GIRL BOSS

GIRL BOSS
9. Gamon


__ADS_3

Helaan napas panjang itu terdengar, Nata mendudukkan dirinya pada kursi yang tersedia di roof top sekolah.


Embusan angin juga pemandangan langit luas ini membuat Nata cukup tenang, sebenarnya ia merasa bersalah karena tak membantu Waffa tapi saat itu ia terlalu malas untuk menambah masalah dengan Sania ataupun Manda.


"Akhirnya ketemu juga."


Suara itu membuat Nata tersentak kaget namun tubuhnya enggan berbalik untuk melihat siapa yang datang, sebab ia tahu betul siapa pemilik suara itu.


Shaka ikut mendudukkan tubuhnya di samping Nata yang masih menatap lurus ke depan, keduanya sama-sama terdiam menikmati keindahan alam yang hanya bisa dilihat dari roof top.


"Kenapa Nat? ada masalah ya?" tanya Shaka namun lagi-lagi tak ada respon dari Nata.


Gadis dengan rambut pendeknya itu masih asyik menatap langit biru di atas sana, lagipula kehadiran Shaka malah membuat mood nya semakin buruk bahkan lebih buruk dari sebelumnya.


"Lo ga mau cerita sama gua?"


Nata terkekeh lalu menatap sinis Shaka, "gak usah perhatian sama gua, karena gua gak butuh perhatian dari lo, Shaka."


"Kenapa? Lo masih marah sama gua? kejadian itu udah lama Nat, gua juga kan udah minta maaf sama lo tentang itu tapi lo gak mau dengerin penjelasan dari gua," kata Shaka berubah menjadi serius, jujur sebenarnya Shaka lelah dengan sikap dingin Nata padanya.


"Gua ga mau minta penjelasan karena semuanya udah jelas, lo yang rebut semuanya dan lo yang buat impian gua hancur, Shaka." Nata kini berdiri menatap Shaka dengan sorot terluka, tangannya terkepal kuat menahan emosi.


Padahal Nata mati-matian untuk menghindari Shaka agar kejadian itu bisa terlupakan namun sialnya semesta malah mempertemukan lagi keduanya.


"Bukan gua Nat, lo juga tau kalo ga ada yang bisa gantiin lo di posisi pertama dan lo juga tau bukan? kalo gua cuma pengganti," jelas Shaka menahan tangan Nata yang hendak pergi, ia harus menjelaskan semua hal yang menjadi sumber masalahnya.


Nata tertawa sinis lalu melepaskan tangannya dari Shaka, ia memundurkan langkahnya lalu berkata. "Semua orang tau Sha, semua orang tau kalo lo yang rusak semuanya, LO YANG RUSAK SEMUA KERJA KERAS GUA BUAT JADI YANG PERTAMA!!" bentak Nata keras bahkan kini air matanya sudah tak bisa lagi ia bendung.


"GAK!! LO SALAH PAHAM NAT, SEMUANYA GAK KAYAK GITU!!" sergah Shaka, ia berusaha untuk mendekati Nata namun gadis itu terus menghindar.

__ADS_1


"Kalo bukan lo pelakunya terus kenapa lo yang dipilih, Sha?" tanya Nata suaranya memelan, dadanya semakin sesak karena mengingat kejadian itu.


Shaka melangkah pelan menuju sosok Nata yang menangis, karena tahu gadis itu tak akan lagi menghindar Shaka memberanikan dirinya untuk menggenggam tangan Nata.


"Nat, dari awal gua cuma pengganti lo." Shaka mengelus rambut pendek gadis itu lalu menghapus air matanya, ia kembali berkata. "Lagipula gua gak mau gantiin lo, gua maunya lo yang dipilih bukan gua, Nat."


Nata menatap Shaka dengan mata sembab nya, lalu ia terkekeh kecil dan kembali memundurkan langkahnya menjauhi Shaka. "Oh ya? trus kenapa lo diam waktu gua dipermalukan di depan umum sama cewek gila itu?! Kenapa lo diam aja Sha? Lo bilang lo sahabat gua kan? trus kenapa lo diam aja?!!"


Kini Shaka terdiam tak mampu menjawab, dan itu membuat Nata tertawa sinis. "Jangan munafik Shaka, gua tau lo juga pengen posisi gua."


Setelah itu Nata pergi meninggalkan Shaka yang masih terdiam, percaya pada semua orang adalah hal bodoh yang pernah Nata lakukan.


•••


Bel istirahat berbunyi namun Nata sejak tadi belum kembali ke kelas, bahkan ponselnya pun mati dan itu membuat kedua sahabatnya khawatir.


"Duh tu anak kemana sih?!" Waffa mengacak-acak rambutnya jadi frustasi sendiri.


"Mungkin gara-gara si Keenan kali ngomongnya kelewatan." Fayyaz ikut menyahuti, dan hal itu membuat Keenan mendelik tajam kearahnya.


Waffa yang mendengar itu jadi menatap tajam sosok Keenan yang juga menatapnya dengan datar, "lo ngapain Nat-"


"Lo percaya sama si Fayyaz kalo Nata ngilang gara-gara gua?!" potong Keenan dengan sewot, bahkan Waffa pun kaget sebab perkataannya dipotong begitu saja.


"Ihh gua kan cuma nanya!! Sekarang lo jawab, lo ngomong apa sama Nata?" tanya Waffa jadi ikut sewot sebab Keenan.


Lelaki dengan suara beratnya itu menjawab, "ck kan gua bilang dia yang mulai duluan bukan gua, orang gua cuma nyuruh dia bantuin lo tapi dianya gak mau."


"Bohong Fa, si Keenan sindir si Nata bukan nyuruh." Fayyaz mengompori, ia langsung menghindari Keenan yang hendak memukulnya.

__ADS_1


"Keenan!!" sentak Waffa, ia bahkan berkacak pinggang memelototi Keenan yang kini malah salah tingkah sebab terciduk berbohong.


"Bangsat lo, Yaz!!" umpat Keenan kesal lalu ia menatap Waffa yang masih melotot tajam kearahnya, "ck iya iya sorry, gua juga gak tau kalo dia bakalan ngilang kayak gini."


Waffa berdecak kesal, "makanya kal-"


"Seriusan sekolah kita juara satu?!"


"Gila keren banget sih ketua nya."


"Gak sia-sia ya mereka latihan sampe malam."


Omelan Waffa kembali terpotong sebab ghibahan dari anak-anak kelasnya, lalu ia menatap Zora menanyakan sesuatu lewat tatap matanya.


"Weh lo pada tau gak? Paskibra sekolah kita juara satu, gila keren banget kan?!" Nizan yang baru datang langsung heboh sendiri bersiap untuk membagikan gosip terbaru.


"Hah serius?!" tanya Zora kaget lalu ia langsung mengkode Waffa yang masih melongo tak percaya.


"Berarti Devyan udah balik dong?" Pertanyaan dari Waffa itu di anggukki oleh Nizan.


"Ya jelas lah cuy, banyak yang ngucapin selamat sama Devyan tadi," jawab Nizan sambil membuka botol minumnya.


BRAK!!


"Sialan gua baru ngeh kalo Nata ngilang gara-gara ini, ayo Ra!!" Waffa langsung menarik tangan Zora meninggalkan kelas.


"Gila ya tu cewek, udah gebrak meja maen pergi gitu aja," kata Fayyaz sambil mengusap dadanya yang kaget.


Janlup komen dan vote

__ADS_1


see you next time


__ADS_2