
"Eh om Tian ngapain kesekolah, Chrisdnya mana?" Vita
"Ah Vit kebetulan sekali om ketemu kamu disini. Chrisd hari ini gabisa masuk sekolah karena sakit, Ini om minta tolong ke kamu buat kasih suratnya ke guru yah." Christian
"Chrisd sakit apa om, dirumah atau di rs om?" Vita
"Sakit apa yah, susah jelasinnya Vit tapi dia gaenak badan gitu terus kakinya luka. Dirumah kok dia, tadi malam langsung pulang gak nginap di rs." Christian
"Vita boleh jenguk gak om?" Vita
"Boleh kok Vit datang aja kerumah gapapa kok, lagian Chrisd juga pasti bosan kalau dirumah sendiri." Christian
"Oke deh om makasih yah, ini suratnya ntar Vita kasih ke guru. Vita masuk dulu yah om." Vita menyalam tangan Christian
"Terimakasih yah Vita." Christian
"Sama-sama Om." Vita pun pergi meninggalkan Christian.
****
Dikelas
"Vita, yang tadi bukannya Bokapnya Chrisd yah?" Brian
"Yang Mana?" Vita
"Yang tadi bicara ama lu diparkiran lah." Brian
"Iya, emangnya kenapa?" Vita
"Gapap sih cuma nanya doang, bokapnya datang terus Chrisdnya mana? " Brian
"Chrisd sakit, tadi om Tian datang buat nganter suratnya." Vita
"Chrisd sakit, sakit apa? perasaan kemarin baik-baik aja kayaknya." Brian
"Mana gua tau. Tadi pas nanya ke om Tian katanya susah buat ngejelasinnya." Vita
"Owwhh." Brian
"Gua nanti rencananya mau jenguk Chrisd, mau ikut gak?" Vita
"Mau sih cuma gua rada gaenak, gimana kalau Chrisd masih marah ke gua?" Brian
"Ya itu urusan lu, pinter-pinter lu aja deh." Vita
"Yaudah boleh deh kalau gitu sekalian minta maaf." Brian.
"Tapi kita beli buah sama roti dulu sebelum kesana." Vita
"Iya gua tau, yakali kita dateng kesana tangan kosong." Brian
"Siapa tau, kan lu gaada otaknya." Vita
"Sialan lu, punya dosa apa gua dimasa lalu sampi punya sepupu kayak lu." Brian
__ADS_1
"Bukan dosa Yan, tapi lu banyak buat amal makanya lu punya sepupu baik budi kayak gua gini. " Vita
"Dih najis, yang ada gua sial tau." Brian
"Eh lu tuh seharusnya bersyukur punya sepupu kayak gua, hadehh uda sono lu kembali ke bangku lu, ntar lagi bel bunyi." Vita
Brian pergi meninggalkan vita, jangan heran adu mulut sudah menjadi rutinitas mereka setiap kali mereka bertemu. Tidak perduli tempat dan waktu jika mereka sudah bertemu maka perang pun akan dimulai.
****
Ting, Tong... Ting Tong...
"Iya sebentar." Chintya berteriak dari dalam saat mendengar bel rumahnya berbunyi.
"Ehh ada Brian sama Vita, masuk-masuk. Maaf yah tante lama bukain pintu soalnya lagi masak." Chintya
"Iya-Iya Gapapa kok tante" Brian dan Vita menjawab serempak. Mereka kemudian menyalam Tangan Chintya.
"Maaf tante ini ada buah dan roti buat Chrisd. " Vita
"Astaga kalian ngapain repot-repot sih? " Chintya
"Hehe, Gaada repot kok tante." Vita
"Makasih loh yah, yaudah ayo masuk, Chrisd ada didalam lagi nonton." Chintya
"Hi Chrisd " Vita menyapa Chrisd yang sedang menonton.
"Hi." Chrisd
"Jutek amat sih Chrisd, gaboleh gitu loh. " Chintya
"Iya deh Chrisd iya. Yasudah Kalian ngobrol aja yah, tante mau masak kalian pasti uda pada laper kan? " Chintya
"Gak laper-laper amat kok tan, hehe. " Brian
"Gak laper-laper artinya kalian laper, haha yasudah ngobrol sana." Chintya meninggalkan 3 sekawan itu diruang tamu dan lanjut memasak.
"Chrisd masih marah yah? " Brian
"Gak kok biasa aja." Chrisd
Biasa aja tapi kok cuek Chrisd? Vita
"Tau nih si Chrisd buat kepikiran aja." Brian
"Chrisd jangan gini dong, gua rindu ama lu, bener" Vita
"Gua juga rindu ama lu begok!" Chrisd membatin
"Chrisd gua harus apa supaya lu gak marah lagi ke gua?" Brian
"Gak harus apa-apa kok. Gua cuma minta jangan pernah permaluin gua didepan banya orang." Chrisd
Brian yang mendengar itupun tersenyum.
__ADS_1
"Akhirnya Chrisd.. Oke gua janji gak bakal ngelakuin itu lagi." Brian
"Jadi lu uda maafin kita nih Chrisd? " Vita
"Uda." Chrisd menjawab sambil tersenyum
Brian dan Vita tersenyum melihat Chrisd tersenyum, akhirnya setelah beberapa hari Chrisd mau tersenyum lagi kepada mereka.
Brian terus tersenyum entah apa gerangan yang membuat dia bahagia rasanya ada sesuatu yang aneh tapi menyenangkan.
"Uda woy senyumnya malu diliat orang." Vita
"Ehehe, iya iya." Brian
"Anak-Anak sini makan siang dulu, ini makanannya uda masak." Chintya
"Duh si tante, jadi ngerepotin kan kitanya." Brian
"Iya gapapa kok, kalian makan dulu baru ngobrol yah." Chintya
"Oke tante, Makasih loh." Vita
"Iya-iya. Oh iya Bri boleh tolong bantu Chrisd ke meja makan?" Chintya
"Boleh kok tante. Kuy Chrisd." Brian kemudian memapah Chrisd kemeja makan.
Dug-dug-dug..
Entah kenapa Jantung Brian berdetak keras saat tangannya menyentuh tangan Chrisd.
"Aneh." Brian
"Kenapa Bri? " Chrisd
"Ehh gapapa kok Chrisd, sini-sini pelan-pelan aja." Brian
"Thankyou Bri" Chrisd
"Urwell, Chrisd. " Brian
Chrisd dan Brian berjalan perlahan menuju meja makan, sementara disana Vita sedang membantu Chintya untuk menyiapkan makanan.
"Vit, tante boleh minta tolong?" Chintya
"Boleh tante, apa itu? " Vita
"Selesai makan coba kamu ngobrol sama Chrisd, tanya dia kenapa mungkin dia mau terbuka sama kamu." Chintya
"Yaudah nanti Vita coba cari tau ya tan." Vita
"Terimakasih Yah Vit." Chintya
"Sama-Sama tante." Vita menjawab dan tersenyum.
Btw boleh gak author minta like nya saat kalian baca cerita ini, dan follow author juga.
__ADS_1
Author bakal berterimakaskih kalau kalian mau ngelakuin itu. Tapi kalau gak juga gapapa kok, dengan kalian komen dan baca cerita ini author juga uda senang banget.
Semoga cerita ini bisa menghibur kalian semua, terimakasih 😊😊