
Pagi ini tidak seperti biasanya, Chrisd datang ke sekolah dengan wajah murung.
"Pagi, Pak!" Sapa Chrisd kepada satpam yang sedang duduk.
"Pagi Chrisd, itu mukanya kenapa kok kusut banget?"
"Iya Pak, tadi mati lampu jadi gak sempat di strika."
"Itu mukak atau kain Chrisd, kok pake di setrika segala?"
"Kain berbentuk mukak Pak."
"Emang ada kain berbentuk mukak?"
"Ada Pak, ini buktinya." Chrisd menunjuk wajahnya sendiri.
"Haha, ada-ada saja kamu Chrisd pagi-pagi sudah ngelawak aja."
"Hehe,iya dong Pak. Chrisd ke kelas dulu yah Pak."
"Oke, Chrisd."
Chrisd melanjutkan perjalanan ke kelas. Chrisd berhenti saat melihat pintu masih tertutup rapat.
"Hmm, sepertinya gua datangnya kepagian." Chrisd bergumam.
Chrisd mencoba membuka pintu kelas dan untungnya pintu itu tidak dikunci. Chrisd masuk dan duduk di bangkunya, lalu dia meletakkan kepalanya diatas meja.
Entah mengapa suasana hatinya agak buruk, sebenarnya tidak buruk hanya saja dia tidak bersemangat seperti tidak ada gairah.
Drrttt...Drrtt
Dengan malas Chrisd mengeluarkan ponsel dari saku baju dan memeriksa pesan masuk.
"Chrisd, are u ok? Kenapa sarapannya gak dimakan terus bekalnya juga gak dibawa?"
Ternyata itu pesan dari Chintya.
"Lupa."
Chrisd hanya membalasnya dengan satu kata, lalu memasukkan kembali ponselnya kedalam saku.
__ADS_1
***
Kening Chintya mengkerut membaca isi pesan dari putrinya itu, dia heran kenapa akhir-akhir ini mood Chrisd tidak menentu.
Dia menatap suaminya yang sedang menikmati sarapan sambil membaca koran.
"Apa kita ada bikin salah yah sama Chrisd?"
"Maksudnya?"
"Aku kok ngerasa Chrisd semakin aneh yah akhir-akhir ini."
"Aneh gimana maksud kamu, Mah?"
"Itu loh moodnya, jelek banget gak bisa ketebak."
"Oh, mungkin aja dia ada masalah sama temannya atau mungkin aja lagi patah hati."
"Husstt, patah hati apaan. Chrisd itu masih kecil Pah, belum boleh pacar-pacaran."
"Yang bilang dia Uda boleh pacaran siapa?"
"Itu tadi kamu bilang dia patah hati, sama aja kan artinya dia Uda pacaran."
"Memangnya Chrisd punya masalah sama temannya yang mana Pah?
"Mana Papa tau, tanya aja sama anaknya."
"Ih, kamu kok gitu sih?"
"Yah habis mau gimana lagi, kita sama-sama enggak tau. Chrisd juga gak ada cerita apa-apa kan."
"Hmm." Chintya hanya berdehem menanggapi omongan suaminya yang terkesan tidak perduli.
"Biarin aja Chrisd nyelesaiin masalahnya sendiri, dia Uda dewasa gak selamanya kita harus ikut campur."
"Bukan mau ikut campur, tapi kita juga harus tau dia kenapa. Harusnya dia cerita dong ke kita."
"Dia juga punya masalah pribadi, dia punya privasi gak semuanya bisa dibagi atau diceritain ke kita. Uda deh kamu jangan mikir yang macem-macem. Kalau memang dia butuh pendapat dari kita, dia pasti bakal berbagi sama kita."
"Yasudah lah kalau memang kamu mikirnya gitu."
__ADS_1
Chintya berlalu meninggalkan suaminya yang masih menikmati sarapan.
***
"Chrisd, lu kenapa sih? Dari tadi diperhatiin kayak orang yang gak ada semangat hidup gitu." Vita
"Lagi dapet mungkin makanya lemes gitu." Brian
"Kok lu tau orang lagi dapet itu lemas, jangan-jangan.." Vita menatap intens Brian
"Jangan-jangan apa? Mata lu gak usah kayak gitu ngeliatin gua, ntar gua congkel. Mau gua congkel?"
"Yee apaan sih Lu, dasar psikopat."
"Lu tuh yang psikopat."
"Lu!!"
"Huftt.." Chrisd hanya menghela nafas melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.
"Crisd jangan diem aja dong, kalau memang ada masalah cerita ke kita." Vita
"Iya Chrisd, kalau memang ada masalah cerita aja nanti kita cari solusi bareng-bareng." Brian
Chrisd menatap kedua sahabatnya itu antara yakin dan tidak.
"Gua gak ada masalah kok guys, cuma lagi bingung aja." Chrisd
"Bingung kenapa?" Vita
"Gua ngerasa kayak ada yang aneh aja." Chrisd
"Maksudnya?" Vita
Chrisd menatap Vita lama, dia tidak yakin jika Vita akan mengerti dengan keanehan yang dia hadapi. Sedangkan Brian, Chrisd juga tidak yakin. Hanya saja, Brian terlihat lebih tenang dan tidak banyak tanya.
"Hmm, gua gapapa kok. Cuma lagi kepengen makan Ramen pedas aja." Akhirnya Chrisd berbohong.
"Yaelah Chrisd, cuma gara-gara ramen lu uring-uringan? Yaudah pulang sekolah kita makan ramen, gua traktir deh biar lu senang." Vita
"Yeayy, Makasih Vita sayang." Chrisd memeluk Vita. Ada rasa bersalah terbesit di benaknya karena sudah berbohong, tapi mau bagaimana lagi ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada Vita.
__ADS_1
Brian tersenyum menatap Chrisd, dia tau jika Chrisd sedang berbohong.
Chrisd yang tidak segaja melihat Brian pun ikut tersenyum, sepertinya Brian tau jika dirinya telah berbohong.