
Libur panjang telah berakhir, semua siswa tentu saja diwajibkan kembali masuk sekolah begitu juga dengan siswa dari SMA BLACKHOLD yaitu sekolah swasta yang terkenal di kota Bandung.
Tentu saja semester baru membuat anak-anak mencari kelas baru juga teman baru, seperti ketiga gadis yang kini berjalan di lorong utama sekolah.
Ketiganya cukup terkenal di sekolah yang memiliki ciri khas masing-masing contohnya, gadis dengan rambut pendek tak beraturan itu berjalan dengan sorot mata sinis dan kedua memiliki ia lipat di depan dada, orang-orang memanggilnya Nata.
lalu di sebrang kanan ada gadis bertubuh tinggi yang terkenal dengan gaya songongnya, jangan lupa kedua memasukkan ia masukkan kedalam saku roknya, Waffa namanya.
Dan gadis yang berada di tengah-tengah keduanya yaitu Zora, semua orang tentu mengenalnya sebab Zora memiliki sifat ramah dia berjalan dengan gaya anggun dengan diiringi senyum manis yang siap membalas sapaan orang.
"Woy! ga kerasa ya kita naik kelas aja, rasanya masih kemarin deh kita jadi anak curut," celetuk Waffa memecah keheningan diantara ketiganya.
Nata yang mendengar itu menyahut ditambah dengan ekspresi sok takutnya."Ga kerasa banget nambah gede aja kita, jadi takut tambah dewasa uy."
Sahutan itu tentu membuat ketiganya tertawa kecil
"Eh, ngomong-ngomong kita sekelas ga sih?"tanya Zora, anak itu berhenti membuat kedua sahabatnya jadi ikut berhenti.
Ketiganya terdiam lalu Nata berucap, "iya juga, gimana kalau ga sekelas?"raut wajah khawatir jika mereka benar-benar tak sekelas lagi.
Waffa kesal lalu berkata, "bisa minta request ga sih sama gurunya?"
"Emang mau nyumbang lagu gitu?! main request-an!"sewot Zora tak lupa memukulkan bahu Waffa yang lebih tinggi darinya.
"Tau tuh anak aneh - aneh aja!!"Nata menyahut dengan sewot jangan lupa mengabadikan sinis nya ia berikan pada Waffa yang cengengesan.
melihat sekelompok orang mulai wara-wiri mencari informasi kelas mereka, ketiganya jadi ingat tujuan utama mereka itu mencari kelas baru.
"Ayo daripada kita berdiri terus disini mending kita ke mading buat cari kelas baru!!"Ajak Nata, menarik kedua sahabatnya untuk mengikuti gadis itu.
Waffa yang di tarik hanya bisa pasrah saja sebab sejak tadi ia terus menguap."Iya gua juga mau cepet-cepet bobo, mata gua udah ga kuat melek nih."
"Woy sekolah itu buat belajar bukan buat tidur!"Zora lagi-lagi memukul gadis bertubuh tinggi itu meskipun pukulannya tak kena sebab Waffa lebih cepat menghindarinya.
Nata yang menonton di belakang jadi ikut menyindir, "makanya malem itu tidur bukan gadang mulu."
"Udah-udah ayo ahh!! ngomen mulu anjir bisa- bisa telinga gua budeg denger."Kesal Waffa sambil jalan keduanya.
"Itu anak kalau udah dinasihati main pergi aja!"kata Nata membocorkan punggung Waffa yang kian menjauh.
"Udah ayo susul!"ajak Zora menarik lengan Nata agar cepat-cepat menyusul Waffa yang jauh.
__ADS_1
Mading yang mereka cari pun akhirnya terlihat, meskipun mungkin ketiganya harus desak-desakan untuk melihat nama mereka berada di kelas mana.
Waffa yang melihat tidak mau berhenti, ia kesal lalu menoleh ke belakang melihat kedua sahabatnya yang berlari menuju ke arahnya.
"Kok diem disini?"tanya Zora membocorkan heran Waffa yang semakin cemberut.
Melihat wajah Waffa yang cemberut tentu membuat Nata langsung melihat ke arah Mading, lalu ia mengangguk paham pantas saja Waffa langsung cemberut begitu.
"Mading rame kayak mau demo," jawab Nata sambil menunjuk ke depan sana.
Zora menghela napasnya lelah, ia malas harus desak-desakan lagipula menyuruh kedua teman pun percuma karena mereka pasti akan menolaknya, padahal Waffa itu cukup tinggi untuk melihat dari belakang namun anak pasti tidak mau melakukannya.
Ketiganya jadi diam-diam membangun yang semakin banyak, padahal mereka berharap jika mereka semakin berkurang.
"GOBLOK JANGAN DORONG-DORONGAN DONG!!"
"ASTAGHFIRULLAH ITU SI NIZAN KEJEPIT!!!"
"NIZAN BEGO LO NGAPAIN IKUTAN DESAK-DESAKAN?!"
