
"Oy Chrisd...."
Vita dan Brian berteriak memanggil Chrisd yang sedang berjalan menuju ruang kelas.
Chrisd menoleh kebelakang, melambaikan tangan sambil tersenyum
"Jangan teriak-teriak dong, malu saya. Hahaha."
"Kalau gak teriak, lu gak bakal denger kaleee." Brian
"Bener tuh." Vita ikut menimpali
"Nyambung aja lu." Chrisd
"Yee, suka-suka saya dong. Hahaha." Vita tertawa
"Tawak lu." Chrisd
"Ya emang, hahaha." Vita
"Mana nih ole-ole dari bali, pastinya ada dong yah buat gua. Secara gua kan sahabat lu yang paling Tampan, Hehehe" Brian nyengir
"Duh gimana yah, gua lupa kalau gua punya sohib." Chrisd
"Yaampun Chrisd, bisa-bisanya lu lupa. Kita uda sahabatan dari Tk loh." Vita
"Nah justru karena dari Tk, itu kan uda lama banget mana mungkin gua ingat." Chrisd
"Yaudah deh Chrisd, terserah lu aja. Lu balik selamat tanpa kekurangan suatu apapun aja gua uda bersyukur." Brian
"Waittt, kayaknya gua familiar sama kata-kata itu." Vita
"Hahaha, gua juga tapi gua lupa. Gua bawa kok ole-ole buat kalian, yakali gua beneran lupa sama dua manusia kamprett kayak kalian. Hehehehe." Chrisd nyengir kuda
"Kan sudah kuduga!" Brian
"Ih Chrisd, lu mah kadang gangotak ahh." Vita
"Loh dibawain ole-ole kok malah dikatain gak ngotak sih?" Chrisd
"Bukan masalah bawa ole-olenya, tapi masalahnya lu inget kita itu sebagai manusia "KAMPRET". Padahal kita ini manusia yang baik hati dan tidak sombong yang terpenting adalah setia sama lu." Vita
__ADS_1
"Lol, iya deh yang setia itu. Hahaha." Chrisd tertawa, begitupun juga dengan Vita dan Brian.
***
Ruang kelas sekarang terlihat sangat rame padahal hanya ada beberapa orang didalamnya.
Vita dan Brian. Mereka berdua sangat antusias membuka ole-ole dari Chrisd, Sahabat mereka.
Mereka seakan lupa untuk kekantin karena hadiah tersebut.
"Ihh, Chrisd ini lucu banget sih. Lu tau aja deh kalau gua suka boneka bab*." Vita
"Chrisd ngasih itu ke elu bukan karena dia tau kalau lu suka babi." Brian
Chrisd tersenyum mendengar itu, sepertinya dia tau kemana arah pembicaraan Brian.
"Lah,terus kenapa dong?" Vita
"Dia liat lu mirip ama itu, makanya lu dibawain. Hahahaha" Brian tertawa dan Chrisd juga.
Chrisd tidak tau kenapa Vita sangat polos menghadapi Brian, padahal dia tau sendiri bagaimana karakter asli sepupunya itu.
Chrisd saja yang hanya sahabatnya sudah mengerti bagaimana karakter asli cowok itu.
"Mmm, gimana yah sulit ngejelasinnya." Chrisd nyengir
"Nah kan bener, lu sih gak percaya." Brian
"Jahat banget sih kalian." Vita
"Ih Vita gak tau diri banget yah, uda di pertemukan dengan kembarannya juga malah ngatain Chrisd Jahat." Brian
"Kembaran, kembaran pale lu." Vita
"Kalian mirip loh, liat nih," Brian mendekatkan boneka bab* itu kesamping wajah Vita.
"Ihh apaan sih lu, dasar sepupu gak ada otaknya sono lu jauh-jauh dari gua!" Vita
"Idih, siapa lu ngusir-ngusir gua? Makanya diet!" Brian
"Ogah! Gak diet aja gau cantik apalagi kalau diet, bisa-bisa gua jadi primadona di sekolah dan dirumah." Vita
__ADS_1
"Dih, pede amat lu. Primadonat iya." Brian
"Primadonat pale lu peyang, uda ah diem lu."Vita
"Udah-udah, kalian tuh adu mulut terus deh." Chrisd segerah mencela omongan Brian agar tidak berlanjut.
"Dia duluan sih, kesel gua." Vita
"Bodo, lu mau kesel mau kagak gua gak perduli." Brian
"Brian! uda sih gak usah dilanjut, ahhh." Chrisd
"Lu lagi, kenapa mendesah? Gua kan gak ngapa-ngapain lu." Brian
"Mendesah kepala otak kau! Kau yah Yan, kalau gak buat orang emosi gak tenang hidup kau kurasa." Chrisd
Brian tertawa
"Santai lah kau, gak usah nampak kali kalok kampung kau di Medan." Brian menjawab sambil tertawa plus logat Medan yang janggal karena dia tidak berasal dari Medan.
"Diam lah kau, lama-lama kulepok juga muncong kau itu!" Chrisd
"Hahahaha" Vita dan Brian tertawa. Mereka merasa Chrisd sangat lucu jika sudah menggunakan logat asalnya itu.
"Ketawak teros, memang cocok lah kelen jadi sepupu." Chrisd
"Hahaha, sorry Chrisd! Btw thanks yah, gua suka sama hadiah lu." Brian
"Oke, masama, jangan lupa dipakai" Chrisd
"Sipp. Btw itu satu lagi mau lu kasih ke siapa?" Brian
"Ahh ini? Ini gua mau kasih ke Mark." Chrisd tersenyum
"Mark?" Vita dan Brian terlihat bingung
"Itu loh Yan, cowok yang kemarin di Toilet." Chrisd
"Oh." Brian menjawab dengan dingin, sementara Vita hanya bengong karena tidak mengerti.
"Iya." Chrisd tersenyum
__ADS_1
Mereka ber tiga diam dan suasana yang tadinya ramai berubah menjadi sepi, sebelum akhirnya bel masuk berbunyi menandakan istirahat telah selesai.