GIRL BOSS

GIRL BOSS
17. Cabe cabean??


__ADS_3

Hari senin pun telah tiba dimana sekarang akan di adakanya upacara bendera, semua siswa berbondong-bondong menuju lapangan.


TES TES


"Semua siswa diharap segala memasuki lapangan upacara, karena upacara bendera akan segera dimulai."


"****** CEPETAN!!" suara lantang dari Keenan yang berada diluar kelas membuat Nizan tersentak kaget.


"IYA!! bentar napa," balas Nizan yang terburu-buru mengambil topinya lalu bergegas pergi keluar kelas dengan tangan yang sibuk memasukkan baju seragamnya.


"Lama banget lo, makanya malem tuh tidur bukan gentayangan cari janda," celetuk Fayyaz menatap Nizan malas.


"Anjirr siapa juga yang cari janda!!" protes Nizan tak terima, ia memukul kepala Fayyaz dengan dasi yang belum ia gunakan.


Keenan yang kesal dengan perdebatan itu langsung menyaut sewot, "anjing lo bedua banyak bacot dah yang ada kita bisa di hukum!!" Tak ingin dirinya ikut di hukum dengan manusia kurang akhlak ini lebih baik ia segera pergi menuju lapangan.


"Woy tungguin dong anjir!!" teriak Nizan yang berlarian mengejar Keenan, di susul Fayyaz di belakangnya.


"Napa gua di tinggal ANJING!!" gerutu Fayyaz, dengan segera ia bergegas pergi menuju lapangan.


Siswa siswi pun telah berkumpul di lapangan, sedangkan sekarang dilorong terdapat Waffa yang sedang berlari dengan kaki pincang nya itu.


Waffa pun bergegas memasuki barisan kelas nya dengan napas terengah-engah.


Tanpa disadari sosok laki-laki yang bediri tak jauh dari gadis itu sedang memperhatikannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Heh itu si Waffa bukan?dah balik tuh anak?" tanya Nizan kepada Fayyaz yang berdiri di sampingnya.


Fayyaz mengangguk mengiyakan, "iya kapan tuh anak balik, terus tuh kenapa jalannya gitu?"


"Ya ga tau lah kan gua juga nanya tadi," jawab Nizan asal, sebenarnya dia baru bertemu Waffa di lapangan sih mana sempat dia menanyakan Waffa kenapa.


Seketika mereka menoleh kesamping dimana terdapat sesosok laki-laki bertubuh tinggi dengan mata tajamnya.


Keenan yang merasa di perhatikan jadi menoleh, lalu mengerutkan keningnya bingung dengan tatapan kedua bestie nya ini. "Kenapa lo berdua?" tanya Keenan dengan mata tajamnya itu.


"lo ga denger gua sama si Fayyaz ngomong??" tanya Nizan menatap wajah Keenan dengan mata besarnya.


"Hah, yang mana tuh?" bukannya menjawab pertanyaan tersebut, Keenan malah tanya balik.


"Itu si Waffa kenapa, dia kalah kah sampe begitu?" tanya Fayyaz mewakili Nizan yang keburu males menjawabnya.


"Ya gatau lah, napa juga ribet mikirin hidup orang bukan urusan gua kali mau tuh anak sekarat juga," jawab Keenan sekenanya, lalu dia kembali fokus menatap ke depan.


Nizan yang mendengar itu pun mencabikan mulutnya tak percaya akan omongan itu, "hmm yakin??" tanya Nizan menatap jahil Keenan.


"Sssttt diem tuh upacara udah mau di mulai pada diem jangan ngebacot mulu!!" sentak Keenan, namun hal itu bukannya membuat Nizan diam malah membuatnya tertawa.


"Cihh sekarang aja bilang bukan urusan gua, bentar lagi tuh cewe kenapa-kenapa panik juga lo," cibir Fayyaz dan sukses membuat Keenan menatapnya tajam.

__ADS_1


"Iya tuh, kalau suka ya bilang suka di embat orang tau rasa!!" sahut Nizan masih dengan tawanya.


"Heh bisa ga sih pada diem lo pada!!" kesal Keenan, ia bahkan menginjak kaki Nizan agar diam.


Berbeda dengan barisan kaum Adam, barisan perempuan cukup hening sebab mereka fokus memperhatikan jalannya upacara.


Namun keheningan itu tiba-tiba rusak saat suara asing terdengar diantara mereka, seketika semuanya menoleh.


"FA."


Panggilan itu membuat beberapa siswi menahan diri sendiri agar tidak menjerit karena kagum dan kaget, bagaimana tak kaget jika tiba-tiba Jeviar si cowo paling dingin ini datang ke barisan perempuan.


"Heh itu bukannya kak jeviar ya?"


"Iya ganteng banget manis lagi,"


"Lo tau ga? Kak jeviar menang juara pertama taekwondo!!"


"Yang bener? Makin keren aja,"


"Iya sayangnya susah dideketin dingin kaya es batu, "


Dan orang yang merasa dirinya terpanggil pun juga ikutan menoleh, sebab tak ingin di perhatikan ia jadi mundur dari barisan perempuan dan menghampiri Jeviar.


"Fa kok lo masuk sekolah? kan udah dapet izin untuk lo istrahat dulu di rumah," kata Jeviar lembut.


