Gelang

Gelang
Part 40


__ADS_3

"Selamat pagi, Chrisd.." Chyntia menyapa Putrinya yang baru turun.


"Pagi Mah, kok tumben Mama Uda selesai masak jam segini?" Chrisd


"Iya nih, Mama gak bisa tidur plus Mama juga lagi gabut, yaudah deh Mama masak aja. Mau sarapan roti atau nasi aja?" Chintya


"Mmm, Chrisd sarapan roti aja deh Mah. Nanti Chrisd ke sekolah bawa bekal" Chrisd


5 menit kemudian Chintya menghampiri Chrisd yang sedang duduk di meja makan.


"Nih non, sarapannya Uda siap." Chintya


"Ih Mamaaa, kok gitu sih? Kan Mama itu bukan Bibik." Chrisd


"Hahaha, iya-iya maaf Mama cuma bercanda." Chintya


"Iya gapapa kok Mah. Ngomong-ngomong Papa mana Mah?" Chrisd


"Tau deh, mungkin masih tidur." Chintya


"Lah kok gitu Mah?" Chrisd


"Gimana yah, Mama tuh pusing semalaman Papamu asik ngedumel aja, sakit kuping Mama Chrisd." Chintya


"Maaf ya Mah..." Chrisd


"Maaf kenapa?" Chintya


"Maaf kalau Chrisd Uda buat Papa ngedumel dan akhirnya buat Mama jadi gak nyaman." Chrisd


"Gak lah itu bukan karena kamu, memang dasar Papa mu aja yang rada-rada." Chintya


"Iya tapi Papa kayak gitu karena kesal sama Chrisd, Mah. Kemarin tuh Chrisd ngelantur sampai buat Papa malu." Chrisd


"Gaada kamu buat Papa mu malu Chrisd, itu emang dasarnya Papa mu gak ngerti dan gak bisa paham. Coba aja dia lihat dari sisi mu, gak akan ribet kayak gini." Chintya

__ADS_1


"Jadi Mama percaya sama Chrisd, dan gak nganggep Chrisd aneh atau gila?" Chrisd


"Kamu tuh anak Mama, Mama kenal sama kamu jadi apa alasan Mama untuk gak percaya sama kamu?" Chintya


"Alasan Mama gak percaya sama Chrisd yah karena Chrisd ngomong yg gak masuk akal semua." Chrisd


Chintya menatap lekat mata putrinya yang sedang berkaca-kaca, biar bagaimana pun hatinya sakit melihat itu. Dia tau Chrisd bukan anak yang suka berbohong, dia memang agak pemberontak tetapi bukan orang yang suka membuat drama.


Entah mengapa suaminya sangat sulit menerima kenyataan jika putri mereka istimewa.


"Dengerin Mama Chrisd, yang kamu omongin itu masuk akal "tapi" untuk sebagian orang. Mungkin menurut Papa itu gak masuk akal, tapi menurut Mama itu masuk akal. Kita gak bisa maksain seseorang untuk setuju dengan kita atau percaya sama kita, karena bagaimana pun kita berusaha, mereka tidak akan mengerti kecuali mereka mengalami hal itu." Chintya


"Iya Mah, Chrisd minta maaf. Chrisd cuma sedih aja ngeliat Papa Malu tadi." Chrisd


"Papa mu malu itu karena ulah dia, bukan ulah kamu. Uda habisin sarapannya, hari ini Mama yang anterin kamu." Chintya


"Really? Thankyou Mama." Chrisd


"Mama mau siap-siap dulu, habisin sarapannya terus kotak bekalnya di isi yah." Chintya


***


Di kamar...


"Kamu mau kemana Mah, kok Uda rapi aja?" Christian


"Mau nganterin Chrisd ke sekolah." Chintya


"Nganterin? Kenapa dianterin biasa juga pergi sendiri dia, memangnya buat ulah apalagi dia?" Christian


"Memangnya kalau nganterin anak harus pas dia buat ulah? Kamu aneh banget, kamu tuh kayak gak kenal anak kamu deh." Chintya


"Siapa tau dia ngelantur, terus buat masalah di sekolah, terus dia dapat sp, kan Papa gak tau." Christian


"Terus, terus, mulu kamu. Gini deh kalau kamu gak percaya sama Chrisd yaudah gapapa, tapi jangan kayak gitu kamu bicaranya." Chintya

__ADS_1


"Terus gimana?" Christian


"Mending lu tidur lagi deh sana, gedeg banget gua liat lu!" Chintya berkata begitu sambil berjalan keluar meninggalkan Christian yang terdiam seakan memikirkan apa kesalahan nya.


***


Di sekolah...


"Bye sayang.." Chintya


"Makasi Mah Uda nganterin, bye-bye..." Chrisd


"Belajar yang bener yah." Chintya


"Pasti dong Mah." Chrisd


Chrisd berjalan santai menuju ruang kelasnya, kali ini suasana di sekolah tidak terlalu sepi tetapi belum banyak murid yang datang.


"Chrisd.."


Chrisd menoleh kebelakang saat mendengar namanya di panggil.


"Ehh Mark..." Chrisd


"Good morning Chrisd." Mark


"Selamat pagi..." Chrisd


"Dianterin sama siapa kamu tadi?" Mark


"Mama ku, kamu emang liat aku tadi?" Chrisd


"Aku cuma liat kamu turun dari mobil." Mark


"Ooo, kamu tumben datang pagi?" Chrisd

__ADS_1


__ADS_2