GIRL BOSS

GIRL BOSS
11. Awas Jangan Ampe Naksir


__ADS_3

Setelah beberapa mata pelajaran berlalu sekarang tibanya waktu bell pulang sekolah, tentu hal itu membuat semua murid langsung berhamburan keluar kelas.


Zora menghampiri Waffa yang sedang membereskan kursi yang di dudukki nya, "Fa Fa Fa," panggilnya dengan nada manja.


Waffa yang sedang sibuk menata kursinya tersebut langsung spontan menjawab, "apehh?? tudep mau apa? trus tu suara jangan di gitu gituin jijik tau denger nya!"


"Hehe iya maaf, gue nebeng ya Fa?" pinta Zora, anak itu malas jika harus menunggu sang kakak datang menjemputnya.


"Nebeng sama si Nata aja tuh," tolak Waffa, menunjuk sosok Nata dengan dagunya.


"Emang kenapa? Gua mau sama lu pengen hirup udara segar nih," kata Zora terus memohon seperti bayi, masalahnya kondisi hati Nata belum membaik ia pasti akan canggung jika berduaan dengan Nata.


"Gua mau latihan dulu, jadi sekarang gua mau langsung ke ruang latihan," jelas Waffa, lalu menenteng ranselnya.


Keenan yang berada di barisan paling belakang tiba-tiba menyahuti dengan nada mengejek, "pantesan semangat bener."


Mendengar suara berat yang sangat ia kenali itu menyahut, Waffa langsung membalikkan tubuhnya menatap sang pemilik suara. "Napa lu, gak suka ya?" tanyanya dengan sorot mengejek.


"Ngapain gua gak suka? ga ada manfaatnya," jawab Keenan sambil berlalu melewati Waffa.


Waffa menghadang sosok Keenan hingga kini keduanya saling berhadapan, ia menunjukkan Keenan tepat di depan wajahnya dengan jari telunjuknya lalu berkata, "bilang aja kalau lu cemburu!"


Suara tawa Keenan yang khas itu terdengar memenuhi ruangan kelas lalu ia menatap Waffa. "Cih gua cemburu sama lo? ngimpi aja sana," ejeknya tak lupa ia menoyor jidat Waffa agar menghindar dari hadapannya.


Fayyaz yang mendengar itu menyahuti dengan senyuman jahilnya, "Nan kayaknya tuh cewe baper sama lo gara-gara tadi siang," celetuk fayyaz sambil menepuk bahu Keenan dan berdiri disampingnya.


"Anjirr gua baper sama tu anak? Dihh ga bakalan!!" sergah Waffa kesal, tangganya ia lipat di depan dadanya.


Karena muak melihat kelakuan sahabatnya itu, Nata jadi ikut menyahut, "kalo sama-sama suka tuh tinggal confess jangan sama-sama diem, cemburu gak jelas gak bakalan bikin kalian jadian."


Terdengar suara tepuk tangan heboh dari belakang, tentu siapa lagi jika bukan Nizan pelakunya?


"ANJIRR, MANTEP BANGET NAT!!" Nizan mengacungkan kedua jempol nya.


Fayyaz yang tersadar dari lamunannya pun langsung mengomen perkataan Nata tersebut, "buset langsung di ulti ga tuh!!"

__ADS_1


Keenan yang sudah malas dengan situasi ini langsung keluar kelas meninggalkan yang lain.


"Tuh anak kenapa main nyelonong aja, tungguin woy!!" teriak Nizan pada Keenan sambil bergegas menyusulnya dan di ikut oleh Shaka bersama Fayyaz.


"Dih maen nyelonong aja tuh anak, ga seru lo!!" Waffa ikut berteriak berharap Keenan mendengarnya.


Nata menghela napasnya lelah lalu berucap, "Ra ayo pulang."


"Gasin, kita balik duluan ya fa!!" seru Zora, tangannya sudah menggandeng tangan Nata.


Waffa pun membalasnya hanya dengan anggukan dan ancungan jempol, dan kini ia bergegas menuju ruang latihan tempatnya taekwondo.


°•°•°•°•°•°•°•°•°


Setelah berlatih dengan beberapa gerakan taekwondo, Jeviar dan Waffa berisitirahat sebentar sebelum akhirnya mereka kembali melanjutkan latihannya.