Jeviar tentu saja tak percaya dengan ucapan Waffa. "Gapapa gimana lo jalan juga masih pincang," tegas Jeviar dan hal itu membuat Waffa seketika terdiam sibuk memikirkan maksud dari perhatian yang ditunjukkan oleh Jeviar.


"Iya deh iya gua tunggu aja di UKS," jawab Waffa mengalah, jarang sekali seorang Waffa mengalah sebab anak ini keras kepala.


"Sini gua anter, takutnya lo jatoh kan bahaya." Jeviar menuntun Waffa agar berjalan dengan pelan.


"Heh ga usah gua bisa sendiri," tolak Waffa merasa tak enak.


Tapi Jeviar tak mendengar tolakan itu, ia tetap menuntun Waffa menuju UKS.


Tanpa disadari sekarang dibarisan laki-laki terdapat seseorang yang sedang menyipitkan mata tajamnya melihat kejadian itu.


"Dih centil banget," cibirnya dalam hati.


°°°°


Setelah beberapa menit berdiri di lapangan akhirnya para murid masuk ke kelasnya, termasuk si rusuh Nizan.


Anak itu menghentikan langkahnya di samping meja Nata dan Zora, lalu menatap keduanya seperti menyelidiki.


"Lo berdua kenapa sih?" tanya Nizan, bahkan anak itu duduk di meja Nata membuat pantatnya di pukul keras oleh buku, dan tentu saja pelakunya Nata.


"Anjir sakit Nat!! enak banget lo mukul pantat kesayangan gua, ini kalo lecet dikit lo harus ganti rugi!!" protes Nizan sewot, ia mengusap-usap pantatnya yang terasa panas.

__ADS_1


Nata menatapnya dengan datar, "halah pantat murah itu, di pasar paling sepuluh ribu dapet tiga jadi tenang aja kalo lecet gua ganti," jawab Nata santai.


"Enak aja!! lo pikir kolor apa?!" amuk Nizan tak terima, namun ia langsung mundur saat Nata menatapnya dari atas ke bawah dan Nizan tahu bahwa jika Nata melakukan hal itu pasti sebentar lagi ia akan berkata pedas.


"Waduh bongkar rahasia dong kalo kolor lo murah," kata Nata menatap Nizan datar, dan seketika Fayyaz dan Zora tertawa terbahak-bahak.


Nizan langsung terdiam tak ingin melanjutkan perdebatan dengan Nata, karena ia tahu ia akan kalah.


"Kalian lagi musuhan sama si Waffa apa gimana sih?" tanya Nizan berdiri di samping Zora sebab jika ia berdiri di dekat Nata bisa-bisanya kena pukul lagi.


"Iya biasanya kalian bertiga mulu kayak cabe-cabean," celetuk Fayyaz, dan hal itu membuat Nata menatapnya sinis.


"Brengsek lo, yang cabe mah cewe yang bareng lo ke pasar malem," sindir Nata sambil terkekeh sinis melihat Fayyaz yang langsung terdiam.


Nizan kaget, kok bisa-bisanya dia tak tahu jika Fayyaz sedang mendekati cewe?! "ANJIR LO BAWA SIAPA?! KOK GAK-HMPPP!!" dengan cepat Fayyaz menutup mulut Nizan.


"Berisik ******!!" kesal Fayyaz lalu melepaskan tangannya.


Tak ingin dirinya di amuk lagi, Nizan akhirnya mengganti topik. "Kalian beneran musuhan apa gimana sih? aneh gua kok cewek-cewek pada musuhan mulu."


"Kepo lo badut ancol, udah deh sana kesel gua liat muka lo!" sewot Nata mendorong tubuh Nizan agar pergi dari hadapannya.


"Sumpah gua nista banget kayaknya di mata si Nata, salah mulu deh." Nizan mengusap dadanya berusaha bersabar, dan sukses membuat Fayyaz tertawa.


"Makasih sekaligus sorry udah ngerepotin lo mulu" Waffa yang berdiri di depan pintu.


"Gapapa, yang ada gua seneng di repotin sama lo" balas Javier dengan senyum manisnya.


Tanpa disadari sejak kedatangan mereka berdua ada beberapa pasang mata yang memperhatikannya.


"Huekkk! Anjir gila gua merinding lohk" celetuk Nizan dari kejauhan.


Waffa membalikkan tubuhnya da menatap sinis pada Nizan "Apaan sih lo nyambung mulu!! " kesalnya.


"Napa?! Ga seneng?! " celetuk Fayyaz memperpanas suasana.


"Lo juga Napa ikut-ikutan?!! Tau ah, Jav gua masuk dulu nyah" Waffa yang langsung membalikkan tubuh nya dan berpamitan pada Javier.


"Yaudah gua juga ke kelas dulu" di angguki Waffa, dia pun langsung masuk ke kelas tanpa memedulikan celotehan duo curut.


Nizan dan Fayyaz saling melirik karena aneh dengan tingkah Waffa yang biasanya selalu terpancing leluconnya.


"Kayanya tuh anak kerasukan ga sih?"


"Anjir kayanya iya, liat bulu kunduk gua pada berdiri"


"Hihh TBL!! "


"Takut banget lohk!! " balas Nizan dengan gaya di buat buat.

__ADS_1


__ADS_2