Gelang

Gelang
Part 36


__ADS_3

***


Di meja makan


Chrisd dan Chintya duduk untuk makan siang, tepapi suasana kali ini agak sunyi. Chintya dan putrinya itu diam tanpa percakapan, hanya fokus pada hal yang sedang mereka lakukan dan fikirkan.


Chintya mengamati Chrisd dengan seksama, sepertinya Chrisd sedang memikirkan sesuatu sehingga Chrisd melamunn dan tidak fokus.


“ Chrisd…” Chintya mencoba menegur Chrisd, tetapi Chrisd seperti tidak mendengar panggilan dari


Mamanya.


‘’Chrisd…’’ Chintya kembali memanggil Chrisd tetapi kali ini sambil memegang pundak Chrisd yang membuat Chrisd tersentak.


‘’Iya Ma, ada apa?’’ Chrisd tampak seperti orang yang sedang kebingungan melihat ekspresi Mamanya.


‘’Kamu kenapa sayang?’’ Chintya menatap putrinya dengan tatapan lembut.


‘’Chrisd gapapa kok Mah.’’ Chrisd


‘’Kamu yakin gak kenapa-napa’, gak lagi mikirin sesuatu ?’’ Chintya


‘’Enggak kok Mah.’’ Chrisd


‘’Kalau memang gak lagi mikirin sesuatu, terus kenapa kamu makannya gak fous?’’ Chintya


‘’Fokus kok Mah, ini buktinya nasi Chrisd uda hampir habis.’’ Chrisd menunjukkan piringnya kepada Chintya, yang membuat dia menjadi terdiam.


‘’Kenapa, kok diam?’’ Chintya


‘’Maaf, Ma.’’ Chrisd menatap Chintya dengan tatapan sendu.


‘’Kamu mikirin apa, kok makan aja bisa gak fokus? Nasinya udah hampir habis tapi lauknya bahkan gak kamu sentuh.’’ Chintya


‘’Gak ada kok Mah, Chrisd Cuma kecapean aja.’’ Chrisd


‘’Yakin kamu?’’ Chintya


‘’Iya Mah.’’ Chrisd


Chintya diam dan menghela nafas, dia tau jika putrinya itu sedang memikirkan sesuatu. Tapi yang dia bingungkan, kenapa Chrisdd tidak ingin berbagi dengannya. Biasanya Chrisd selalu mau berbagi, tapi sekarang tidak sama sekali.


‘’Yaudah deh kalau gak mau cerita gapapa, tapi kalau kamu butuh teman cerita atau butuh Mama, kamu datang aja ke Mama. Kapanpun kamu bisa datang ke Mama, gak perduli pagi, siang, sore, malam, bahkan tengah malam sekalipun kamu bisa datang ke Mama. Mama selalu ada buat kamu 24/7, Mama bakalan dengerin kamu dan Mama akan selalu percaya sama kamu. ‘’ Chintya

__ADS_1


memegang tangan Chrisd sebagai tanda kalau dia benar-benar yakin dengan ucapannya dan dia sangat perduli dengan putrinya itu.


‘’Makasih Mah..’’Chrisd


‘’Sama-sama sayang, makanannya dihabisin yah dan lauknya jangan lupa dimakan.’’ Chintya


‘’Iya, Mah.’’ Chrisd


Chintya pun pergi untuk mencuci piring dan membereskan dapur yang berantakan. Sementara Chrisd, dia kembali melanjutkan Makan sambil memikirkan sesuatu yag bahkan author sendiri tidak tau apa itu.


***


‘’ Kamu nganter makanan sama siapa Chrisd?’’ Papa


‘’ Tadi sama Mama, Cuma Mama katanya pergi ada urusan bentar.’’ Chrisd


‘’ Yaudah kamu ke ruangan Papa dulu yah, entar kalau Papa uda kelar periksa pasien Papa nyusul kamu.’’ Papa


‘’ Papa lama gak?’’ Chrisd


‘’ Enggak kok, kenapa emangnya?’’ Papa


‘’ Gapapa, Cuma takutnya ntar Chrisd kebosanan.’’ Chrisd


Christian terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu. Ada benarnya juga jika dia menyuruh putrinya untuk menunggu diruangannya sendirian maka putrinya akan merasa bosan, meskipun disana dia bisa menonton. Istrinya mengirim putrinya untuk datang itu agar putrinya tidak merasa bosan dirumah dan bukan untuk menunggunya diruangan.


‘’ Hmm, yaudah deh Pah. Kayaknya itu bukan ide yang buruk.’’ Chrisd


Christian hanya mengangguk sambil mengusap kepala putrinya. Sebenarnya dia juga merasa ada yang aneh dengan putrinya, akhir-akhir ini putrinya lebih sering murung dan menjadi pendiam. Dia juga merasa menyesal karena menganggap putrinya aneh dan membentaknya beberapa hari yang lalu.


