Gelang

Gelang
Part 22


__ADS_3

"Chrisd lu bener nih gak mau dianterin aja?" Brian


"Gak usa Yan, gua nunggu bang Rico aja paling juga ntar lagi orangnya dateng." Chrisd


"Iya terus gimana, yaudah gua temenin lu aja sampai bang Rico dateng." Brian


"Yaelah gausah kali lagian dia juga uda keluar kampus katanya." Chrisd


"Ya masa lu sendiri sih." Brian


"Yagapap kalii santai aja, uda sono pulang." Chrisd


"Terus lu nunggu dimana, masa sendiri disini ntar diculik lu." Brian


"Gua nunggu ditaman aja biar adem, lagian gaada yang mau nyulik gua woy sembarangan lu." Chrisd


"Ya kan siapa tau." Brian


"Uda sono, ntar lu dicariin lagi. Itu si Vita uda pulang dari tadi." Chrisd


"Ahh lu mah gitu, yaudah deh tapi kalau ada apa-apa telvon gua langsung." Brian


"Gak bakal ada apa-apa, uda sana!" Chrisd


"Yaudah gua duluan yah, tiati jangan percaya sama orang yang gak dikenal." Brian


"Sama lu aja gua gak percaya apalagi sama orang yang gak dikenal." Chrisd


"Sialan lu, yaudah byee!" Brian


"Hahaha, byee. Tiati luu."


Chrisd berteriak karena Brian sudah mulai bergerak meninggalkan parkiran.

__ADS_1


Brian mangangguk dan membalas Chrisd dengan membunyikan klakson.


Chrisd lalu mengeluarkan hpnya dan menghubungi Rico


Tuttt... Tuuttt... Tuttt..


"Hallo" Rico menjawab dari sebrang sana


"Dimana lu bang, masih lama gak?" Chrisd


"Uda dijalan cuma kena macet nih, lu dimana sama siapa disana?" Rico


"Oww gitu yah, yaudah deh. Gua sendiri diparkira nungguin lu. " Chrisd


"Jangan nunggu diparkiran, ditaman aja atau ditempat jual makanan." Rico


"Yauda gua ditaman aja, ntar kabarin aja kalau uda sampai." Chrisd


"Iya-iya jangan kemana-mana lu disana aja." Rico


Chrisd berjalan ketaman sambil melihat posisi mana yang enak buat dijadikan tempat untuk berteduh sekalian menunggu Rico.


Dia menemukan satu tempat disudut taman, dibawah pohon yang sangat rindang akan tetapi ada seseorang yang duduk disana.


"Hmm susah payah nyari yang pas, sekalinya nemu yang pas ternyata uda ada yang punya. Ahh yaudah gapapa deh cuma seonggok orang juga yakali dia gak ngijinin gua duduk disana, toh gua juga gabakal ganggu dia kok." Chrisd berbicara dalam hati


"Mmm sorry, gua boleh duduk disini gak?" Chrisd


Siswa yang duduk membelakangi Chrisd pun menoleh kearahnya dan tersenyum.


"Heii, ternyata elu gua kirain siapa. Haha sorry yah gua ga ngenalin lu tadi. Lu ngapain disini, sama siapa, lagi nungguin pacarnya yah?"


Chrisd terus berbicara sementara yang diajak bicara hanya tersenyum karena bingung harus jawab yang mana dulu.

__ADS_1


"Yaelah lu senyum-senyum mulu sih, gua nanya tau jawab kalee. Gua tuh butuh jawaban bukan senyuman." Chrisd


"Hahaha gimana aku mau jawab kamunya bicara terus." Mark


Yapss ternyata orang yang duduk dibawah pohon rindang itu adalah Mark.


"Kalau mau nanya satu-satu neng jangan sekali semua, kalau gini kan bingung jadinya. " Mark


"Yaelu sih buat penasaran aja." Chrisd


"Hahaha yaudah sini-sini duduk dulu baru pertanyaannya diulang lagi." Mark


"Harus gitu gua ngulang pertanyaannya? " Chrisd


"Ya harus dong, memangnya kamu gak butuh jawaban gitu untuk pertanyaan yang tadi? " Mark


"Yah butuh sih, tapi yakali lu gak ingat satupun dari pertanyaan gua tadi." Chrisd


"Kagak tuh." Mark menjawab dengan nada polos plus muka tanpa rasa bersalah


"Ihhh Mark ngeselin banget sih lu." Chrisd


"Hahaha, ngeselin apa ngangenin? " Mark


"Ngeselin!!" Chrisd


"Apaa, ngangenin, Ohh jadi selama ini kamu kangen nih sama aku? " Mark


"Dihh Kepedean banget nih orang, uda ah." Chrisd


"Hahaha, yaudah-yaudah sekarang pertanyaannya coba diulang lagi biar aku jawab." Mark


Chrisd menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar, sebenarnya dia tidak sedang marah ataupun badmood.

__ADS_1


Dia sedang bersuha menahan perasaannya yang sedang tidak karuan karena perkataan Mark tadi.


__ADS_2