Gelang

Gelang
Part 11


__ADS_3

Sejenak Chrisd melupakan kejadian tentang tv dan tetesan air yang tidak jelas dari mana asalnya, kini Chrisd fokus mandi sambil sesekali bersenandung.


Setelah 30 menit Chrisd akhirnya selesai mandi, kini badannya sudah segar dan tidak lengket lagi.


Tapi gantian sekarang malah perutnya yang keroncongan, mungkin efek dingin jadi bawaannya laper terus.


Huftt kenapa gua laper yah padahal kan tadi baru makan, susah memang kalau punya perut karet.


Makan apa yah? Kayaknya makan mie instan kuah pedes enak nih. Kuy lah masak.


(Chrisd berbicara sendiri seperti orang gila yang kelaparan)


Chrisd memutuskan untuk memasak mie instan, dia mengambil sosis, bakso, telur, sawi, bawang dan 25 rawit (cabai) dari dalam kulkas tidak lupa dia juga mengambil mie instan rasa soto.


Jangan heran dengan jumlah cabai karena Chrisd memang penggila pedas dan tujuannya memang untuk membuat mie pedas.


Chrisd pun mulai memotong sawi, bawang, sosis dan bakso. Dia juga mengiris rawit dengan irisan yang sangat halus tujuannya adalah agar dia bisa memakan cabai bersamaan dengan mie.


Dia mulai menumis bawang setelah harum dia memasukkan sosis, bakso dan telur lalu dia mengorak arik nya. Setelah dirasa matang dia memasukkan air dan dia menunggu air itu sampai mendidih.


Setelah mendidih dia memasukkan mie, sawi dan cabai kedalam wajan lalu menutupnya.


Tidak lewat dari 5 menit dia membuka tutup itu dan memasukkan bumbu kedalam wajan.


Dia lalu mematikan kompor dan menyajikan mie didalam mangkuk.


Yeahh akhirnya kelar, sepertinya gua mencium bau-bau usus buntu hahaha.


(Chrisd tertawa sendiri)


Chrisd sudah tidak sabar untuk menyantap mie itu, dia lalu membawa mangkuk yang berisikan mie panas itu kemeja makan. Dengan buru-buru dia berjalan karena tangannya mulai merasakan panas.


Pranggg...


Mangkuk yang ada ditangan Chrisd terjatuh, kuah mie yang masih sangat panas juga mengenai kakinya.


Chrisd terpaku melihat pemandangan yang ada diruang tv, jantungnya bergedup sangat cepat tangannya mulai dingin dan wajahnya memucat.


Pandangan Chrisd masih tertuju keruang tv, disana berdiri seorang wanita yang sedang menunduk menatap kelantai rambutnya yang basah dan panjang terurai menutupi wajahnya.

__ADS_1


Wanita itu mengenakan Gaun putih selutut yang sudah kusam dan berubah warna menjadi kecoklatan.


Chrisd sangat takut tapi dia tidak tau harus berbuat apa.


Dia terus diam dan menatap wanita itu.


Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja wanita itu dengan sangat cepat mengangkat kepalanya, memalingkan wajahnya menatap kearah Chrisd dan tersenyum.


Aaaaaa!


Chrisd sontak berteriak dan lari kekolong meja makan, dia tidak menghiraukan kakinya yang menginjak pecahan mangkuk.


Disana dia meringkuk ketakuan, tangannya memeluk lutut yang gemetaran.


Dia menangis ketakutan, wanita itu sangat menyeramkan wajahnya penuh dengan sayatan yang masih mengeluarkan darah, sebelah matanya hampir terlepas dan sebelah lagi sudah tidak ada ditempat.


Chrisd tidak berani keluar dari kolong meja, dia terus disana menangis tapi tidak berani mengeluarkan suara.


Dari kolong meja dia dapat melihat gaun putih itu mendekat dan berhenti tepat didepan meja makan.


Chrisd sangat ketakukan air matanya mengalir sangat deras dia juga menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


Belum hilang ketakutannya tentang tangan sekarang wanita itu sudah tepat dihadapannya dengan posisi merangkak, dia tersenyum melihat Chrisd yang menangis.


Chrisd menjerit sejadi jadinya.


Aaaaaa, ampun-ampun jangan kesini tolong jangan kesini.


Chrisd terus berteriak sampai suaranya serak.


Chrisd tidak berani beranjak dari tempatnya, dia menutupi matanya dengan kedua tangannya. Dia terus berteriak seperti orang gila.


Teriakan Chrisd terdengar sampai keluar rumah dan membuat orang tuanya yang baru saja tiba terkejut.


Christian dan Chintya berlari kedalam


mereka menembus hujan, tidak menutup gerbang dan pintu mobil pun masih terbuka lebar.


Chrisd kamu dimana? (Christian)

__ADS_1


Chrisd ini Papa, kamu dimana?


Christian berlari keatas dan memeriksa kamar Chrisd tapi, dia tidak menemukan keberadaan Chrisd disana.


Papaaa!! (Chintya berteriak memanggil suaminya)


Christian yang mendengar itu berlari turun, dia melihat istrinya mematung di depan meja makan.


Kamu kenapa Mah? (Christian)


Chintya tidak menjawab pertanyaan suaminya, dia hanya diam menatap lantai yang berserakan pecahan mangkuk dan mie yang sudah bercampur darah.


Christian yang melihat itu tanpa pikir panjang langsung menarik taplak meja dan menemukan Chrisd yang sedang meringkuk.


Christian langsung memeluk putrinya, dia menangis saat melihat Chrisd tersenyum menatapnya.


Kamu kenapa sayang? (Christian)


Tangis yang sedari tadi ditahan akhirnya tumpah.


Papaa Chrisd takut Paa, Chrisd gak mau sendirian Paa.


Iya kamu uda gak sendirian lagi kok kan ada Papa disini.


Chrisd kamu kenapa? Bilang sama Mama siapa yang ngelakuin ini. (Chintya)


Chrisd diam dia tidak tau harus menjawab apa, dia hanya menangis dipelukan Papanya.


Christian menarik putrinya keluar dari kolong meja, dia dan istrinya semakin syok saat melihat kaki putrinya mengeluarkan banyak darah dan tertancap pecahan mangkuk.


Kita kerumah sakit sekarang! (Christian)


Christian menggendong putrinya dan berlari ke mobil, Chintya mengekori suaminya dari belakang.


Mereka menembus hujan yang semakin deras untuk menuju kemobil.


Chintya hanya menutup rumah tanpa menguncinya dia juga tidak menutup gerbang, dia sudah tidak perduli dengan itu semua.


Sekarang yang terpenting adalah keselamatan Chrisd, Putrinya!

__ADS_1


__ADS_2