Keributan itu membuat gadis ketiga yang sejak tadi diam melihat lagi pada lelaki di depan sana, terlihat dua yang sibuk membantu satu orang teman yang terjepit dengan siswa lainnya.
"Pagi-pagi udah disuguhi pemandangan manusia bodoh," cibir Nata membocorkan malas ketiga lelaki yang ribut di antara pembukaan disana.
"Bukannya itu ketua osis kita? ngapain anjir desak-desakan padahal tinggal minta ke guru aja datanya?"tanya Waffa jadi ikut melihat kelakuan ketiga lelaki yang kini terduduk di lantai.
"Itulah contohnya manusia bego," celetuk Nata sambil geleng-geleng kepala melihatnya.
Zora hanya bisa tertawa saja lalu ia melangkah pergi menuju ketiga lelaki yang sejak tadi mendengarkan.
"Halo, kalian udah dapet kelasnya?"Pertanyaan dari Zora membuat ketiganya kaget bukan main, pasalnya Zora tiba-tiba datang saat mereka sedang melamun.
"Belum nih, yang ada gue di keroyok anjir!!"pria bertubuh kecil itu kesal dan hal itu membuat mereka tertawa.
Lelaki dengan suara beratnya itu menyahut, "suruh siapa punya badan kecil kayak minion?"
Dan hal itu sontak membuat mereka kembali tertawa terbahak kecuali pria kecil yang kini cemberut.
"Ga boleh gitu Ken, gini-gini dia jago nyetak gol."Si ketuaosis dengan senyum khasnya, padahal sejak tadi dia berusaha untuk menahan tawanya.
Lelaki yang di sebut Ken itu melirik sinis lalu menjawab."Halah apaan sekali tendang aja bisa pindah alam."
__ADS_1
"Anjing lo Keenan!!"
Zora yang berada di antara mereka jadi canggung sendiri, lalu ia melihat kedua sahabatnya yang menunggu informasi dari dirinya.
"Eh kenapa lo ga tanya ke guru aja, Sha? secara lo kan ketua osis nih pasti bisa dong lewat jalur dalam?"ucap Zora sambil cengengesan.
Shaka, lelaki itu terdiam tampak berfikir lalu ia jidatnya sendiri."Oh iya kok baru kepikiran sekarang?! gara-gara si Nizan nih!?"katanya kesal, lalu lelaki itu berlari menuju ruang guru meninggalkannya.
"Anjing gue mulu yang kena."Nizan lelaki itu hanya bisa mengumpat kasar sambil menendang tong sampah di harga mahal.
"Muka lo cocok buat dibully soalnya," ejek Keenan sambil terkekeh melihat tajam dari Nizan.
Andai saja Nizan lebih tinggi dari Keenan, sudah dipastikan Nizan akan memukul kepala Keenan sekarang juga dengan sapu.
Di sisi lain Nata dan Waffa hanya bisa kesal karena menunggu Zora yang masih berada disana.
"Mending kita kesana aja kuy!"
Nata yang mendengar ajakan itu menolak, "ogah banget anjir mending nunggu disini."
"Yaudah gue tinggal ya!!"Waffa langsung berlari meninggalkan Nata yang mengumpat kesal, padahal Nata kira Waffa akan tetap bersamanya.
Karena tak mau menjadi perhatian orang lain akhirnya dengan terpaksa Nata ikut bergabung dengan kedua sahabatnya.
"Katanya ga mau ikut?"sindir Waffa saat melihat Nata berdiri di sampingnya, Nata tak menjawab dia hanya melirik sinis.
Tak lama Shaka datang dengan selembar kertas ditangannya, ia tersenyum senang lalu berkata."KITA SEKELAS CUY!!"
Tentu kabar itu membuat Nizan bersorak kegirangan tapi tidak dengan Keenan yang mengeluh karena harus sekelas lagi dengan Nizan.
Melihat kertas itu Nata langsung merebutnya dari tangan Shaka, ia melihat satu persatu dengan teliti apakah nama dia ada disana atau tidak.
Entah kebetulan atau tidak nama dia dan kedua sahabatnya pun berada di kelas yang sama dengan ketiga lelaki itu.
"Ternyata kita semua sekelas."Nata memberikan kertas itu pada Zora dan Waffa agar keduanya bisa melihat, setelahnya Waffa dan Zora bersorak gembira lalu ditambah dengan teriakan bahagia dari Nizan.
Dan tentu saja hal itu membuat ke-enamnya menjadi pusat perhatian karena hal-hal yang dibuat Nizan, Waffa dan Zora.
"Akhirnya si Nizan ketemu yang sama-sama bego juga ya, Sha."Celetukan dari Keenan itu membuat Shaka tertawa terbahak, sedangkan Nata memijit pelipisnya ia tak bisa membayangkan bagaimana nanti keadaan kelas jika ketiganya disatukan.
Janlup vote sama komen ya!!
__ADS_1
Sampai jumpa di bab selanjutnya