Gelang

Gelang
Part 21


__ADS_3

"Eh Rico kok kamu kemari sih, ini tante uda mau kelar loh. " Chintya


"Gapapa tante pengen liat tante masak aja, sekalian belajar." Rico


"Yaudah kamu duduk disitu aja Ric." Chintya


"Iya tante. " Rico


Rico duduk sambil memperhatikan Chintya memasak. Sebenarnya dia tidak sepenuhnya memperhatikan Chintya memasak karena fikirannya juga melayang-layang seperti layangan.


"Tante ngerasa ada yang beda gak sama Chrisd?" Rico


Entah setan apa yang menyuruhnya untuk mengatakan itu kepada Chintya, yang jelas kata-kata itu keluar tanpa persetujuan darinya.


"Maksudnya Ric?" Chintya


"Maksud Rico tante ngerasa gak kalau akhir-akhir sering bertingkah aneh, kayak ada sesuatu." Rico


"Kok kamu bisa mikir gitu Ric?" Chintya


"Iya gapapa tante cuma Rico merasa kayaknya Chrisd itu beda, dia sekarang lebih penakut." Rico


"Kamu juga ngerasain hal itu yah, ternyata kamu juga peka dengan perubahan Chrisd. " Chintya


"Iya itu karena perubahannya sangat amat kontraks tan." Rico


"Tante juga bingung kenapa dia bisa kayak gini, biasanya juga gak pernah" Chintya


"Sama tan Rico juga bingung, tapi Rico kepikiran akan satu hal." Rico


"Apa itu? " Chintya


"Maaf tante untuk saat ini Rico gak bisa kasih tau tante karena takutnya itu salah, ini masih dugaan Rico dan bakal Rico selidiki lagi. " Rico


"Tapi kamu janji yah kalau kamu uda tau sesuatu kamu langsung kasih tau tante." Chintya


"Iya tante Rico janji, tapi tante juga harus percaya sama apa yang Rico bilang kedepannya kalau dugaan Rico benar. " Rico


"Iya tante bakal percaya, asal kamu langsung bilang ke tante jangan ke om." Chintya

__ADS_1


"Oke tante. " Rico


"Yaudah ayok kita makan dulu, uda selesai ini masaknya. " Chintya


"Hei kalian berdua ayo makan." Chintya


"Okey Ma!!" Christian dan Chrisd menjawab bersamaan


****


"Pagi tuan putri." Brian


"Pagi pengawal." Chrisd


"Gimana tidurnya tadi malam? " Brian


"Mm biasa aja sih, kalau kamu gimana tidurnya? " Chrisd


"Aku juga biasa aja gaada yang istimewa." Brian


Vita bergidik ngeri mendengar percakapan mereka.


"Heii !! gua ada disini kenapa gaada yang nyapa gua? " Vita


"Dih jijik banget gua liat kalian." Vita


"Sama Vit gua juga jijik liat lu." Brian


"Hahaha" Chrisd tertawa mendengar jawaban Brian, bahagia rasanya bisa membuat Vita kesal pagi-pagi.


"Ketawa teross, bahagia banget kayaknya kalau liat gua tersiksa." Vita


"Yee sorry Vit kita cuma becanda kok, ya gak Yan? " Chrisd


"Hu'uh, jangan baperan Plss." Brian


"Tau ah gua mau baperan aja deh." Vita


"Dih ngambek, hahaha." Chrisd

__ADS_1


"Kesel gua tau gak." Vita


"Hehe, sorry Vita yang cantik." Chrisd


"Emang gua cantik? " Vita


"Iya lah lu kan sohib gua jadi lu cantik." Chrisd


"Oh gitu, yaudah gapapa kok, btw sejak kapan kalian pake aku kamu? " Vita


"Sejak barusan, uda deh gak usah kepo!" Brian


"Apa sih lu Yan, sinis mulu ama gua kesel deh." Vita


"Bodo amat, mau lu kesel, seneng, gua gak perduli!" Brian


"Hadehh kena kutukan apa gua punya sepupu keparat kayak gini? " Vita mengeluh


"Hahaha, uda uda kalian adu mulut terus. Tadi tuh gua cuma ngikutin alur si Brian aja lumayan lah sekalian buat lu jijik." Chrisd


"Ahh pantes aja sih, gua fikir kalian pacaran." Vita


"Yee pacaran apaan yah enggak lah." Chrisd


"Memangnya kenapa kalau kita pacaran, lu cemburu? " Brian


"Pls deh Yan kalau lu pacaran ama Chrisd gua malah seneng jadi gua bisa nindas lu. Uda sono lu pergi, ngejawab mulu dari tadi." Vita


Brian diam tak menanggapi Vita dia memilih pergi kembali ketempat duduknya.


"Itu si Brian kenapa sih kok dari tadi jutek banget? " Vita


"Mana gua tau kenapa nanya sama gua coba, kan dia sepupu lu." Chrisd


"Sepupu gua tapi kerjaannya ngajak gelud mulu. " Vita


"Kan seru punya sepupu kayak gitu." Chrisd


"Sera seru sera seru, yang ada gua punyeng." Vita

__ADS_1


"Terima nasib aja dehh, hahaha." Chrisd


Vita hanya menghela nafas saja, benar kata Chrisd dia harus terima nasib dan sabar.


__ADS_2