecelakaan tersebut menewaskan satu keluarga yang berisikan Ayah, Ibu, seorang anak perempuan berusia 6 tahun dan anak laki-laki berusia 1 tahun.


Kecelakaan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.40 pm. Mobil yang mereka tumpangi jatuh ke sungai dan baru berhasil di evakuasi pukul 5 pagi hari tadi.


"Wait! Inikan jalan Tol yang kita lewati tadi malam Pah." Chintya menghampiri suaminya karena berita tersebut.


"Iya, memangnya kenapa?" Christian


"Berarti sebelum kita lewat sudah terjadi kecelakaan disana dan tidak ada yang mengetahuinya, termasuk kita?" Chintya berusaha keras mencerna apa yang terjadi.


"Iya terus?" Christian


"Kenapa kita dan orang-orang yang lewat bisa gak tau kalau sebelumnya disitu ada kecelakaan? Chintya


"Mana Papa tau, mungkin karena gak ada bekasnya. Itu mobilnyakan jatuh kedalam sungai." Christian


Disisi lain, Chrisd bangun dan turun mencari keberadaan Chintya "Maaa." Chrisd memanggil Chintya


"Iya apa Chrisd, Mama di ruang tv sama Papa."

__ADS_1


Chrisd turun dan menghampiri mereka. Chrisd lalu duduk disamping Papanya.


"Gimana tidur kamu Chrisd, nyanyak gak setelah bikin ulah?" Christian sepertinya masih kesal dengan putrinya itu.


"Iya lumayan lah Pah."


"Ckck, emang bener-bener kamu yah. Kayak gak terjadi apa-apa."


"Hehe.." Chrisd tertawa memperlihatkan giginya yang tertata rapi.


"Eh Chrisd, tau gak ternyata tadi malam di jalan yang kita lewatin itu ada kecelakaan loh. Sekeluarga meninggal, mana anaknya masih kecil-kecil lagi." Chintya mengadu kepada Chrisd


"Oh ya, Mama tau dari mana ?"


"Ini barusan masuk berita, anaknya sepasang. Yang cewek umur 6 tahun yang cowok umur 1 tahun. Parahnya lagi baru di evakuasi jam 5 tadi karena gaada yang tau."


"Katanya sih mobilnya jatuh ke sungai jadi gak ada yang tau. Mungkin juga saat itu gak ada yang lihat."


"Kasihan banget yah, semoga mereka semua tenang, Amin."


"Amin." Chintya ikut menimpali putrinya itu.


Chrisd diam seperti memikirkan sesuatu


"Kamu kenapa diam Chrisd?" Christian menegur putrinya yang tiba-tiba diam.


"Enggak, cuma mikir aja apa jangan-jangan yang kemarin Chrisd lihat itu arwah anak yang kecelakaan itu yah. Tapi gak mungkin soalnya Chrisd kan barusan ketemu sama anak itu di Mall kemarin."


"Uda deh, kamu gak usah ngelantur." Christian

__ADS_1


"Yah kan bisa aja Pah, bisa aja dia ngasih pertanda gitu."


"Cukup yah Chrisd, Papa gak suka kalau kamu ngebahas hal yang gak ada."


"Tapi Paa.."


"CHRISD STOP!! Papa bilang gak suka yah gak suka. Itu cuma hayalan kamu."


Chintya yang sedari tadi diam akhirnya menengahi mereka.


"Udah-uda, Kamu kenapa sensi banget sih Pah? Kan Chrisd cuma menerka."


"Tapi terkaannya gak masuk akal, sejak kapan hantu minta pertolongan?"


Chintya hanya diam, dia melihat raut wajah putrinya. Sedikit merasa sedih tapi dia juga tidak bisa memaksa suaminya karena sama saja itu akan sia-sia.


"Chrisd bantuin Mama masak yuk. Sekalian kita buat dessert box, nanti Om, Tante dan bang Rico mau dateng."


"Dessert? hehe tumben Mah?"


"Kamu gak mau, yaudah gak usah deh."


"Mau-mau Mah. Chrisd Cuci Muka sekalian ganti baju dulu bentar."


"Yaudah sana buruan, Mama tunggu di dapur."


Chrisd berlari dengan semangat menuju kamarnya dan Chintya menuju dapur. Mereka meninggalkan Christian yang masih diam membisu.


Chintya juga sedikit kesal dengan tingkah suaminya yang terlalu keras. Itu sebabnya dia tidak membicarakan hal yang dialami Chrisd kepadanya. Dia tau sifat suaminya itu, dia terlalu menggunakan logika dan akal sehatnya. Tidak mempercayai apapun yang tidak dia lihat ataupun alami sendiri.

__ADS_1


__ADS_2