Tapi sebagai seorang Ayah dia tidak ingin putrinya bertingkah aneh apalagi mengenai hal-hal diluar akal manusia, terlebih lagi dirinya seorang dokter.


Christian sedang memeriksa pasien sama seperti dokter lainnya, walaupu dia termasuk dokter senior yang terkenal dan merupakan anak dari pemilik rumah sakit tersebut tetapi dia juga memiliki tugas yang sama seperti dokter-dokter lainnya.


Christian mendatangi ruangan pasiennya satu persatu, ditemani oleh perawat yang bertugas mencatat dan membaca data tentang perkembangan pasien tersebut dan juga ditemani oleh purinya. Saat mereka melewati resepsionis di setiap lantai para dokter jaga dan suster yang ada disana menatap aneh kearah Chrisd bahkan hampir setiap suster, perawat ataupun dokter yang berpapasan dengan mereka juga melayangkan tatapan aneh penuh tanya dan Christian hanya mengacuhkan itu sementara Chrisd merasa tidak nyaman.


‘’ Kalian kenapa ngeliatin dr.Tian kayak gitu, ada masalah? ‘’ Max menegur mereka, dia sudah memperhatikan tingkah aneh dari para suster dan dokter jaga.


‘’ Gapapa dokter, Cuma gak nyangka aja kalau dokter Tian mau gandeng tangan cewe di rumah sakit’’


‘’ Apa salahnya gandeng tangan anak sendiri dan ada aturan kah kalau di rs ini gak boleh gandeng tangan anak sendiri?’’ Max


Seketika para suster dan dokter jaga terdiam,beberapa dari mereka bahkan merasa bersalah karena sudah menatap putri Christian dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


‘’Jangan bilang kalian tidak tau jika Chrisd adalah putri dr.Tian dan menganggap hal-hal aneh tentang Chrisd?’’ Max kembali bertanya


‘’ Maaf dokter..’’ mereka menjawab bersamaan seperti anak sd


‘’ Keterlaluan kalian, gimana kalau dr.Tian dan Chrisd tau tentang ini? Kalian membuat mereka merasa tidak nyaman!’’ Max


‘’ Tau tentang apa dr.Max? sepertinya ini hal serius sampai bawa-bawa putri saya.’’ Christian


‘’ Eh ada dr.Tian dan siapa gadis manis ini? Wuah Chrisd kamu sudah besar sekali, apa kabar gimana sekolahnya?’’ Max


‘’ Ah om bisa aja, baik kok om dan seolah juga baik-baik aja. Om apa kabar?’’ Chrisd menyalim tangan Max dan Max membalasnya dengan pelukan.


‘’ Om baik kok, kemarin kata Brian kamu sakit yah? Kamu sakit bukan karena diusilin sama dia kan?’’ Max


‘’ Enggak kok om hehe.” Chrisd


Max adalah Ayahnya Brian, dan Max merupkan teman baik Christian.


‘’ Bagus deh, om fikir kamu sakit karena diusilin sama dia. Dia itu rada usil gimana gitu, kalau dia usilin kamu kasih tau ke om aja langsung.’’ Max


‘’ Iya Brian usil sama kayak Bapaknya, hahaha’’ Christian ikut menanggapi lelucon Max


‘’ Hehehe, iya om.’’ Chrisd


‘’ Pah, Chrisd mau beli kopi kebawah bentar yah.’’ Chrisd


‘’ Yaudah, kamu nanti langsung keruangan Papa aja yah, soalnya Papa uda mau kelar.’’ Christian


‘’ Iya Pah. Papa sama Om mau kopi gak?’’ Chrisd


‘’ Boleh lah, om titip kopi nya satu. Lu uda makan siang belum Tian, anak gua lagi beli makan kalau belum biar sekalian di beliin, Chrisd juga uda mau makan gak?’’Max


‘’ Enggak Om Makasih,Chrisd uda makan kok sebelum kesini.” Chrisd


‘’Gua uda dibawaiin makanan ama anak gua.


Gak usah pencitraan deh depan anak gua, tau gua isi otak lu. Cari perhatian kan biar anak gua mau jadi mantu lu, tenang anak gua gak mau soalnya anak lu usil semua. Hahahaha’’ Christian tertawa, Max dan Chrisd juga tertawa


‘’ Sialan lu. Kalian ngapain ketawa, gak ada yang nyuruh kalian buat ikutan ketawa kerja sana!’’ Max


‘’ Ngapa lu sensi amat?’’ Christian bertanya tetapi tangannya juga menyodorkan beberapa lembar uang ke putrinya ‘’ ini uangnya Chrisd, hati-hati yah jangan lama-lama.’’


‘’ Gapapa, kesal aja gua liat mereka. Iya Chrisd hati-hati, kalau ada yang godain bilang aja ‘Maaf saya mantunya dr.Max’. “ Max

__ADS_1


‘’ Dih kepedean anda.’’ Christian


Chrisd hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala, Papanya dan Max memang selalu seperti itu.


__ADS_2