
***
***
Di ruang Tv, Chintya sedang menonton drama Korea yang sedang viral. Sama seperti ibu-ibu lainnya, Chintya juga ikut terbawa emosi bahkan sampai mengomel.
"Mama, kami Pulang!" Chrisd berteriak
"Apa sih Chrisd teriak-teriak, ngomongnya biasa aja Mama gak tuli." Chintya
"Hmm, udah mulai nih. Pasti lagi kesal sama drakor." Christian
"Gak usah sok tau kamu!" Chintya
"Nah kan bener. Duh Chrisd ini emak mu kenapa gini setiap nge drakor?" Christian
"Tau tuh Pah, mungkin efek samping karena terlalu menghayati Drakornya kali. Hahaha." Chrisd terkekeh
"Mungkin aja sih terlalu menghayati. Atau Mamamu membayangkan kalau pemeran utamanya adalah, dia yang tersakiti." Christian
"Hahahaha" Christian dan Chrisd tertawa, sedangkan Chintya menatap mereka dengan tatapan yang ingin menerkam.
"Lebih baik kalian berdua pergi ke kamar masing-masing dan mandi!" Chintya murka,
Sepertinya dia mendapatkan sasaran empuk sebagai pelampiasan kekesalannya terhadap drakor.
Christian dan Chrisd saling bertatapan seolah saling memberi kode, setelah itu mereka pergi meninggalkan Chintya.
Chintya kebingungan dengan tingkah keduanya, tapi tidak menghiraukannya dan malah terus melanjutkan menonton drakor.
***
Waktu menunjukkan pukul 21.00 tepat.
Christian, Chintya dan Chrisd memasuki sebuah tempat makan yang ada di pusat perbelanjaan.
Rupanya Chintya tidak memasak makan malam karena keasikan menonton drama, tapi malah beralibi kalau bahan dapur sudah habis.
"Kamu mau apa Chrisd?" Christian
"Mmm, Chrisd mau Mi.."
"No Mie, no spicy, and no cola!" Chintya langsung memotong omongan Chrisd, karena dia tau putrinya pasti akan memesan makanan yang tidak sehat.
"Kalau nasi goreng gimana Mah?" Chrisd menatap Chintya penuh harap.
__ADS_1
"No! kita makan masakan rumah aja." Chintya
"Tuh kan Mama, Uda jauh-jauh datang ke sini yang di pesan malah masakan rumah." Chrisd
"Memangnya kenapa, makanan rumah itu sehat dan bergizi. Udah jangan protes!" Chintya
"Pahh,,," Chrisd menatap Christian seakan meminta pertolongan.
Christian yang mengerti hal itu mengijinkan Chrisd untuk memesan Nasi Goreng seafood pedas.
"Ngadu terus, minta pertolongan terus. Manjain terus, manjain.." Chintya menyindir suami dan putrinya. Sedangkan yang disindir hanya tertawa.
***
Selesai makan Christian, Chintya dan Chrisd pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan dapur.
Seperti biasa, Chrisd bertugas untuk mengambil buah dan cemilan. Chintya mengambil ikan, daging, sayuran,minyak dan lainnya. Sedangkan Christian bertugas membawa troli belanjaan, dia mengikuti kemanapun istrinya pergi.
Chrisd sedang asik mengambil dan memasukkan cemilan ke dalam troli yang dia bawa. Dia terus menelusuri rak cemilan sampai sepasang matanya teralihkan kepada seorang bocah yang sedang berusaha menggapai sebuah permen.
Chrisd tersenyum, lalu menghampiri bocah perempuan itu
"Kamu mau ini?" Chrisd menunjuk salah satu permen berwarna pelangi yang ada didepannya.
"He'ehh." Bocah itu mengangguk dengan antusias.
Gadis kecil itu menerima permen dari Chrisd dan tersenyum "Telimakaci Kakak."
"Sama-sama, Nama kamu siapa?"
"Nama aku Adliana, Nama kakak siapa?"
"Aww, Adriana Nama kamu bagus banget. Kalau Kakak Namanya Chrisd."
"Makasih Kakak. Nama kakak juga bagus kayak abang-abang, hehehe." Adriana tertawa memamerkan gigi mininya.
"Tapi Muka kakak gak kayak abang-abang kan?" Chrisd mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Adriana.
"Enggak kok, muka kakak kaya melmaid."
"Lah kok mermaid sih, Adriana jahat ihh." Chrisd, berpura-pura ngambek dan memonyongkan bibirnya yang malah membuat Adriana terkekeh.
"Hahaha, Kakak Klist lucu banget kek adek-adek. Ana jadi suka deh."
Chrisd tertawa begitupun dengan Adriana. Keduanya tertawa seperti sudah saling mengenal sejak lama.
__ADS_1
"Ana, kamu ngapain disini? Dicariin dari tadi ternyata disini. Ayo pulang." Seorang wanita Muda dengan rambut Curly datang menghampiri mereka.
"Mama, ini tadi Ana mau ambil pelmen tapi gak bisa jadi ditolongin sama kakak Klist."
Ternyata wanita muda itu adalah ibunya Ana.
Chrisd terpesona melihat kecantikan ibunya Ana, walau sudah memiliki anak dia tetap memiliki badan yang bagus.
"Aduh maaf yah dek, anak saya ngerepotin kamu."
"Hehehe, enggak kok Mbak gak ngerepotin sama sekali."
"Yaudah kalau gitu kami duluan yah. Ana say thankyou sama kakak Chrisdnya."
"Thankyou Kakak Klist, see you next time.''
"Sama-sama Ana cantik, see you too."
"Kita duluan yah dek."
"Oke mbak."
Ana dan ibunya pergi meninggalkan Chrisd.
Sebelum jauh Ana terus melihat kebelakang dan melambaikan tangannya ke arah Chrisd "Bye, bye kakak Klist, bye bye"
Dan Chrisd juga melakukan hal yang sama.
***
Di parkiran Chrisd dan orang tuanya sedang menyusun belanjaan mereka ke dalam bagasi mobil.
"Ini troli yang uda kosong Chrisd balikin duluan yah, ntar yang satu lagi Papa aja yang balikin."
"Uda biarin aja biar Papa yang balikin keduanya, kamu tunggu didalem aja."
"Uda gapapa biar Chrisd aja, Pah."
"Kamu yakin? Uda sepi loh agak gelap lagi."
"Mmm, yakin yakinin aja deh Pah."
"Yaudah sana, cepeten yah."
"Oke!"
__ADS_1
Chrisd mengembalikan troli nya dengan selamat, walaupun agak menyesal karena ternyata parkiran itu lebih gelap dari yang dia bayangkan.