"Fa, gerakan pas nendang jangan ragu-ragu langsung tendang aja." Jeviar mempraktekkan apa yang ia ucapkan lalu di anggukki oleh Waffa.


Senyuman manis itu terbit di bibir Jeviar, "bagus kayak gitu, sekarang coba lo tendang gua."


Jeviar terkekeh kecil, "gapapa santai sama gua, kan kita sama-sama latihan."


Waffa terdiam sebentar masih bergelut dengan pikirannya sendiri, masalahnya ia takut jika tendangannya terlalu keras dan menyakiti Jeviar.


"Ayolah jangan ragu, anggap gua musuh lo." Jeviar mengulas senyumannya meyakinkan Waffa untuk mengikuti permintaannya.


Dengan berat hati akhirnya Waffa menyetujui permintaan Jeviar, ia mulai mengambil ancang-ancang lalu dengan cepat kakinya mulai mempraktekkan gerakan tendangan yang tadi Jeviar contohkan.


BRUKK


Jeviar terjatuh dan itu membuat Waffa panik bukan main, ia langsung membantu lelaki itu duduk sambil terus meminta maaf.


"Maaf Jev, keceng banget ya? Maaf sumpah gua gak tau kalo bakalan bikin lo jatoh kayak tadi."


Jeviar bukannya marah malah tertawa kecil gemas melihat Waffa, lalu tangganya reflek menepuk-nepuk pelan kepala Waffa berniat untuk menenangkannya.

__ADS_1


"Gapapa, justru itu bagus tau artinya lo udah bisa bikin lawan lo tumbang dengan sekali tendangan!!" seru Jeviar memuji, tapi Waffa masih merasa bersalah karena hal tadi.


"Tapi tetep aja lo sakit karena gua, Jev." Waffa menunduk merasa bersalah, tapi perkataan dari Jeviar langsung membuatnya mendongak.


"Jangan khawatir sama gua, takutnya lo naksir."


Dan setelah itu keduanya sama-sama terdiam fokus dengan latihan, hingga saat pulang pun Waffa masih diam memikirkan ucapan sepele dari Jeviar.


Hingga ia tak sadar jika langit mulai mendung dan tetesan air hujan pun turun, dengan cepat ia berlari menuju parkiran motor.


Sial, entah siapa yang melakukannya tapi Waffa berjanji akan memukul orang yang telah mengempeskan kedua ban motor kesayangannya.


"Anjing!! siapa sih yang iseng?! mana gua gak bawa payung lagi!!!" gerutu Waffa kesal, ia bahkan sudah menyumpahi segala macam pada pelakunya.


Masalahnya hari semakin sore dan hujan, Waffa berdecak kesal dengan tubuh yang masih berada di bawah hujan ia baru menyadari ada sticky note yang tertempel di kaca spionnya, meski tulisannya hampir memudar karena air hujan namun Waffa bisa membacanya.


"Halo cewek songong, enak gak ban nya gua kempesin? ga terima ya? temuin gua jam 8 malam nanti di lapangan dekat taman kota."


Waffa mengepalkan tangannya lalu membuang note itu, "awas ya lo anjing bakalan gua hajar habis-habisan!!"


Karena terlalu sibuk dengan emosinya ia sampai tak sadar jika kini tubuhnya sudah tak basah karena air hujan, lalu ia mendongak ke atas penasaran dengan apa yang terjadi.


Payung berwarna hitam itu melindunginya dari hujan, lalu ia berbalik menatap sang pelaku.


"Goblok udah tau hujan bikin sakit masih hujan-hujanan!"


Keenan, iya itu Keenan yang kini berdiri menatapnya datar dengan rambut yang basah sebab kepalanya tak terlindungi payung, ah bahkan seluruh bagian payungnya ia gunakan untuk melindungi Waffa.


"Lo ngapain disini?" tanya Waffa yang masih kaget karena setahu dia tadi Keenan sudah pulang.


"Kebetulan lewat doang sih, gak usah geer lo," jawab Keenan ketus lalu memberikan payung itu pada Waffa, dan lelaki itu pergi meninggalkan Waffa yang masih bingung.


Lagipula siapa yang tidak bingung dengan sikap Keenan? Tiba-tiba membentaknya, tiba-tiba berbuat baik kepadanya, aneh bukan??


Janlup komen dan vote

__ADS_1


See you next time


__ADS_2