
Suasana di halte berubah menjadi canggung.
Baik Chrisd maupun Mark sama-sama diam dan sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.
Entah apa yang ada di kepala keduanya, tapi sepertinya mereka sedang sibuk berasumsi.
"Kamu siapa yang jemput? Mark
"Papah." Chrisd
"Kamu uda makan?" Mark
"Udah." Chrisd
"Kamu kenapa?" Mark
"Gpp." Chrisd
Mark terseyum sambil menghela nafas, dia tau sepertinya Chrisd sedang kesal dengan dirinya.
"Kamu kesal yah?"
Mark bertanya seperti itu padahal dirinya sendiri juga kesal karena Chriad ternyata punya perasaan kepada Brian.
"Gak!" Chrisd
"Kok kamu cuek sih?" Mark
"Biasa aja." Chrisd
"Kamu kenapa sih, kasih tau dong." Mark memelas
"Gpp." Chrisd
"Zodiak kamu apa?" Mark
"Virgo!" Chrisd
"Oh pantes yah." Mark
"Iyah." Chrisd
"Astaga Chrisd, ayo dong jangan gini." Mark
"Iya." Chrisd
"Iya apa coba?" Mark
"Jangan gini." Chrisd
"Hufft, ayo dong Chrisd kasih tau kesalahan aku apa." Mark
__ADS_1
"Pikir aja sendiri." Chrisd
"Tuh kan, katanya gak kesal." Mark
"Emang." Chrisd
"Ayo dong tuan putri, jangan gini." Mark
"Oke." Chrisd
Huftttt....
Mark merasa Frustasi sekarang, dia bingung harus bagaimana. Chrisd lebih sulit dari yang dia bayangkan.
"Kok diem, gak ada pertanyaan lagi? Gak nanya-nanya lagi gitu tentang Brian?" Chrisd
Mendengar nama "Brian" disebutkan, itu sukses membuat hatinya mendidih.
"Gak, gak penting juga." Mark
"Gak penting? Bukannya dari tadi lu nanyain dia mulu yah?" Chrisd
"Iya tadi aku nanya karena penasaran." Mark
"Terus sekarang lu gak penasaran lagi gitu, gak sekalian aja gitu minta dijodohin?" Chrisd
"Gak, ngapain juga. Ntar dikira aku suka sama dia lagi, dih najis." Mark
"Bukannya lu emang suka sama dia, buktinya dari tadi nanyain dia mulu kan." Chrisd
"Jadi lu fikir aku suka sama Brian?" Chrisd
"Iya, bukannya kamu yang bilang tadi kalau kamu punya perasaan sama si Brian? Mark
Chrisd semakin kesal mendengar jawaban Mark, bisa-bisanya Mark mengira kalau Chrisd menyukai Brian.
"Gua itu ada perasaan sama Brian tapi bukan berarti gua suka sama dia." Chrisd
"Terus apa, yang namanya perasaan yah pasti suka lah." Mark
"Perasaan kesel!" Chrisd
Mark tersenyum, ternyata dia sudah salah paham dengan Chrisd.
"Jadi maksudnya kamu ada perasaan ke Brian tapi bukan perasaan suka melainkan perasaan kesel, gitu?" Mark
"Mmm." Chrisd
"Kenapa kamu gak bilang dari tadi?" Mark sumringah
"Emang lu ada nanya? Lu aja langsung diem kan setelah dengar jawaban gua." Chrisd
__ADS_1
"Ya aku diem lah, kan aku fikir kamu suka sama dia." Mark
"Makanya jangan buat asumsi dulu." Chrisd
"Iya maaf." Mark
"Iya maap." Chrisd menirukan ucapan Mark sambil memonyongkan bibirnya.
"Dih malah ngejek." Mark
"Suka-suka gua dong, haha." Chrisd
"Akhirnya ketawa juga setelah aku hampir frustasi ngadepin kamu." Mark
"Salah sendiri, siapa suruh buat kesel." Chrisd
"Iya aku yang salah, aku udah salah paham sama kamu." Mark
"Ya emang lu yang salah. Dan satu lagi kalau cemburu tuh dibilang jangan diem aja." Chrisd
"Ihh, apaan sih kamu." Mark
"Udah deh Mark, gua tau kalau lu cemburu ama Brian." Chrisd
"Gak juga sih." Mark
"Yakin?" Chrisd
"Iya yakin." Mark
"Oke deh kalau gitu, mulai besok gua bakalan deket-deket terus ah sama Brian." Chrisd tersenyum licik
"Ihh apaan sih, uda deh gak usah kegenitan." Mark
"Loh katanya gak cemburu, kok malah bilang gak usah kegenitan." Chrisd
"Yah gak harus deket-deket si Brian juga kan?" Mark
"Kenapa? Kesel, marah, cemburu, atau apaaaa?" Chrisd
"Gak tau. Udah jangan bahas dia lagi." Mark
"Kenapa, lu cemburu yahh? Hahaha" Chrisd tertawa cekikikan
"Tau ah." Mark
"Ciee Mark cemburu cieee, hahaha." Chrisd terus menggoda Mark
"Iya-iya aku cemburu, udah puas?" Mark
"Hahahaha, nah gitu dong ngaku." Chrisd
__ADS_1
"Yadeh, terserah kamu saja. Hehe" Mark
Mereka berdua terus tertawa. Tapi tanpa mereka sadari, seseorang memperhatikan mereka dari dalam mobil dengan ekspresi yang susah dijelaskan.